Buah-buahan dan sayuran segar (raw fruits & raw veggies) itu sama kedudukannya dengan nasi, usahakan keduanya dikonsumsi setiap hari sebagaimana kita makan nasi. Di lain itu, jangan terbalik menempatkan makanan dari sumber hewani sebagai makanan yang lebih utama daripada buah-buahan dan sayur segar, karena tubuh kita hanya membutuhkan sangat sedikit makanan dari sumber hewani dan membutuhkan banyak makanan dari buah-buahan …
Pertanyaan:Apa benar Ustâdz punya teman seorang dâ’î yang bernama Ãdam sama-sama alumni Dârul Hadîts Dammâj? Jawaban:Kawan kami yang kami kenal bernama Ãdam ada dua: Ãdam Al-Jakartî dan Ãdam Al-Bandawî Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaihimâ.Adapun Ãdam Al-Jakartî Rahimahullâh, kami berangkat sama-sama ke Dârul Hadîts Dammâj, pertama kali kami berjumpa di Bandara Jakarta, beliau ketika itu diantar ke Bandara oleh keluarganya, beberapa tahun …
Pertanyaan:Apakah muntah termasuk pembatal puasa? Jawaban:Muntah bukan termasuk dari pembatal puasa, namun kalau seseorang khawatirkan dengan sebab muntah tadi dia akan lemas atau tidak kuat untuk meneruskan puasanya maka tidak mengapa baginya untuk membatalkan puasanya dan nanti dia ganti puasanya pada hari lain di luar bulan Ramadhân, hukum keberadaannya sama seperti orang yang sakit, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: فَمَن …
Dia adalah Muhammad bin Yazid bin Mâjah Al-Qazwainî, masyhûr dengan Ibnu Mâjah. Kunyah beliau adalah Abû ‘Abdillâh dan julukan beliau adalah imâm dan hâfizh. Dia lahir di Qazwaîn pada tahun 209 Hijriyyah. Dia memulai rihlah menuntut ilmu ke berbagai kota pada tahun 230 Hijriyyah, beliau rihlah ke Khurâsân, Baghdâd, Kûfah, Mesir, Makkah dan Madînah serta ke kota-kota lainnya. Beliau memiliki …
Beliau adalah ‘Abdullâh bin Busr bin Abî Busr Al-Mâzinî, kunyah beliau adalah Abû Shafwân.Beliau dan ayahnya termasuk dari Shahabat Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, beliau mengisahkan bahwa Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam pernah singgah ke rumah ayahnya lalu ayahnya menyuguhkan makanan dan minuman, setelah selesai makan ayahnya berkata kepada Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: ادْعُ اللَّهَ لَنَا “Berdoalah kepada Allâh …
Mungkin saja orang akan berkata: “Buah sayur buah sayur terus sih advice-nya? Tidak ada yang lain apa?” Begitulah keberadaan buah sayur sering diremehkan, sering disepelekan, padahal manfaatnya luar biasa.Harganya merakyat, dimana-mana ada, mudah didapat, alami tumbuh langsung dari tanah, sesuai dengan kodratnya manusia. Sayur dan buah adalah permulaan! Karena semua ikhtiar untuk sehat dan sembuh dari penyakit akan sia-sia jika …
Pertanyaan:Apakah tsunami dan gempa bisa dikatakan sebagai petaka atau ujian? Bagaimana dengan para korbannya? Jawaban:Gempa, Tsunami, banjir dan lain sebagainya dari berbagai bencana itu sebagai petaka pada suatu kaum dan sebagai musibah pada kaum yang lain, Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam telah menyebutkan tentang orang-orang yang terkena bencana: ثُمَّ يُبْعَثُونَ عَلَى نِيَّاتِهِمْ “Kemudian mereka dibangkitkan sesuai dengan niat-niat mereka.” Masing-masing …
Pertanyaan:Bagaimana hukum memakai sajjâdah yang bergambar masjid atau ka’bah ketika shalat? Jawaban:Memakai pengalas ketika shalat tidaklah mengapa, sama saja pengalasnya berupa karpet, sajjâdah, atau kain. Selama pengalas-pengalas tersebut tidak terdapat padanya gambar makhluk bernyawa maka tidak mengapa menggunakannya.Adapun kalau gambarnya berupa gambar masjid, ka’bah atau ukiran-ukiran maka ini juga tidak mengapa, dan hukumnya akan menjadi makruh jika keberadaannya mengganggu kekhusyu’an …
Pertanyaan:Bagaimana kita menyikapi perkataan para Ashhâbus Siyar itu Ustâdz? Bolehkah kita yakini? Jawaban:Ashhâbus Siyar jika mereka meriwayatkan suatu kisah maka kita melihat kepada isi kisahnya, apabila isi kisahnya tidak benar maka kita ingkari dan apabila isi kisahnya benar maka kita terima, karena Ashhâbus Siyar terkadang meriwayatkan secara mursal namun jalur periwayatannya berbilang, yaitu suatu riwayat bersesuaian dan bercocokan dengan riwayat …
Pertanyaan:Kronologi wafatnya guru Ustâdz Asy-Syaikh Kamâl Al-Adnî itu bagaimana? Apakah beliau wafat seperti guru Ustâdz Asy-Syaikh Sa’îd bin Da’âs? Jawaban:Syaikhunâ Abû ‘Abdillâh Kamâl Al-‘Adnî wafat sama seperti wafatnya Syaikhunâ Abû Hâtim Sa’îd bin Da’âs Al-Yâfi’î Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaihim, keduanya wafat karena sebab dibunuh oleh kaum Syî’ah-Râfidhah.Asy-Syaikh Abû ‘Abdillâh Kamâl setelah mendengar bahwa Asy-Syaikh Abû Hâtim Sa’îd telah wafat maka …