SHALIH USTADZNYA ADE, ADE PEMBINANYA SHALIH
Pertanyaan:
‘Afwan ustadz boleh ana bertanya tentang riwayatnya Ade Tanjakani. Berguru ke siapakah dia? Kok kayak bukan thalib, tulis-tulisan Arabnya salah banyak, kayak tidak tahu belajar imla’ sama kaedah Arab?. Terus ustadz pembina grupnya Shalih itu siapa dan alumni mana?.
Jawaban:
Menurut pengakuan Shalih yang disampaikan kawan-kawannya ke kita bahwa Shalih itu teman kita waktu santri di pondok Ustadz As-Sewwed Arsyadahullah ilal haq. Dan kita pun pernah berkali-kali di WA oleh Shalih itu, hanya menggambarkan kebingungannya sendiri tentang fitnah-fitnah yang dihadapinya, pernah mengaduhkan perselisihan di kalangan mereka sendiri, kemudian pernah mengaduhkan ke kita tentang seorang ustadz yang menurutnya masih bela-bela Ustadz Askari Arsyadahullah li Tha’atih selaku gurunya, hanya saja kita tidak menanggapinya karena mengarah untuk memperselisihkan ustadz tersebut dengan kita. Berikutnya, kabarin lagi tentang orang yang menganggap gambar makhluk bernyawa sebagai pembatal keislaman, kita juga tidak menanggapinya. Ternyata waktu kita ke Klaten seorang ikhwah kita menceritakan tentang isu gambar makhluk bernyawa itu, berawal dari ketidaksambungan mereka dari pemaparan tentang hukum gambar makhluk bernyawa hingga sampai dijadikan seperti candaan-candaan di dalam grup mereka. Makanya kita nasehatkan sudah berkali-kali untuk jangan ikut-ikutan masuk ke grup seperti itu. Jangankan grup seperti itu, grup yang katanya grup asatidzah pun kita kaget saat diperlihatkan isinya, tidak lepas dari candaan-candaan sampai kadang berlebihan, yang satu memancing ucapan yang lain lalu saling tanggap menanggapi, adminnya pun aktif sekali, Wallahul Musta’an. Sampai kita kadang terheran dengan banyak dan luangnya waktu mereka sampai bisa aktif di dalam grup seperti itu. Sungguh benar perkataan orang Arab:
الوَقتُ كَالسَّيفِ فَإِن لَم تَقْطَعهُ قَطَعكَ
“Waktu seperti pedang, jika kamu tidak menebas dengannya maka pedang itu akan menebasmu.”
Hanya kepada Allah kita meminta pertolongan:
اللّٰهُم إنّا نَسألكَ البرَكة في العُمر والوَقت
“Ya Allah, kami memohon kepada-Mu keberkahan pada umur dan waktu.”