KEMANTAPAN DAN KEKOKOHAN DALAM SEGALA URUSAN
Pertanyaan:
Ustâdz, penggunaan kalimat:
من ثبت نبت
“Siapa yang kukuh maka dia akan tumbuh.”
Itu pada urusan apa?
Jawaban:
Pada urusan agama secara umum, dan pada perkara menuntut ilmu secara khusus.
Pada perkara agama, berkata Ibnul Qayyim Rahimahullâh:
إن الدِّين مَدارُه على أصلينِ: العزم والثبات
“Sesungguhnya agama poros perputarannya pada dua landasan, yaitu kemantapan dan kekokohan.”
Beliau menyebutkan dalîlnya dari perkataan Nabî ‘Alaihish Shalâtu was Salâm yang diriwayatkan oleh Ahmad dan An-Nasâ’î:
اللهم إني أسألك الثباتَ في الأمر، والعزيمة على الرشد
“Yâ Allâh sesungguhnya aku memohon kepadamu tentang kekokohan di dalam urusanku dan kemantapan di atas petunjuk.”
Pada perkara menuntut ilmu, orang yang sabar dalam menuntut ilmu, dia kokoh dan tetap padanya, senantiasa bermajlis dan menuntutnya maka dia akan tumbuh sebagaimana pohon yang tumbuh hingga Allâh Subhânahu wa Ta’âla tinggikan derajatnya:
یَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمۡ وَٱلَّذِینَ أُوتُوا۟ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَـٰتࣲۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِیرࣱ
“Allâh akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allâh adalah Khabîr (Maha Mengetahui) terhadap apa yang kalian kerjakan.” [Surat Al-Mujâdilah: 11].
Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir pada malam Kamis tanggal 3 Muharram 1443 / 12 Agustus 2021 di Tenggilis Mustika Jaya Bekasi.