HUKUM MENGOLOK-OLOK ORANG BERIMAN

Pertanyaan:Ustâdz ana mau bertanya: Saya sering mendengar kalimat-kalimat olokan dari beberapa penuntut ilmu dan bahkan beberapa dâ’î, yang isi kalimatnya adalah mengolok perbuatan atau amal seseorang atau suatu kelompok yang keliru atau menyimpang, dengan kata lain menjadikan kekeliruan dan penyimpangan orang atau suatu kelompok sebagai bahan candaan dalam obrolan bahkan dalam majelis. Apakah ini dibenarkan? Apakah ada olok-olok yang diperbolehkan? …

MENGOLOK-OLOK BUKANLAH SOLUSI

Pertanyaan:Ustâdz permisi izin bertanya: Bolehkah bagi seorang yang mengikuti Sunnah mengolok-olok imâm masjid awam yang shalat tambahkan bid’ah-bid’ah? Jawaban:Hendaklah bagi orang yang merasa mengikuti Sunnah untuk bertakwa kepada Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ dan hendaklah tidak bermudah-mudahan dalam mengolok-olok orang lain, mengolok-olok orang yang berbuat dosa dan kesalahan bukanlah suatu solusi, bahkan itu akan menambah fitnah dan kejelekan, cukuplah peringatan dari …

MEMBAYAR FIDYAH HANYA DENGAN MAKANAN SIAP SANTAP

Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz izin bertanya, bagaimana cara membayar fidyah? Apakah cukup nasi kotak (nasi bungkus) atau bisakah dengan bahan mentah semisal beras? Jazâkallâhu khairan. Jawaban:Membayar fidyah hanyalah dengan makanan yang siap santap, seperti nasi bungkus atau makanan lainnya yang mengenyangkan bagi faqîr miskîn, sebagaimana yang dilakukan oleh Anas bin Mâlik Radhiyallâhu ‘Anhu, berkata Al-Bukhârî di dalam “Shahîh”nya secara mu’allaq: فَقَدْ أَطْعَمَ …

KEHARUSAN UNTUK KEMBALI KEPADA AGAMA ALLÂH

Pertanyaan:Semua keluarga Muslim jangan lagi meremehkan belajar ilmu pengobatan atau terapi, dimana hari ini Rumah Sakit hanya jadi rumah yang menakutkan. Mengenai pentingnya ilmu pengobatan, setelah ilmu-ilmu fiqih, halâl dan harâm membuat Al-Imâm Asy-Syâfi’î Rahimahullâh berkata: لاَ أَعْلَمُ عِلْماً بَعْدَ الحَلاَلِ وَالحَرَامِ أَنْبَلَ مِنَ الطِّبِّ، إلَّا أَنَّ أَهْلَ الكِتَابِ قَدْ غَلَبُوْنَا عَلَيْهِ “Aku tidak mengetahui suatu ilmu setelah ilmu halâl …

THÂLIBUL ‘ILMI JULUKAN YANG DIHORMATI OLEH PENDUDUK LANGIT DAN BUMI

Sebagian orang yang merasa memiliki beberapa julukan terkadang meremehkan orang yang berjulukan Thâlibul ‘Ilmi, apalagi kalau orang tersebut berlainan pendapat dengan mereka, maka dengan bangga mereka katakan: “Siapa dia? Tidaklah dia itu kecuali hanya seorang Thâlibul ‘Ilmi.” Mereka sadari ataupun tidak, bahwasanya penduduk langit dan bumi telah mempersaksikan tentang kemuliaan julukan Thâlibul ‘Ilmi, Ahmad bin Hanbal pernah berkata di hadapan …

KEBOLEHAN MENERIMA PEMBERIAN PEMERINTAH

Pertanyaan:Apa hukum menerima pemberian yang tertulis “bantuan presiden melalui kementerian sosial” yang dilengkapi dengan menyebutkan himbauan-himbauan di bawahnya? Jawaban:Pemberian pemerintah kepada sebagian rakyatnya adalah halâl bagi mereka, terkhusus bagi mereka yang membutuhkannya, tidak mengapa bagi mereka untuk menerimanya dan mereka tidak dibebani untuk mencari tahu darimana pemerintah memperoleh pemberian itu, Al-Bukhârî Rahimahullâh di dalam “Shahîh”nya menyebutkan perkataan Abû Humaid secara …

ANCAMAN BAGI YANG MEMBUAT MAKAR DI BALIK COVID-19

Pertanyaan:Ustâdz, apakah benar bahwa virus corona sekarang ini buatan manusia yang disebar dengan sengaja agar manusia banyak yang mati dan agar terjadi krisis lalu sesudah itu dimunculkan vaksinnya dengan harga yang sangat mahal? Jawaban:Kita tidak bisa memastikan siapa pembuatnya, hanya saja itu merupakan suatu makar, itu berjalan sesuai dengan yang Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ tetapkan, dan Allâh ‘Azza wa Jalla …

UNTUKMU WAHAI DÂ’Î ILALLÂH

Pertanyaan:Ustâdz izin konsultasi, mana yang utama bagi seorang dâ’î, membangun dakwah di negeri sendiri atau di negeri orang lain? Jawaban:Disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan, bila di negerinya dibutuhkan dan didukung maka lebih utama di negerinya, karena bagaimanapun seseorang itu memiliki rasa cinta terhadap negerinya. Adapun bila di negerinya tidak dibutuhkan atau dia difitnah atau dipermasalahkan oleh orang-orang negerinya dan tidak …

MERAIH BERKAH DENGAN BERSEDEKAH

📝 Pertanyaan:Pak Ustâdz, Alhamdulillâh dengan kemurahan dan belas kasihan Allâh kepada saya dan keluarga, saya memperoleh kecukupan rezeki dan kadang Allâh beri tambahan rezeki kepada saya dan keluarga, saya sekeluarga senang dengan adanya tambahan ini, sebagai rasa terima kasih saya sekeluarga kepada Allâh maka saya senang menyedekahkan tambahan ini. Prinsip saya sekeluarga hendaklah sedekah yang saya serahkan bisa berpahala sangat …