SENANTIASA MENDOAKAN KEBAIKAN UNTUK KELUARGA
Pertanyaan:
Ustâdz apakah ada doa khusus agar bisa mendapatkan anak yang shâlih?
Jawaban:
Allâh Subhânahu wa Ta’âla telah mengajarkan doa khusus supaya hamba-Nya memiliki anak yang shâlih, di antaranya yaitu:
رَبِّ هَبۡ لِی مِنَ ٱلصَّـٰلِحِینَ
“Wahai Rabbku berikanlah untukku anak-anak yang shâlih.” [Surat Ash-Shaffât: 100].
Di antaranya pula yaitu:
رَبِّ هَبۡ لِی مِن لَّدُنكَ ذُرِّیَّةࣰ طَیِّبَةًۖ إِنَّكَ سَمِیعُ ٱلدُّعَاۤءِ
“Wahai Rabbku berikanlah untukku dari sisi-Mu anak keturunan yang shâlih, sesungguhnya Engkau adalah Samî’ (Maha Mendengarkan) terhadap doa.” [Surat Ãli ‘Imrân: 38].
Pertanyaan:
Apakah berdosa jika sudah punya suami tetapi berdoa mendapatkan suami yang shâlih? Apakah saya termasuk seseorang yang tidak bersyukur atas pemberian Allâh Subhânahu wa Ta’âla, karena saya takut sekali tidak bisa menjadi orang tua yang baik. Saya merasa khawatir yang berlebihan. Kadang merasa tidak mampu dan ingin menyerah mendidik anak sendiri tanpa pasangan yang semanhaj.
Jawaban:
Salafiyyah kita Ãsiyah Imra’ah Fir’aun Radhiyallâhu ‘Anhâ telah membuat contoh yang bagus, karena beliau memiliki suami dan masih berada di sisi suaminya yang zhâlim, beliau benar-benar memanfaatkan satu doanya yang pasti dikabulkan karena beliau dizhalimi oleh suaminya, beliau tidak gunakan doanya untuk meminta suami lagi, namun yang beliau minta adalah istana di dalam Surga, kalau sudah di Surga tentu Allâh Subhânahu wa Ta’âla akan menikahkannya dengan laki-laki shâlih dari penduduk dunia, beliau hanya berdoa:
رَبِّ ٱبۡنِ لِی عِندَكَ بَیۡتࣰا فِی ٱلۡجَنَّةِ وَنَجِّنِی مِن فِرۡعَوۡنَ وَعَمَلِهِۦ وَنَجِّنِی مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّـٰلِمِینَ
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا امْرَاَ تَ فِرْعَوْنَ ۘ اِذْ قَا لَتْ رَبِّ ابْنِ لِيْ عِنْدَكَ بَيْتًا فِى الْجَـنَّةِ وَنَجِّنِيْ مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهٖ وَنَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
“Wahai Rabbku, bangunkan lah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhâlim,” [Surat At-Tahrîm: 11].
Tatkala engkau masih memiliki suami walaupun tidak semanhaj maka hendaklah engkau tidak berdoa supaya mendapatkan suami lagi, namun berdoalah supaya suamimu menjadi suami yang shâlih, kecuali kalau suamimu sudah pisah denganmu, pisah karena mati atau karena cerai maka engkau hendaklah meminta untuk mendapatkan suami shâlih, selama suamimu masih ada dan kamu masih bersamanya maka hendaklah engkau memohon kebaikan untuknya, selalu mendoakannya supaya menjadi orang shâlih, kalau tidak secepatnya terkabul maka bisa jadi nanti akan dikabulkan atau nanti berkesudahan yang baik sehingga dengan itu tetap menjadi suamimu di dunia dan di akhirat bersama-sama masuk ke dalam Surga.
Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir pada hari Rabu tanggal 29 Syawwâl 1442 / 9 Juni 2021 di Tenggilis Mustika Jaya Bekasi.