SUPAYA TIDAK KEMBALI BERMAKSIAT
Pertanyaan:
Ustâdz, mau bertanya, bagaimana cara agar tidak kembali maksiat, sudah berusaha meninggalkan maksiat tapi terkadang masih kembali lagi melakukan. Dan badan merasakan malas atau berat untuk melakukan ketaatan.
Jawaban:
Ada beberapa upaya supaya tidak kembali melakukan kemaksiatan yaitu bertaubat dengan sebenar-benarnya dan selalu berdoa, sebagaimana yang Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ katakan:
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوۤا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوۡبَةࣰ نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمۡ أَن یُكَفِّرَ عَنكُمۡ سَیِّـَٔاتِكُمۡ وَیُدۡخِلَكُمۡ جَنَّـٰتࣲ تَجۡرِی مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُ یَوۡمَ لَا یُخۡزِی ٱللَّهُ ٱلنَّبِیَّ وَٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥۖ نُورُهُمۡ یَسۡعَىٰ بَیۡنَ أَیۡدِیهِمۡ وَبِأَیۡمَـٰنِهِمۡ یَقُولُونَ رَبَّنَاۤ أَتۡمِمۡ لَنَا نُورَنَا وَٱغۡفِرۡ لَنَاۤۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَیۡءࣲ قَدِیرࣱ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kepada Allâh dengan taubat yang sebenar-benarnya, mudah-mudahan Rabb kalian akan menghapus kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam Surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allâh tidak mengecewakan Nabî dan orang-orang yang beriman bersamanya, sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berdoa: “Wahai Rabb kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami, sungguh Engkau adalah Qadîr (Maha Kuasa) atas segala sesuatu.”” [Surat At-Tahrîm 8].
Tatkala Allâh memberikan cahaya kepada seseorang maka dia akan senantiasa di atas kebaikan dan ketaatan.
Dan di antara doa yang hendak diucapkan adalah:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
“Wahai Yang Maha Membolak-balikkan hati, kokohlah hatiku di atas agama-Mu.”
Kemudian berteman dengan teman baik, karena teman sangat berpengaruh dalam keseharian terkhusus teman terdekat, berkata Nabî ‘Alaihish Shalâtu was Salâm:
الْمَرْءُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang itu di atas agama teman terdekatnya maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat kepada siapa yang dia jadikan sebagai teman terdekat.”
Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir pada hari Selasa tanggal 22 Ramadhân 1442 / 4 Mei 2021 di Bekasi.