Ustâdz menyuruh salah seorang murid yang hadir di kajian: “Kamu baca.” Yakni membaca pelajaran.Lalu Ustâdz bertanya kepadanya karena masih berpakaian dinas: “Kamu baru dari kantor?” Muridnya menjawab: “Iya Ustâdz.” Ustâdz berkata: “Mâsyâ Allâh.” Ustâdz kagum kepadanya, lalu mendoakannya: “Bârakallâhu fîkum (semoga Allâh memberkahimu).”Setelah itu Ustâdz menyampaikan nasehat: “Diupayakan bisa terus menerus menghadiri kajian ini, diupayakan masing-masing bisa mengambil bagian dari …
Pertanyaan:Ustâdz, apakah setiap orang atau kelompok menyelisihi pemerintah berarti telah jadi khawârij, karena jaman sekarang sedikit sedikit orang atau kelompok selisihi pemerintah dan ‘ulamâ pemerintah langsung dijatuhi vonis khawârij, dicap mereka khawârij, dibilang anjing-anjing neraka? Mohon pengarahannya bersama sebutkan dalîlnya. Jawaban:Jika setiap orang yang menyelisihi pemerintah dimutlakkan termasuk khawârij maka bagaimana dengan Abû ‘Ubaidah bin Jarrâh Radhiyallâhu ‘Anhu yang beliau …
Pertanyaan:Bagaimana menjawab salâm orang-orang kâfir? Jawaban:Menjawab salâm orang-orang kâfir hanya dengan ucapan Wa’alaikum, tidak lebih dari itu, sama saja mereka mengucapkan Assalâmu’alaikum saja atau mengucapkan lengkap Assalâmu’alaikum Warahmatullâhi Wabarakâtuh, tetap jawabannya hanya Wa’alaikum, karena Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam telah katakan: إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْكِتَابِ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْ “Jika Ahlul Kitâb mengucapkan salam kepada kalian maka ucapkanlah: “Wa’alaikum.” Riwayat Al-Bukhârî …
النُّطقُ بِالْحَقِّ أَوَّلُهُ مُرٌّ وَآخِرُهُ حُلْوٌ “Mengucapkan kebenaran awalnya itu terasa pahit dan akhirnya itu manis.” قَالَ أَبُو ذَرٍّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ: أَمَرَنِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ: أَمَرَنِي بِحُبِّ الْمَسَاكِينِ وَالدُّنُوِّ مِنْهُمْ وَأَمَرَنِي أَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ دُونِي وَلَا أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقِي وَأَمَرَنِي أَنْ أَصِلَ الرَّحِمَ وَإِنْ أَدْبَرَتْ وَأَمَرَنِي أَنْ لَا أَسْأَلَ أَحَدًا شَيْئًا وَأَمَرَنِي أَنْ …
Pertanyaan:Ustâdz, apa yang Ustâdz nasehatkan kepada kaum Muslimîn yang di-PKH sampai banyak sekali yang minta-minta dengan beralasan tidak ada lagi pekerjaan? Jawaban:Kalau memang sudah tidak memiliki apa-apa lagi untuk bisa hidup kecuali hanya dengan cara meminta-minta maka ketika meminta hendaklah hanya sebatas untuk bisa hidup, dan jangan sekali-kali menjadikan minta-minta sebagai profesi atau pengganti pekerjaan, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa …
Pertanyaan:Ustâdz, ada seorang dâ’î mengatakan bahwa isteri yang memiliki harta tidaklah boleh baginya mempergunakan hartanya kecuali ada ijin dari suaminya? Apakah memang harta isteri itu harta suami? Jawaban:Jika isteri memiliki harta maka itu adalah harta miliknya sendiri, boleh baginya menggunakan sekehendaknya dalam perkara kebaikan sebagaimana boleh baginya bersedekah dengan hartanya sendiri walaupun tanpa izin dari suaminya, berkata ‘Âisyah Radhiyallâhu ‘Anhâ: …
Pertanyaan:Apakah benar lafazh ini riwayat Al-Bukhârî: سَلَامَةُ الْإِنْسَانِ فِي حِفْظِ اللِّسَانِ “Keselamatan manusia itu tergantung pada penjagaan terhadap lisannya.” Jawaban:Kita tidak mengetahui bahwa Al-Bukhârî Rahimahullâh di dalam kitâb “Shahîh”nya meriwayatkan perkataan tersebut. Oleh karena itu hendaklah seseorang yang menjaga lisan dan tulisannya untuk tidak bermudah-mudahan menyebutkan suatu ungkapan atau suatu perkataan bahwasanya itu riwayat Al-Bukhârî sehingga tidak terjatuh ke dalam …
📱 Pertanyaan:Masalah hibah itu terdapat di Al-Qur’ãn atau di hadîts? Apa hukumnya kalau hibah itu dicabut? 📲 Jawaban:Perkara hibah telah disebutkan di dalam Al-Qur’ãn dan As-Sunnah, secara bahasa disebutkan di dalam Al-Qur’ãn: وَوَهَبۡنَا لَهُم مِّن رَّحۡمَتِنَا “Kami hibahkan untuk mereka dari rahmat Kami.” [Surat Maryam: 50]. Secara syar’î tentang adanya hibah disebutkan oleh Ahlul ‘Ilmi dengan berdalîl perkataan Allâh Subhânahu …
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ Hendaknya bagi yang sudah berusia 40 tahun ke atas lebih bersemangat: ☑ Berdoa kepada Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ. ☑ Bersyukur kepada Allâh ‘Azza wa Jalla atas berbagai keni’matan yang telah Dia karuniakan. ☑ Bersungguh-sungguh dalam beramal shâlih. ☑ Senantiasa berusaha untuk memperbaharui dan memperbaiki amalan. ☑ Memperbanyak beristighfar dan bertaubat kepada Allâh Ta’âlâ. ☑ Benar-benar memasrahkan …
Ciri-ciri seorang pendusta, di antaranya: ☑ Menceritakan setiap apa yang dia dengar. Dari Abû Hurairah Radhiyallâhu ‘Anhu bahwasanya Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berkata: كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ “Cukuplah bagi seseorang sebagai pendusta manakala dia menceritakan terhadap setiap apa yang dia dengar.” Diriwayatkan oleh Muslim. ☑ Mengaku melihat dengan kedua matanya padahal dia tidak melihatnya. Dari …