MENYIKAPI ILMU ORANG YANG TERJATUH KE DALAM KESALAHAN

Pertanyaan:Bolehkah saya mengambil ilmu Al-Ustâdz Ja’far ‘Umar Thâlib Rahimahullâh? Lalu bagaimana menjawab komentar orang-orang yang benci setengah mati kepada beliau sampai ghuluw sekali membicarakan dan menyikapi beliau hingga terus-terusan menyebut kasus jihâd di Maluku? Jawaban:Ambillah ilmu yang kamu butuhkan dan kamu perlukan dari beliau, dengan tetap menyebutkan darinya jika ilmunya itu jelas benar dan tinggalkan jika ilmunya itu keliru. Jangankan …

HUKUM-HUKUM SEPUTAR BERDOA DAN BERDZIKIR

Pertanyaan:Apa perbedaan dzikir dan do’a? Karena dilafazh dzikir juga ada lafadz do’a. Jawaban:Dzikir lebih umum daripada do’a, orang yang berdoa teranggap berdzikir, sedangkan orang yang berdzikir belum tentu berdoa, kecuali kalau dzikirnya diikutkan dengan doa atau dia membuka doanya dengan dzikir, sebagaimana diperjelas oleh perkataan Nabiurrahmah Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam kepada seorang Arab Badui untuk berdzikir: قُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ …

JALAN MERAIH KESELAMATAN

Berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: بَلٰى مَنْ اَسْلَمَ وَجْهَهٗ لِلّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهٗۤ اَجْرُهٗ عِنْدَ رَبِّهٖ ۖ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ “Tentu, barangsiapa memasrahkan wajahnya kepada Allâh dan dia berbuat kebaikan maka baginya pahala di sisi Rabbnya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.” [Surat Al-Baqarah: 112]. Syarat meraih keselamatan ada dua: …

KITÂB-KITÂB UNTUK PARA PENUNTUT ILMU

Pertanyaan:Apa saja kitâb-kitâb dari berbagai cabang Ilmu agama yang seharusnya dimiliki oleh seorang penuntut ‘ilmu?Jazâkumullâhu khairan. Jawaban:Kitâb-kitâb yang perlu dimiliki oleh seorang penuntut ilmu, di antaranya: Mushhaf Al-Qur’ãn. Al-Arba’ûn An-Nawawiyyah karya Yahyâ An-Nawawî. ‘Umdatul Ahkâm karya ‘Abdul Ghanî Al-Maqdisî. Riyâdhus Shâlihîn karya Yahyâ An-Nawawî. Bulûghul Marâm karya Ibnu Hajar Al-‘Asqalânî Shahîhul Bukhârî karya Muhammad Al-Bukhârî. Shahîh Muslim karya Muslim bin …

KRITIK TERHADAP PEMUTLAKAN VONIS KHAWÂRIJ

Pertanyaan:Ustâdz, apakah setiap orang atau kelompok menyelisihi pemerintah berarti telah jadi khawârij, karena jaman sekarang sedikit sedikit orang atau kelompok selisihi pemerintah dan ‘ulamâ pemerintah langsung dijatuhi vonis khawârij, dicap mereka khawârij, dibilang anjing-anjing neraka? Mohon pengarahannya bersama sebutkan dalîlnya. Jawaban:Jika setiap orang yang menyelisihi pemerintah dimutlakkan termasuk khawârij maka bagaimana dengan Abû ‘Ubaidah bin Jarrâh Radhiyallâhu ‘Anhu yang beliau …

SUNNATULLÂH TIDAK AKAN PERNAH BERUBAH

Sekokoh apa pun persatuan dan sekuat bagaimanapun kerjasama tapi kalau di dalamnya terkandung unsur kezhaliman terhadap orang shâlih dan terdapat kebencian kepadanya maka persatuan dan kerjasama itu akan berubah sedikit demi sedikit menjadi perpecahan dan perlawanan: وَلَا تَجِدُ لِسُنَّتِنَا تَحْوِيلًا “Kamu tidak akan dapati ada perubahan terhadap Sunnatullâh.” [Surat Al-Isrâ’: 77]. Fâidah dari tanya jawab bersama:Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa …

MENJAWAB SALÂM ORANG-ORANG KÂFIR

Pertanyaan:Bagaimana menjawab salâm orang-orang kâfir? Jawaban:Menjawab salâm orang-orang kâfir hanya dengan ucapan Wa’alaikum, tidak lebih dari itu, sama saja mereka mengucapkan Assalâmu’alaikum saja atau mengucapkan lengkap Assalâmu’alaikum Warahmatullâhi Wabarakâtuh, tetap jawabannya hanya Wa’alaikum, karena Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam telah katakan: إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْكِتَابِ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْ “Jika Ahlul Kitâb mengucapkan salam kepada kalian maka ucapkanlah: “Wa’alaikum.” Riwayat Al-Bukhârî …

NASEHAT PENGINGAT

Alhamdulillâh dakwah tetap berjalan, orang yang ingin datang ke majlis kita mudah-mudahan atas dasar kesadaran dan keinginan untuk mau belajar bersama dengan kita, bukan karena disuruh orang, bukan pula karena diberi rekomendasi oleh orang lain, sehingga dengan kesadaran dan keinginannya itu dia menyadari serta dapat memaklumi bila ada kekurangan atau ada ketidakpuasan dalam belajar bersama kita.Alhamdulillâh kita diberi amanah oleh …

MENGUCAPKAN KEBENARAN AWALNYA ITU TERASA PAHIT DAN AKHIRNYA ITU MANIS

النُّطقُ بِالْحَقِّ أَوَّلُهُ مُرٌّ وَآخِرُهُ حُلْوٌ “Mengucapkan kebenaran awalnya itu terasa pahit dan akhirnya itu manis.” قَالَ أَبُو ذَرٍّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ: أَمَرَنِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ: أَمَرَنِي بِحُبِّ الْمَسَاكِينِ وَالدُّنُوِّ مِنْهُمْ وَأَمَرَنِي أَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ دُونِي وَلَا أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقِي وَأَمَرَنِي أَنْ أَصِلَ الرَّحِمَ وَإِنْ أَدْبَرَتْ وَأَمَرَنِي أَنْ لَا أَسْأَلَ أَحَدًا شَيْئًا وَأَمَرَنِي أَنْ …

DIMANA KEKHAWATIRAN KITA DIBANDING PARA SALAF

Para salaf sangat perhatian terhadap kewajiban shalat, mereka melaksanakan sesuai petunjuk Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, mereka menjaga kesempurnaannya, mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan shaff pertama dan shaff mereka benar-benar rapat, namun ternyata mereka masih khawatir kalau shalat mereka tidak diterima oleh Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ. Demikian pula mereka senang bersedekah, baik secara terang-terangan ataupun sembunyi-sembunyi namun ternyata mereka masih khawatir …