TINGGAL MENUNGGU PERANG HINDIA TERBARU

Pertanyaan:
Ustadz, sekarang ini telah terjadi perang antara India dan Pakistan, apakah ini bukti terjadinya Ghazwatul Hindi?. Jazakallahu khairan wa Barakallahu fik.

Jawaban:
Mengarah ke arah sana, hanya saja belum bisa kita pastikan, karena ghazwah Hindi pengeraknya adalah salah satu Ath-Thaifah dari dua Ath-Thaifah Al-Manshurah, yang pergerakannya bersamaan dengan Ath-Thaifah yang ada di Syam, dan yang di Syam nantinya akan turun menguatkan mereka Al-Masih ‘Isa bin Maryam ‘Alaihimush Shalatu was Salam, sebagaimana yang dikhabarkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

عِصَابَتَانِ مِنْ أُمَّتِي أَحْرَزَهُمَا اللَّهُ مِنْ النَّارِ: عِصَابَةٌ تَغْزُو الْهِنْدَ، وَعِصَابَةٌ تَكُونُ مَعَ عِيسَى بْنِ مَرْيَمَ عَلَيْهِمَا السَّلَام

“Dua kelompok dari umatku yang Allah menjaga keduanya dari Neraka: Sekelompok memerangi Hindi dan sekelompok lagi keberadaannya bersama ‘Isa bin Maryam ‘Alaihish Shalatu was Salam.”
Dan kita menganggap Wallahu A’lam perang yang terjadi sekarang ini antara Pakistan dan India hingga menyebar sampai di Kasmir adalah perang pembuka, AS dan sekutunya jelas akan memihak ke salah satunya karena mereka sedang mengincar sang khalifah, mereka sedang mencari tahu keberadaannya di berbagai penjuru, di Syam mereka ingin mengendalikan Al-Quds dan menghancurkan Ghaza karena sasaran utama mereka adalah sang khalifah dan Ath-Thaifah Al-Manshurah yang sedang bersiap-siap menyambut kemunculannya, hanya saja tersamarkan bagi AS dan sekutunya hingga mereka memburu dan memerangi secara membabi buta, kecemasan dan ketakutan sedang menghantui mereka karena itu akan menjadi ancaman besar terhadap mereka. Setiap negara yang terdengar ada padanya seruan jihad fi Sabilillah maka mereka akan jadikan target dan sasaran penyerangan, Alhamdulillah tanpa mereka sadari justru sang khalifah sedang berada di negara yang ada hubungan kerja sama dengan mereka, tidak akan lama lagi sang khalifah akan nampak terang-terangan setelah dibai’at oleh 313 Mujahidin fi Sabilillah, berbagai firqah dan bangsa akan memeranginya, lalu Allah tenggelamkan mereka semua, kemudian yang tidak ditenggelamkan akan ditaklukkan oleh sang khalifah bersama pasukannya Ath-Thaifah Al-Manshurah.
Adapun Ghazwah Hindi maka akan meluas, tidak hanya di India namun akan meluas ke arah timur, Samudra Hindia dan teluk-teluk di berbagai kepulauan Hindia yakni Nusantara akan menjadi lautan peperangan. Para penanti Masih Ad-Dajjal sedang mengincar suatu tempat di Samudera Hindia untuk menyambut keluarnya pemimpin mereka yaitu Masih Ad-Dajjal, sepertinya mereka tahu keberadaan Masih Ad-Dajjal berada di suatu pulau keciil di sekitar Samudera Hindia. Zaman dahulu Tamim Ad-Dari Radhiyallahu ‘Anhu bersama 30 kawannya naik kapal melewati laut merah hingga disebutkan:

فَلَعِبَ بِهِمِ الْمَوْجُ شَهْرًا فِي الْبَحْرِ، ثُمَّ أَرْفَؤوا إِلَى جَزِيرَةٍ 

“Lalu gelombang laut mempermainkan mereka selama sebulan di lautan hingga mereka terdampar di suatu pulau.”
Kalau dahulu pada zaman Hindia-Belanda, pemerintah Hindia-Belanda menjadikan kapal dagang mereka untuk melayani jama’ah haji ke Tanah Suci, lama perjalanan menggunakan kapal dagang mereka sekitar sebulan. Maka dapat dimungkinkan suatu pulau yang Masih Ad-Dajjal berada padanya di sekitar Samudera Hindia, karena lama perjalanan hampir sama dengan perjalanan kapal yang dinaiki oleh Tamim Ad-Dari bersama kawan-kawannya. Wallahu A’lam.

[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/11985