BERJUANG SUPAYA TIDAK ADA PENUTUPAN MASJID SUNNAH

Pertanyaan:
Ustâdz bagaimana kita menyikapi demo yang dilakukan oleh sebagian warga supaya masjid salafi ditutup?

Jawaban:
Sikap kita sebagai Ahlussunnah adalah memperjuangkan supaya tidak ada penutupan terhadap masjid yang ditegakkan Sunnah padanya, jika orang-orang tetap mempermasalahkan hingga menimbulkan keributan atau fitnah maka kita serahkan perkara tersebut kepada pemerintah, karena pemerintah yang memiliki wewenang dan kekuasaan. Jika pemerintah tidak mampu menghentikan mereka karena mungkin pemerintah telah mempertimbangkan berbagai mafsadah lalu pemerintah siap memberi solusi berupa memberikan ganti dengan yang lebih baik, maka hendaklah menuruti keinginan pemerintah untuk menutup masjid.
Dan kita nasehatkan kepada para pemilik masjid hendaklah mereka bersabar dan mengharap kepada Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ semoga Dia mempermudah untuk mendapatkan ganti dengan yang lebih baik:

لاَ تَدَعُ شَيئًا اتِّقَاءَ اللهِ إِلاَّ أَبْدَلَكَ اللَّهُ خَيْرًا مِنْهُ

“Tidaklah kamu meninggalkan sesuatu karena Allâh kecuali Allâh akan menggantikan untukmu dengan yang lebih baik darinya”.
Kita Ahlussunnah menyerahkan perkara seperti itu kepada pemerintah bukan karena kita takut dan bukan pula karena jumlah kita minoritas namun kita lakukan itu karena mentaati dan mengikuti bimbingan Allâh Ta’âlâ:

وَإِذَا جَآءَهُمۡ أَمۡرٞ مِّنَ ٱلۡأَمۡنِ أَوِ ٱلۡخَوۡفِ أَذَاعُواْ بِهِۦۖ وَلَوۡ رَدُّوهُ إِلَى ٱلرَّسُولِ وَإِلَىٰٓ أُوْلِي ٱلۡأَمۡرِ مِنۡهُمۡ لَعَلِمَهُ ٱلَّذِينَ يَسۡتَنۢبِطُونَهُۥ مِنۡهُمۡۗ وَلَوۡلَا فَضۡلُ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ وَرَحۡمَتُهُۥ لَٱتَّبَعۡتُمُ ٱلشَّيۡطَٰنَ إِلَّا قَلِيلٗا

“Dan apabila datang kepada mereka suatu perkara tentang keamanan ataupun ketakutan maka mereka menyiarkannya. Dan kalaulah mereka menyerahkannya kepada Rasûl dan Ulil Amri (penguasa dan ulama) di antara mereka maka tentu orang-orang yang mengetahuinya dari kalangan mereka (Rasûl dan Ulil Amri) akan memutuskan kebenarannya. Kalau bukan karena karunia dan rahmat Allâh kepada kalian maka tentu kalian mengikuti setan kecuali sebagian kecil saja (di antara kalian)”. [An-Nisâ’: 83].
Wallâhul Musta’ân.

Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir pada tanggal 12 Dzulhijjah 1438 di Kemang Pratama Bekasi.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/952

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *