Pertanyaan:Ustâdz, apa yang Ustâdz nasehatkan kepada kaum Muslimîn yang di-PKH sampai banyak sekali yang minta-minta dengan beralasan tidak ada lagi pekerjaan? Jawaban:Kalau memang sudah tidak memiliki apa-apa lagi untuk bisa hidup kecuali hanya dengan cara meminta-minta maka ketika meminta hendaklah hanya sebatas untuk bisa hidup, dan jangan sekali-kali menjadikan minta-minta sebagai profesi atau pengganti pekerjaan, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa …
Tauhîd adalah engkau beribadah hanya kepada Allâh satu-satu-Nya, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: قُلۡ إِنَّمَاۤ أَنَا۠ بَشَرࣱ مِّثۡلُكُمۡ یُوحَىٰۤ إِلَیَّ أَنَّمَاۤ إِلَـٰهُكُمۡ إِلَـٰهࣱ وَ ٰحِدࣱۖ فَمَن كَانَ یَرۡجُوا۟ لِقَاۤءَ رَبِّهِۦ فَلۡیَعۡمَلۡ عَمَلࣰا صَـٰلِحࣰا وَلَا یُشۡرِكۡ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦۤ أَحَدَۢا “Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Ilah (Sesembahan) kalian adalah adalah Ilah (Sesembahan yang Satu)”. Barangsiapa …
Pertanyaan:Ustâdz, ada seorang dâ’î mengatakan bahwa isteri yang memiliki harta tidaklah boleh baginya mempergunakan hartanya kecuali ada ijin dari suaminya? Apakah memang harta isteri itu harta suami? Jawaban:Jika isteri memiliki harta maka itu adalah harta miliknya sendiri, boleh baginya menggunakan sekehendaknya dalam perkara kebaikan sebagaimana boleh baginya bersedekah dengan hartanya sendiri walaupun tanpa izin dari suaminya, berkata ‘Âisyah Radhiyallâhu ‘Anhâ: …
Pertanyaan:Apakah benar lafazh ini riwayat Al-Bukhârî: سَلَامَةُ الْإِنْسَانِ فِي حِفْظِ اللِّسَانِ “Keselamatan manusia itu tergantung pada penjagaan terhadap lisannya.” Jawaban:Kita tidak mengetahui bahwa Al-Bukhârî Rahimahullâh di dalam kitâb “Shahîh”nya meriwayatkan perkataan tersebut. Oleh karena itu hendaklah seseorang yang menjaga lisan dan tulisannya untuk tidak bermudah-mudahan menyebutkan suatu ungkapan atau suatu perkataan bahwasanya itu riwayat Al-Bukhârî sehingga tidak terjatuh ke dalam …
Pertanyaan:‘Afwân saya mau bertanya seputar qurbân, siapa yang diwajibkan untuk berqurbân? Jawaban:Orang yang diwajibkan berqurbân adalah orang yang berkemampuan, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ مَا ٱسۡتَطَعۡتُمۡ “Bertakwalah kalian kepada Allâh sesuai dengan apa yang kalian mampui.” [Surat At-Taghâbun: 16].Ketika seseorang berkemampuan maka tidak ada pantas baginya untuk meninggalkan berqurbân, berkata Asy-Syâfi’î Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaih: لَا أُرَخِّصُ فِي …
Pertanyaan:Adakah tanda bagi seorang muslim diterima amal kebaikannya? Jawaban:Tanda dan ciri seorang muslim diterima amalan shâlihnya adalah setelah dia melakukan amalan shâlihnya itu dia termotivasi untuk melakukannya lagi, dia bertekad dan berupaya untuk melakukan kembali hingga terus menerus melakukannya. Tidaklah Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam melakukan suatu amal shâlih secara kontinyu kecuali karena amalan shâlih tersebut memang diterima dan dicintai …
Pertanyaan:Saya berharap semoga suatu saat saya bisa ikut berjihâd Fî Sabîlillâh seperti Ahlussunnah yang pernah jihâd ke Ambon melawan RMS dan Ahlussunnah yang berjihâd di Dammâj melawan Hûtsî. Apakah harapan saya itu salah dan dapat dianggap mengangan-angankan perang? Jawaban:Kamu bukan mengangan-angankan perang, namun itu sebagai suatu harapan supaya kamu mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perang sebagai bentuk berjihâd fî Sabîlillâh sehingga …
Pertanyaan:Ustâdz yang membuat Qârûn binasa dengan hartanya, apa penyebabnya Ustâdz? Apakah dia Islâm? Jawaban:Qârûn dibinasakan oleh Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ karena beberapa sebab: 1) Dia bangga terhadap harta dan apa yang dimilikinya. 2) Dia melampaui batas dan dia mezhalimi orang-orang beriman dengan harta yang dimilikinya, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: إِنَّ قَـٰرُونَ كَانَ مِن قَوۡمِ مُوسَىٰ فَبَغَىٰ عَلَیۡهِمۡۖ وَءَاتَیۡنَـٰهُ مِنَ …
📱 Pertanyaan:‘Afwan Ustâdz untuk permasalahan qurbân, jika seorang anak hanya mampu berqurbân untuk dirinya sendiri tetapi dia mengetahui bahwa ibunya belum berqurbân manakah yang lebih diutamakan antara ibunya atau dirinya terlebih dahulu? 📲 Jawaban:Kalau ibunya masih hidup maka hendaklah dia mendahulukannya, karena keberadaan ibunya sama dengan ayahnya yaitu pemilik terhadap dirinya, disebutkan di dalam hadîts: أَنتَ وَمَالُكَ لِأَبِيْكَ “Kamu dan …
Pertanyaan:Mana yang utama bagi orang yang berkemampuan, dia berqurbân dengan satu ekor sapi seharga 50.000.000-an atau menginfâqkan uangnya itu untuk fî Sabîlillâh? Jawaban:Kita tidak ragukan lagi bahwa seseorang berqurbân dengan seekor sapi untuk dirinya sendiri itu lebih utama, namun supaya tidak ketinggalan dari memperoleh keutamaan yang lebih besar dan terus berkesinambungan manfaatnya untuk Islâm dan kaum Muslimîn maka hendaklah berqurbân …