Pertanyaan:Ustâdz, minta izin bertanya lagi, bagaimana baiknya menyikapi orang bodoh? Apakah perlu ditanggapi setiap ulahnya? Jawaban:Tidak perlu menanggapi orang bodoh, tapi biasanya kalau tidak ditanggapi dia akan tetap menampakkan dirinya seperti orang berilmu dan dia tidak akan merasa bodoh, sehingga dia akan terus berulah. Ketika nampak kebodohannya atau ditampakkan kebodohannya lalu dia merasa semakin lemah untuk berargumen maka dia akan …
📝 Pertanyaan:Saya ada titipan pertanyaaan dari teman, dia bertanya: Bagaimana adab penggunaan media sosial menurut Ustâdz? Syukrân Ustâdz. 📜 Jawaban:Media sosial hukum asalnya termasuk dari perkara yang mubah, dan dia akan berubah hukumnya tergantung pada penggunaannya, dengan demikian supaya menjaga dari terjatuh ke dalam perkara yang terlarang dan tercela maka kita akan sebutkan di antara adab-adabnya: 🔹 Menggunakannya pada perkara …
النَّصَائِحُ مَبْنِيَّةٌ عَلَى جَلْبِ الْمَصَالِحِ وَدَرْءِ الْقَبَائِح “Nasehat-nasehat itu dibangun untuk mendatangkan berbagai kemaslahatan dan menolak berbagai keburukan.” Berkata Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: الدِّينُ النَّصِيحَةُ “Agama adalah nasehat.” Riwayat Muslim. Berkata Nabiuttaubah ‘Alaihish Shalâtu was Salâm: إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ “Sungguh agama itu mudah, tidaklah seseorang bersikap berlebihan di dalam agama kecuali sikap berlebihan …
بِسمِ اللّٰهِ، الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَحْدَهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَن لَا نَبِيٍّ بَعْدَهُ، وَبَعْدُ Di tengah kesibukan kami pada perkara yang sangat penting ternyata orang yang tidak tahu kapasitas dan hakekat dirinya ikut menyibukkan kami dengan permainan murahannya, dialah Al-Awwalun Ibnu Abdurrahman Indrapury (selanjutnya disingkat AIAI). Ketika seseorang dari Sulawesi Utara mengirimkan kepada kami dari tulisan AIAI, kami terheran-heran dengan keadaan …
✋ Kami bukanlah Jamâ’ah Al-Khidhir atau Ahlul Furqah baik pada aqîdah kami ataupun pengamalan kami. Sungguh kami berusaha untuk masuk ke dalam Al-Firqatun Nâjiah atau Ath-Thâifah Al-Manshûrah dengan berusaha menjauhi perkara-perkara baru yang diada-adakan di dalam agama. __✍🏻Maka Perlu diketahui juga bahwasanya guru kami Al-Ustâdz Abû Ahmad Al-Khidhir Hafizhahullâh tidak pernah mengikat kami, ataupun mengajarkan kepada kami untuk taklîd kepada …
Pertanyaan:Ustâdz mohon bimbingannya supaya saya tidak salah terus dalam berteman, karena saya ini sudah banyak mengikuti nasehat Ustâdz-ustâdz dan Syaikh-syaikh, semuanya menasehatkan supaya jauhi teman-teman yang bukan salafî, saya diarahkan untuk berteman dengan yang salafî, saya coba tetap saja saya dapati seperti dulu, salah berteman. Jawaban:Ada dua bimbingan yang perlu kamu ketahui, yang kebanyakan manusia lalai pada salah satu dari …
Pertanyaan:Ustâdz ana mau bertanya: Saya sering mendengar kalimat-kalimat olokan dari beberapa penuntut ilmu dan bahkan beberapa dâ’î, yang isi kalimatnya adalah mengolok perbuatan atau amal seseorang atau suatu kelompok yang keliru atau menyimpang, dengan kata lain menjadikan kekeliruan dan penyimpangan orang atau suatu kelompok sebagai bahan candaan dalam obrolan bahkan dalam majelis. Apakah ini dibenarkan? Apakah ada olok-olok yang diperbolehkan? …
Pertanyaan:Ustâdz permisi izin bertanya: Bolehkah bagi seorang yang mengikuti Sunnah mengolok-olok imâm masjid awam yang shalat tambahkan bid’ah-bid’ah? Jawaban:Hendaklah bagi orang yang merasa mengikuti Sunnah untuk bertakwa kepada Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ dan hendaklah tidak bermudah-mudahan dalam mengolok-olok orang lain, mengolok-olok orang yang berbuat dosa dan kesalahan bukanlah suatu solusi, bahkan itu akan menambah fitnah dan kejelekan, cukuplah peringatan dari …
Sebagian orang yang merasa memiliki beberapa julukan terkadang meremehkan orang yang berjulukan Thâlibul ‘Ilmi, apalagi kalau orang tersebut berlainan pendapat dengan mereka, maka dengan bangga mereka katakan: “Siapa dia? Tidaklah dia itu kecuali hanya seorang Thâlibul ‘Ilmi.” Mereka sadari ataupun tidak, bahwasanya penduduk langit dan bumi telah mempersaksikan tentang kemuliaan julukan Thâlibul ‘Ilmi, Ahmad bin Hanbal pernah berkata di hadapan …
📝 Pertanyaan:Pak Ustâdz, Alhamdulillâh dengan kemurahan dan belas kasihan Allâh kepada saya dan keluarga, saya memperoleh kecukupan rezeki dan kadang Allâh beri tambahan rezeki kepada saya dan keluarga, saya sekeluarga senang dengan adanya tambahan ini, sebagai rasa terima kasih saya sekeluarga kepada Allâh maka saya senang menyedekahkan tambahan ini. Prinsip saya sekeluarga hendaklah sedekah yang saya serahkan bisa berpahala sangat …