Pertanyaan:Ustâdz, adanya fatwâ yang menyebutkan bahwa orang yang tetap shalat berjamâ’ah adalah jâhil, apakah bisa dibenarkan fatwâ tersebut karena kaitannya dengan covid-19? Jawaban:Subhânallâh keadaan hampir saja berbalik: اللَٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى “Yâ Allâh tutupilah aib-aibku dan tenteramkanlah dari apa-apa yang mengkhawatirkanku.” Mereka yang mentahdzîr kaum Muslimîn dari shalat berjamâ’ah dan memerintahkan untuk menutup masjid berargumen karena mentaati ûlil amri. …
Pertanyaan:Ustâdz mau nanya: Imâm Al-Mahdî itu muncul dimana atau keluarnya dari mana? Jawaban:Di dalam suatu hadîts disebutkan bahwa beliau akan keluar dari arah Timur, dari Tsaubân Radhiyallâhu ‘Anhu, beliau berkata: “Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berkata: ﻳَﻘْﺘَﺘِﻞُ ﻋِﻨْﺪَ ﻛَﻨْﺰِﻛُﻢْ ﺛَﻼَﺛَﺔٌ؛ ﻛُﻠُّﻬُﻢْ ﺍِﺑْﻦُ ﺧَﻠِﻴْﻔَﺔٍ، ﺛُﻢَّ ﻻَ ﻳَﺼِﻴْﺮُ ﺇِﻟَـﻰ ﻭَﺍﺣِﺪٍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ، ﺛُﻢَّ ﺗَﻄْﻠُﻊُ ﺍﻟﺮَّﺍﻳَﺎﺕُ ﺍﻟﺴُّﻮْﺩُ ﻣِﻦْ ﻗِﺒَﻞِ ﺍﻟْﻤَﺸْﺮِﻕِ، ﻓَﻴَﻘْﺘُﻠُﻮْﻧَﻜُﻢْ ﻗِﺘْﻼً ﻟَﻢْ ﻳَﻘْﺘُﻠْﻪُ …
📝 Pertanyaan:Ma’af Ustâdz pernah saya dengar tentang isu kedatangan Imâm Al-Mahdî, banyak orang yang mengaku memperjuangkan daulah Islâmiyyah sedang menunggu-nunggu kedatangannya karena beliau akan bersama mereka memerangi musuh-musuh, mereka akan membai’atnya karena dialah khalîfah mereka dalam menaklukan negara-negara, apakah dalam kitâb suci Al-Qur’ãn penjelasannya begitu? Kalau dalam hadîts bagaimana? 📜 Jawaban:Semoga Allâh memberi hidayah kepada kita, ketahuilah bahwa pengakuan mereka …
Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz ijin mengajukan pertanyaan. Semoga diberi kesehatan dan keselamatan untuk Ustâdz dan keluarga. Apa bantahan untuk orang awam yang mengatakan salafî itu sombong di lingkungan masyarakat, bagaimana kita menjelaskannya yâ Ustâdz. Jawaban:Ketika ada dari sebagian masyarakat menganggap bahwa salafî sombong di lingkungan masyarakat maka kita luruskan anggapan mereka, kita katakan bahwa manusia itu berbeda-beda, ada yang baik dan ada …
Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz, mau bertanya:Apakah termasuk syariat dalam shalat khususnya, dan di luar shalat umumnya kita memakai penutup kepala semisal peci di negeri kita, bagaimana kalau tidak pakai peci? Jazâkallâhu khairan. Jawaban:Orang yang tidak memakai peci atau tidak menggunakan penutup kepala ketika shalat maka dia tidak mengamalkan anjuran Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: یَـٰبَنِیۤ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِینَتَكُمۡ عِندَ كُلِّ مَسۡجِدࣲ “Wahai manusia …
Pertanyaan:Benarkah bahwa puasa 6 hari pada bulan Syawwâl itu tidak ada dalîlnya? Ada hadîts di kitâb Shahîh Muslim tapi katanya dha’îf, betulkah di Shahîh Muslim ada hadîts dha’îf? Jawaban:Di dalam “Shahîh Muslim” ada beberapa riwayat yang dikritik oleh sebagian ‘Ulamâ hadîts, namun kritikan mereka dikritik pula oleh ‘Ulamâ hadîts yang lainnya. Di antara hadîts yang mereka kritik adalah hadîts tentang …
Pertanyaan:Apakah dibolehkan menggabungkan niat puasa 3 hari setiap bulan, puasa Senin dan Kamis serta puasa 6 hari pada bulan Syawwâl? Jazâkumullâhu khairan. Jawaban:Hendaklah bagi seseorang memilih salah satu dari puasa tersebut, dia niatkan hanya satu puasa saja, kalau dia menginginkan untuk puasa 6 hari pada bulan Syawwâl maka dia niatkan hanya itu. Adapun puasa 3 hari setiap bulan atau puasa …
Pertanyaan:Mâsyâ Allâh waktu Pak Ustâdz khutbah tadi saya senang, namun tadi Pak Ustâdz sebutkan puasa 6 hari pada bulan Syawwâl keutamaannya semisal puasa sepanjang masa, tapi saya pernah baca buku menyebutkan keutamaan puasa 6 hari itu seperti puasa setahun, ma’af Pak Ustâdz, mana yang benar? Mohon pencerahannya? Jawaban:Penyebutan puasa 6 hari pada bulan Syawwâl dengan keutamaan puasa setahun itu berdasarkan …
📝 Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz ganggu waktunya, saya ada pertanyaan: Apakah puasa sunah Syawwâl 6 hari berturut-turut menyelisihi hadîts puasa Nabî Dâwud ‘Alaihis Salâm, tentang puasa sunah paling utama? Jazâkallâhu khairan wa Bârakallâhu fîkum. 📜 Jawaban:Puasa 6 hari di bulan Syawwâl bukanlah bertujuan untuk menyelisihi puasa Dâwud ‘Alaihish Shalâtu was Salâm yang akan dilakukan di bulan Syawwâl, karena kedua puasa tersebut termasuk …
Pertanyaan:Apa itu Jamâ’ah Al-Khidhir? Jawaban:Ada seorang dosen sebagai pengamat dakwah telah menamai setiap orang yang hadir di majlis kita sebagai Jamâ’ah Al-Khidhir. Dan kita tidak pernah membuat nama Jamâ’ah itu, karena kita hanya memiliki satu jamâ’ah yang Allâh telah menamai kita dengannya: هُوَ سَمَّىٰكُمُ ٱلۡمُسۡلِمِینَ مِن قَبۡلُ وَفِی هَـٰذَا “Allâh telah menamai kalian sebagai orang-orang Muslim dari dahulu dan demikian …