JANGAN BERPUTUS ASA DARI AMPUNAN DAN RAHMAT ALLÂH
Pertanyaan:
Maaf sebelumnya, mau nanya Ustâdz, sebelumnya mau nanya: Apakah Allâh tetep menerima taubat seorang hamba-Nya yang kelewatan batas dan itu disengaja seperti onani dan lain-lain?
Jawaban:
Allâh telah menamai diri-Nya dan mensifati diri-Nya dengan Al-Ghafûr (Yang Maha Pengampun) dan At-Tawwâb (Yang Maha Selalu Menerima Taubat). Tatkala seorang hamba benar-benar bertaubat maka Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ akan menerima taubatnya dan memberi ampunan kepadanya, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ:
قُلْ يٰعِبَادِىَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلٰىٓ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُۥ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Katakanlah: “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allâh. Sesungguhnya Allâh mengampuni dosa-dosa seluruhnya. Sungguh Dia adalah Al-Ghafûr (Yang Maha Pengampun) lagi Ar-Rahîm (Yang Maha Penyayang).” (Az-Zumar: 53).
Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ telah menjanjikan ampunan kepada siapa saja yang bertaubat dari para hamba-Nya yang zhâlim dan melampui batas, terlebih lagi kalau yang bertaubat itu mengikutkan taubatnya dengan bersedekah atau melakukan amal-amal kebaikan yang lainnya maka pasti Allâh akan menerima taubatnya dan memberikan ampunan kepadanya dengan ampunan yang luas, Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ tidak akan pernah menyelisihi janji-Nya:
أَلَمْ يَعْلَمُوٓا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِۦ وَيَأْخُذُ الصَّدَقٰتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
“Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allâh menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima sedekah-sedekah mereka. Sungguh Allâh adalah At-Tawwâb (Maha Senantiasa Menerima Taubat) lagi Ar-Rahîm (Maha Penyayang)?.” (At-Taubah: 104).
Dijawab oleh:
Abû Ahmad Muhammad Al-Khidhir pada hari Sabtu 28 Ramadhân 1433 / 30 April 2022 di Binagriya Pekalongan.