UNTUKMU WAHAI DÂ’Î ILALLÂH

Pertanyaan:
Ustâdz izin konsultasi, mana yang utama bagi seorang dâ’î, membangun dakwah di negeri sendiri atau di negeri orang lain?

Jawaban:
Disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan, bila di negerinya dibutuhkan dan didukung maka lebih utama di negerinya, karena bagaimanapun seseorang itu memiliki rasa cinta terhadap negerinya. Adapun bila di negerinya tidak dibutuhkan atau dia difitnah atau dipermasalahkan oleh orang-orang negerinya dan tidak didukung maka hendaklah dia ke tempat lain jika memang di tempat lain itu dia dibutuhkan dan didukung, sebagaimana Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam dahulu ke Yatsrib, padahal beliau cinta terhadap kota Makkah sampai beliau pernah berkata kepada kota Makkah:

وَاللَّهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللَّهِ وَأَحَبُّ أَرْضِ اللَّهِ إِلَى اللَّهِ وَلَوْلَا أَنِّي أُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ

“Demi Allâh, sungguh benar-benar kamu adalah sebaik-baik negeri Allâh, dan negeri Allâh yang paling dicintai oleh Allâh, kalaulah bukan karena aku dikeluarkan darimu maka aku tidak akan keluar.” Riwayat At-Tirmidzî, beliau berkata: “Ini adalah hadîts hasan, gharilîb dan shahîh.”

Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam sudah berupaya dan berusaha untuk berdakwah di kota Makkah namun beliau difitnah, dibenci bahkan direncanakan untuk dibunuh hingga beliau hijrah dan memilih menetap di Yatsrib yang kemudian dinamai dengan Madînah sebagai kota beliau.

Seorang dâ’î hendaklah mengambil contoh dari beliau, karena beliau adalah teladan:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sungguh benar-benar telah ada untuk kalian pada Rasûlullâh itu sebagai teladan, bagi siapa yang mengharap perjumpaan dengan Allâh dan hari Kiamat dan bagi siapa yang banyak berdzikir kepada Allah.” [Al-Ahzâb: 21].

Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam ditentang, ditantang, diselisihi dan difitnah, demikian pula seorang dâ’î yang mengikuti jejak beliau pasti akan mendapatkan penentangan dan penyelisihan dari orang-orang yang benci atau dia difitnah dan dipermasalahkan.

Jika memang seorang dâ’î demikian keadaannya atau dia tidak mendapatkan dukungan dari orang-orang negerinya maka pasti Allâh ‘Azza wa Jalla akan memberikan dukungan, karena Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ telah katakan tentang Rasûl-Nya:

إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ

“Jika kalian tidak menolongnya maka sungguh Allâh yang akan menolongnya.” [At-Taubah: 40].
Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ akan memberikan ganti dâ’î tersebut dengan orang-orang yang lebih baik dalam memberikan dukungan kepadanya, bukankah Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ telah berkata tentang orang-orang berpaling yang tidak mendukung:

وَاِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَـبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُوْنُوْۤا اَمْثَالَـكُم

“Jika kalian berpaling maka Allâh akan menggantikan kalian dengan kaum yang lain, kemudian mereka tidak akan seperti kalian yang berpaling.” (Surat Muhammad: 38).

Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam pernah mengajak Banî Tamîm yang masih satu negeri dengan negeri beliau, namun mereka tidak merespon ajakan beliau maka beliau mengajak orang-orang yang dari Yaman ternyata mereka merespon baik, beliau berkata kepada mereka:

يَا أَهْلَ الْيَمَنِ، اقْبَلُوا الْبُشْرَى إِذْ لَمْ يَقْبَلْهَا بَنُو تَمِيمٍ

“Wahai penduduk Yaman, terimalah kabar gembira jika Banî Tamîm tidak mau menerimanya.”
Merekapun berkata:

قَبِلْنَا

“Kami terima.” Riwayat Al-Bukhârî dari ‘Imrân bin Hushain Radhiyallâhu ‘Anhumâ.

Kemudian Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ muliakan mereka para penduduk Yaman tersebut dengan ilmu yang telah diajarkan oleh Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam kepada mereka.

Semoga Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ menolong setiap dâ’î yang berdakwah di atas jalan-Nya dan memberikan taufîq kepada orang-orang baik untuk selalu mendukung dakwah di jalan-Nya.

Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra’âh pada 9 Syawwâl 1439 di Kemang Pratama 3 Bekasi.

⛵️ http://t.me/majaalisalkhidhir