Pertanyaan:‘Afwan Ustadz, mengenai Abu Fairuz itu siapa Ustadz? Apa antum kenal? Mereka itu termasuk mata-matanya penguasakah Ustadz?. Jawaban:Abu Fairuz adalah seorang yang dijuluki syaikh oleh sebagian ‘ulamanya yang bersama Asy-Syaikh Yahya Al-Hajuri, walaupun kemudian di antara mereka mencabut pemberian julukan itu hingga tidak lagi disebut syaikh, di antara kawan-kawannya yang sebelumnya menyebut-nyebutnya syaikh kemudian hanya disebut Abu Virus.Dulu waktu kami …
Pertanyaan:Ustadz, sering saya lihat pada sebagian orang walau sudah terang sekali kebenaran, masih saja tidak mau, karena ikutnya hanya ke pimpinan syaikh-syaikhnya. Malahan meminta ke Allah agar tidak memisahkan dari pimpinan syaikh-syaikhnya, apakah seperti ini boleh dibilang masuk masalah jahiliyyah?. Dan satu lagi pertanyaan saya, bagaimana supaya tidak menyimpang dari jalan kebenaran, jalan Allah yang lurus?. Jawaban:Masya Allah mengingatkan masa …
Yusuf ‘Alaihish Shalatu was Salam sejak kecil sudah diperlihatkan kecerahan masa depannya, beliau katakan: إِنِّی رَأَیۡتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوۡكَبࣰا وَٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ رَأَیۡتُهُمۡ لِی سَـٰجِدِینَ “Sungguh aku telah melihat sebelas bintang, matahari dan bulan. Aku melihat semuanya sujud kepadaku.” [Surat Yusuf: 4].Untuk sampai pada masa depan yang cerah itu, menjadi keharusan baginya untuk melalui waktu yang panjang dan melewati berbagai kesusahan …
Dakwah Tauhid yang sesungguhnya itu tidak seperti dakwah lainnya, awal mendakwahkan Tauhid itu tidak langsung diikuti oleh banyak orang, kadang yang mengikuti hanya seorang diri, kadang hanya dua orang, kadang hanya beberapa orang dalam waktu yang cukup panjang, kadang seorang da’i Tauhid tidak ada yang mengikutinya sama sekali. Jadi kurang tepat bila mengagumi dakwah seseorang yang baru berjalan hanya dalam …
Pertanyaan:Ada yang masih ragu dengan masalah vonis musyrik, bahwa itu haknya ‘ulama. Tidak boleh seseorang mendahului ‘ulama pada masalah khathir ini. Bagaimana tanggapan Ustadz?. Jawaban:Tidak mutlak menetapkan ketidakbolehan bagi yang bukan ‘alim ‘ulama, karena hukumnya dilihat pada perkaranya. Jika perkaranya itu berkaitan dengan perkara khafi atau perkara yang tidak difahami kecuali hanya orang-orang berilmu maka ini menjadi hak mereka yang …
Pertanyaan:Kenapa kata غَدًا di kalimat السَّفَرُ غَدًا termasuk khabar syibhul jumlah? Apa khabar syibhul jumlah tidak harus terdiri lebih dari satu kata?. Jawaban:Khabar yang berbentuk syibhul jumlah tidak harus lebih satu kata, kalau pun dikatakan dua kata maka salah satunya adalah huruf jar, seperti pada contoh: السَّفَرُ غَدًا “Bepergian jauh besok.”Pada kata غَدًا ini nampaknya satu kata, hanya saja hakekatnya …
Pertanyaan:Ada titipin pertanyaan Ustadz, apa mauqifnya Ustadz Al-Limbori tentang Hamas, apakah benar yang bersangkutan masih membela Hamas?. Jawaban:Hamas hizbiyyun, mereka sangat jelas di atas hizbiyyah, terang-terangan mereka berhizbiyyah secara resmi sesuai undang-undang ormas dan parpol yang berlaku di dunia Internasional, beda dengan hizbiyyun ‘adzirun yang berhizbiyyah secara tidak resmi. Pada hakekatnya Hamas memiliki niat baik untuk menolong Islam dan kaum …
Pertanyaan:Hizbiyyun ‘Adzirun menetapkan bahwa pemusyrikan itu bisa tatkala sudah menghilangkan syubhat yang ada pada orang berbuat syirk akbar, kalau tidak maka tidak boleh memusyrikannya. Bagaimana menjawabnya Ustadz?. Jawaban:Apa yang mereka tetapkan itu adalah tambahan syubhat bagi ahli syirik, jika menunggu sampai dihilangkan syubhat baru bisa menghukumi maka itu bisa terjadi kalau para ‘adzirun itu sudah pada mati, syubhat akan hilang …
Kita nasehatkan supaya tidak tersibukkan dengan mengirimkan artikel ke seseorang atau ke sebagian orang dari mereka yang terpapar dengan paham murji’ah, sudah banyak dari ikhwah yang melakukan, akan tetapi tidak seperti yang diharapkan. Sebagian sampai membelanjakan kitab-kitab lalu mengirimkan, sebagian lagi mengirimkan audio, sebagian lagi bertemu langsung. Akan tetapi tidaklah seperti yang diharapkan, justru para ikhwah dibalas dengan diberi syubhat-syubhat …
Pertanyaan:Izin bertanya Ustadz tentang hadits di bawah ini, bagaimana memahami dan menerapkan hadits tersebut, karena ada sebagian orang yang berdalil dengan hadits tersebut akan bolehnya bershalawat dengan niat untuk mendapatkan sesuatu:Dari Ubay bin Ka’b Radhiyallahu ‘Anhu berkata: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُكْثِرُ الصَّلَاةَ عَلَيْكَ فَكَمْ أَجْعَلُ لَكَ مِنْ صَلَاتِي؟ فَقَالَ: مَا شِئْتَ. قُلْتُ: الرُبُعَ؟ قَالَ: مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ …