Alhamdulillâh guru kita Al-Ustâdz Abul ‘Abbâs Harmîn Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaih meninggalkan untuk kita ilmu berupa beberapa karya tulis, di antara buku Hubungan Antara Tauhîd dengan ‘Aqîdah. Semoga keberadaan buku ini dapat bermanfaat sebagaimana buku-buku beliau yang lainnya.
Pertanyaan:Ustâdz mungkinkah ada orang munâfiq berjubah salafiyyah? Jawaban:Sangat memungkinkan, jangankan di zaman kita ini, di zaman Nabî Shallallâhu Alaihi wa Sallam saja banyak orang-orang munâfiq menampakan diri sebagai para shahabat, padahal mereka bukan termasuk dari para shahabat, penampilan mereka dalam menampakan keislâman membikin orang kagum, kalau mereka berbicara tentang sesuatu yang nampak sebagai kebenaran maka membuat orang banyak tertipu, Allâh …
Pertanyaan:Ada seorang dâ’î yang bernama Al-Ustâdz Muhammad ‘Umar As-Sewwed, dia sangat benci dengan Asy-Syaikh Yahyâ Al-Hajûrî, dia berkata: “Ikhwânî fiddîn A’azakumullah, Syaikh Yahyâ sudah ditahdzir oleh para ‘ulamâ. Disebut bahwa dia dhal mudhil, yang sesat dan menyesatkan. Sehingga hendaklah dijauhi Syaikh Yahyâ dan pengikut-pengikutnya. Jauhi mereka! Jangan duduk bersama mereka! Jangan ngaji di tempat mereka! Jangan dekat-dekat dengan mereka! Kalau …
Pertanyaan:Bagaimana sikap kita terhadap perkataan sebagian orang bahwa Imâm Nawawî dan Ibnu Hajar juga tergelincir dalam ‘aqîdah? Jawaban:Kesalahan Al-Imâm An-Nawawî dan Ibnu Hajar Al-‘Asqalanî dalam perkara ‘aqîdah merupakan perkara yang sudah diketahui oleh Ahlul ‘Ilmi, dengan itu mereka memperingatkan umat dari kesalahan keduanya, karena menjelaskan kesalahan merupakan suatu kewajiban bagi yang mengilmuinya, dengan itu orang-orang yang beriman akan memperoleh manfaat …
Awam adalah nisbat kepada keumuman dari manusia, yaitu lawan dari kekhususan manusia. Dan yang diinginkan dengan kekhususan manusia di sini adalah Ahlul ‘Ilmi (orang-orang berilmu) dan Thalabatul ‘Ilmi (para pencari ilmu). Sumber:Al-‘Aqîdah As-Salîmah ‘Alal Ushûlis Sittatil ‘Azhîmah, (hal. 18) Maktabah Al-Khidhir Bekasi. تعريف العوامالعوام جمع عامي، وهو المنسوب إلى العامة من الناس ضد الخاصة، والمراد بالخاصة ها هنا أهل العلم …
بسم الله الرحمن الرحيم Sungguh telah berbicara sebagian orang atas Saudi Arabia bahwasanyasimbol Al-Masîh Ad-Dajjâl ada di Saudi Arabia, yakni gambar matanya, sebagian orang mengatakan bahwa matanya satu saja, padahal tidak seperti yang dia katakan, karena sesungguhnya Al-Masîh Ad-Dajjâl memiliki dua mata yaitu mata kanan dan mata kiri, akan tetapi buta pada mata yang kanannya sebagaimana di dalam “Shahîh Al-Bukhârî” …
📝 Pertanyaan:Ustâdz bisakah dijelaskan tentang munculnya istilah Ikhwah Tsâbitîn? Mengingat banyak ikhwah yang belum memahami istilah ini dan bertanya-tanya siapakah imâm salaf yang memunculkannya, sehingga ketika ada ikhwah bertanya dan menyebutkan Ikhwah Tsâbitîn, ini menjadi tanda tanya terus. Jazâkallâhu khairan Ustâdz. 📜 Jawaban:Sebagian ikhwah telah menjadikan istilah “ikhwah Tsâbitîn” atau “Ahlissunnah Tsâbitîn” sebagai suatu pembeda di antara mereka dan di …
Kalimat Tauhîd akan bermanfaat kepada orang yang tidak beramal apabila hujjah belum sampai kepadanya, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِینَ حَتَّىٰ نَبۡعَثَ رَسُولࣰا “Tidaklah Kami akan melakukan penyiksaan sampai kami mengutus seorang utusan.” [Surat Al-Isrâ’: 15].Di dalam riwayat Ibnu Mâjah (no. 4049) dari Hudzaifah Ibnul Yamân Radhiyallâhu ‘Anhumâ: وَتَبْقَى طَوَائِفُ مِنْ النَّاسِ الشَّيْخُ الْكَبِيرُ وَالْعَجُوزُ ، يَقُولُونَ أَدْرَكْنَا …
Pertanyaan:Kalau kita berqurbân untuk orang tua yang sudah meninggal dunia itu bagaimana hukumnya? Ada yang bilang tidak boleh, dan ada yang bilang tidak apa-apa, nanti itu sebagai sedekah? Jawaban:Disyari’atkan berqurbân itu hanya kepada orang yang masih hidup, seseorang berqurbân untuk dirinya atau untuk keluarganya yang masih hidup sebagaimana dicontohkan oleh seorang putera Ãdam yang bertaqwâ pada zaman dahulu, Allâh Subhânahu …
Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam menyatakan tentang wanita yang tidak boleh shalat karena sedang haid: فَذَلِكَ مِنْ نُقْصَانِ دِينِهَا “Demikian itu termasuk dari kekurangan pada agamanya.” Ini tentang wanita yang tidak boleh shalat karena haid lalu bagaimana dengan orang yang meninggalkan shalat karena malas? Maka tentu dia benar-benar kehilangan agama, berkata ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallâhu ‘Anhu: ﻣَﻦْ ﺗَﺮَﻙَ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻓَﻼَ …