TIGA PERKARA YANG BERMANFAAT SETELAH WAFAT

Kita diperlihatkan gambar suatu bangunan dua lantai yang mewah dan besar, halamannya luas dan di belakangnya terdapat suatu gudang serta Mushallâ. Ternyata rumah tersebut tidak berpenghuni sejak 3 tahun yang lalu, lantai dua rumah dipenuhi sarang dan kotoran kelelawar. Pada atap gudangnya sudah hampir roboh dan akar-akar pohon beringin muncul di tembok. Di depan rumah terdapat mobil sebagai saksi kecelakaan, sepertinya para penguni rumah kecelakaan dan tidak meninggalkan ahli waris atau tidak pernah meninggalkan wasiat. Kalau saja rumah seperti itu, atau yang terpenting Mushallânya diamanahkan kepada orang shâlih untuk memakmurkannya maka niscaya akan menjadi amal jâriyah untuk mereka atau akan menjadi peninggalan yang akan selalu dikenang baik dalam sejarah kehidupan.

Semoga Allâh Subhânahu wa Ta’âla tidak mewafatkan kita kecuali setelah benar-benar memiliki tiga perkara yang disebutkan di dalam hadîts:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika telah mati seseorang maka terputuslah darinya amalannya kecuali dari tiga perkara yaitu:
1) Dari sedekah yang mengalir pahalanya.
2) Dari ilmu yang diambil manfaat padanya.
3) Dari anak shâlih yang mendoakannya. Riwayat Muslim.

[ Muhammad Al-Khidhir Al-Andûnîsî ].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/5815