Pertanyaan:Saya izin bertanya tentang rincian kaidah fikih: الْأَحْكَامُ تُنَاطُ بِِالمَظَانِّ وَالظَّوَاهِر، لَا عَلَى الْقَطْعِ وَاطِّلَاعِ السَّرَائِرِ Mohon pencerahannya, Ahsanallâhu ilaikum. Jawaban:Di dalam kaidah syar’iyyah disebutkan: الْأَحْكَامُ تُنَاطُ بِِالمَظَانِّ وَالظَّوَاهِر، لَا عَلَى الْقَطْعِ وَاطِّلَاعِ السَّرَائِرِ “Hukum-hukum itu tergantung pada berbagai dugaan dan zhahirnya, tidak pada memastikan dan melihat-lihat yang tersembunyinya.”Ini merupakan salah satu kaidah syar’iyyah yang ditetapkan oleh Ahlul ‘Ilmi berdasarkan …
Pertanyaan:‘Afwân admin Majaalis Al-Khidhir saya hendak bertanya, saya mendengar kabar Ustâdz Al-Khidhir mulai rencana buat ma’had, kapan rencana beliau bisa ada ma’had? Jika demikian Insyâ Allâh saya juga berniat mukim dekat Ustâdz supaya bisa ta’lim rutin. Jawaban:Kita hanya merencanakan dan mengharapkan, Allâh-lah yang menentukan yang terbaik. Semoga harapan kita sesuai dengan yang disebutkan di dalam hadîts: إِذَا تَمَنَّى أَحَدُكُم فَلْيُكثِرْ، …
Bersyukur itu dengan 3 keadaan:1) Bersyukur dengan ucapan lisân.2) Bersyukur dengan amalan.3) Bersyukur dengan ucapan lisan sekaligus dengan amalan. (Lihat Al-Mumti’ fî Syarhil Qawâ’idil Arba’, hal. 8 / Maktabah Al-Khidhir Bekasi).
بَابُ مَعْرِفَةِ أَهْلِ التَّوحِيدِ بِعَلَامَةِ آثَارِ السُّجُودِ Bâb MENGETAHUI AHLUT TAUHÎD MELALUI TANDA BEKAS-BEKAS SUJÛD Berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: مُّحَمَّدࣱ رَّسُولُ ٱللَّهِۚ وَٱلَّذِینَ مَعَهُۥۤ أَشِدَّاۤءُ عَلَى ٱلۡكُفَّارِ رُحَمَاۤءُ بَیۡنَهُمۡۖ تَرَىٰهُمۡ رُكَّعࣰا سُجَّدࣰا یَبۡتَغُونَ فَضۡلࣰا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَ ٰنࣰاۖ سِیمَاهُمۡ فِی وُجُوهِهِم مِّنۡ أَثَرِ ٱلسُّجُودِ “Muhammad adalah utusan Allâh, orang-orang yang bersamanya keras terhadap orang-orang kâfir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. …
Pertanyaan:Apa bantahan atas orang yang mengatakan bahwa orang yang banyak-banyak belajar tauhîd kalau diibaratkan listrik maka otaknya konslet? Jawaban:Ketahuilah bahwasanya orang yang belajar ilmu agama pasti dia akan dihadapkan dengan tauhîd, dari awal belajarnya hingga akhir belajarnya akan berhadapan dengan tauhîd, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا “Allâh telah mengajarkan kepada Ãdam nama-nama seluruhnya.” [Al-Baqarah: 31].Tentu yang …
📝 Pertanyaan:Dikatakan di dalam kitâb “Syarhu Ushûli I’tiqâdi Ahlis Sunnah” dari Ayyub bahwasanya beliau berkata: ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺻَﺎﺣِﺐَ ﺳُﻨَّﺔٍ ﻭَﺟَﻤَﺎﻋَﺔٍ فَلَا تَسْأَلْ عَنْ أَيّ حَالٍ كَانَ فِيْهِ “Jika keberadaan seseorang itu berpegang kepada sunnah dan jamâ’ah maka jangan kamu bertanya tentang bagaimana perihal yang dia berada padanya?”.Apa makna atsar tersebut? 📜 Jawaban:Makna dari perkataannya: ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺻَﺎﺣِﺐَ ﺳُﻨَّﺔٍ …
بَابُ الْجِهَادِ لِأَجْلِ التَّوحِيدِ Bâb BERJIHÂD KARENA TAUHÎD Berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: وَقَـٰتِلُوهُمۡ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتۡنَةࣱ وَیَكُونَ ٱلدِّینُ كُلُّهُۥ لِلَّهِ “Perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah dan supaya agama benar-benar hanya untuk Allâh.” [Surat Al-Anfâl: 39]. Sumber:Kitâbut Tauhîd, hal. 22 / Maktabah Al-Khidhir Bekasi.
📱 Pertanyaan:Ada yang membandingkan ucapan Al-Fudhail bin ‘Iyâdh Rahimahullâh dengan apa yang dikatakan oleh Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh, bagaimana tanggapannya? 📲 Jawaban:Al-Imâm Al-Fudhail bin ‘Iyâdh Rahimahullâh mengatakan: لَوْ أَنَّ لِي دَعْوَةً مُسْتَجَابَةً مَا صَيَّرْتُهَا إِلا فِي الإِمَامِ “Kalau sesungguhnya aku memiliki suatu doa yang terkabulkan maka aku tidak akan menggunakannya kecuali untuk mendoakan pemimpin.”Di dalam suatu riwayat dengan lafazh: مَا …
Sesuatu yang paling termahal di dalam kehidupan dunia adalah ampunan Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ. ABÛ BAKR ASH-SHIDDÎQ RADHIYALLÂHU ‘ANHU Abû Bakr Ash-Shiddîq Radhiyallâhu ‘Anhu adalah orang terbaik pada umat ini setelah Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, beliau telah mendapatkan jaminan masuk Surga, namun ternyata beliau masih sangat membutuhkan ampunan, berkata ‘Âisyah Ash-Shiddîqah Radhiyallâhu ‘Anhâ: قَالَ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ وَكَانَ يُنْفِقُ …
الْإِيمَانُ قَولٌ بِاللِّسَانِ وَعَمَلٌ بِالْأَرْكَانِ وَاعْتِقَادٌ بِالْقَلْبِ، يَزِيدُ بِالطَّاعَةِ وَيَنْقُصُ بِالْمَعْصِيَةِ وَيَقْوَى بِالْعِلْمِ وَيَضْعَفُ بِالْجَهْلِ “Îmân adalah mengucapkan dengan lisân, mengamalkan dengan anggota tubuh, meyakini dengan hati, bertambah dengan ketaatan, berkurang dengan kemaksiatan, menguat dengan ilmu dan melemah dengan kebodohan.”Berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: وَمِنۡهُم مَّن یَسۡتَمِعُ إِلَیۡكَ حَتَّىٰۤ إِذَا خَرَجُوا۟ مِنۡ عِندِكَ قَالُوا۟ لِلَّذِینَ أُوتُوا۟ ٱلۡعِلۡمَ مَاذَا قَالَ ءَانِفًاۚ …