PERJUANGAN DI DUNIA TIDAK AKAN SIA-SIA
Orang-orang Muslim yang tulus di saat hidup di dunia ini laksana sedang berjuang di perbatasan medan perang, mereka perlu untuk menggali parit atau membangun benteng supaya mereka berlindung di dalamnya. Tatkala musuh menyerang dan mampu menguasai perbatasan mereka maka apa yang mereka buat berupa parit atau benteng sudah tidak bermanfaat lagi bagi mereka, namun mereka tidak akan menyesali apa yang telah mereka buat, karena Allâh telah mempersiapkan yang terbaik untuk mereka di Ãkhirat kelak, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ:
وَلَا يُنْفِقُوْنَ نَفَقَةً صَغِيْرَةً وَّلَا كَبِيْرَةً وَّلَا يَقْطَعُوْنَ وَادِيًا اِلَّا كُتِبَ لَهُمْ لِيَجْزِيَهُمُ اللّٰهُ اَحْسَنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
“Tidaklah mereka memberikan infâq yang kecil maupun yang besar, dan tidak pula melintasi suatu lembah dalam berjuang kecuali akan dituliskan bagi mereka sebagai amal shâlih, supaya diberi balasan oleh Allâh dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.” (Surat At-Taubah: 121).
رَبَّنَا تَقَبَّلۡ مِنَّاۤۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِیعُ ٱلۡعَلِیمُ
“Wahai Rabb kami, terimalah amal dari kami, sesungguhnya Engkau adalah As-Samî’ (Maha Mendengar) lagi Al-‘Alîm (Maha Mengetahui).” [Surat Al-Baqarah: 127].
[ Muhammad Al-Khidhir ].