EMPAT SIFAT MULIA, ADAKAH PADAMU DAN PADA BANGSAMU?

قَالَ الْمُسْتَوْرِدُ الْقُرَشِيُّ عِنْدَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: تَقُومُ السَّاعَةُ وَالرُّومُ أَكْثَرُ النَّاسِ. فَقَالَ لَهُ عَمْرٌو أَبْصِرْ مَا تَقُولُ. قَالَ أَقُولُ مَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَئِنْ قُلْتَ ذَلِكَ إِنَّ فِيهِمْ لَخِصَالاً أَرْبَعًا إِنَّهُمْ لأَحْلَمُ النَّاسِ عِنْدَ فِتْنَةٍ وَأَسْرَعُهُمْ إِفَاقَةً بَعْدَ مُصِيبَةٍ وَأَوْشَكُهُمْ كَرَّةً بَعْدَ فَرَّةٍ وَخَيْرُهُمْ لِمِسْكِينٍ …

KEMANTAPAN DAN KEKOKOHAN DALAM SEGALA URUSAN

Pertanyaan:Ustâdz, penggunaan kalimat: من ثبت نبت “Siapa yang kukuh maka dia akan tumbuh.”Itu pada urusan apa? Jawaban:Pada urusan agama secara umum, dan pada perkara menuntut ilmu secara khusus. Pada perkara agama, berkata Ibnul Qayyim Rahimahullâh: إن الدِّين مَدارُه على أصلينِ: العزم والثبات “Sesungguhnya agama poros perputarannya pada dua landasan, yaitu kemantapan dan kekokohan.”Beliau menyebutkan dalîlnya dari perkataan Nabî ‘Alaihish Shalâtu …

PUASA SUNNAH PADA BULAN MUHARRAM

Pertanyaan:Puasa sunnah apa saja pada bulan Muharram ini? Jawaban:Puasa khusus di bulan Muharram ini adalah puasa Tâsû’â dan Âsyûrâ’, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam tentang puasa Tâsû’â: فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ “Jika kita berada pada tahun depan maka Insyâ Allâh kita akan puasa Tâsû’â.”Yaitu puasa yang dilakukan pada tanggal sembilan Muharram.Nabî Shallallâhu ‘Alaihi …

PERSIAPAN MENGHADAPI PERANG IKLIM

Apa yang kita persiapkan untuk menghadapi Perang Iklim tentu sangat tidak mencukupi, namun kita yakin dengan kebenaran perkataan Nabî Akhir Zaman ‘Alaihish Shalâtu was Salâm: وَالْبَرَكَةُ مِنَ اللَّهِ “Keberkahan itu dari Allâh.” Riwayat Al-Bukhârî.Dengan keberkahan Allâh kita akan memperoleh kecukupan: حَسۡبُنَا ٱللَّهُ وَنِعۡمَ ٱلۡوَكِیلُ “Cukuplah Allâh Penolong bagi kami dan Allâh adalah sebaik-sebaik Pelindung.” [Surat Ãli ‘Imrân: 173]. [ Muhammad …

SEKARANG SAATNYA

Pertanyaan:Apa benar Ustâdz Khidhir dalam waktu dekat akan ‘uzlah? Jawaban:Insyâ Allâh kita akan tinggal di tempat terpencil yang jauh dari keramaian kota, namun bukan berarti kita akan menjauhi atau memisahkan diri dari kaum Muslimîn. Kita akan senantiasa keluar dakwah, kita akan tetap datang ke masjid-masjid untuk menyampaikan khutbah maupun ceramah, selama masjid masih terbuka untuk kita maka kita akan datangi. …

MENYEBARKAN ISLÂM DAN SUNNAH DI TENGAH UMAT

Pertanyaan:Siapa yang khutbah di Masjid Al-Kautsar hari ini (27 Dzulhijjah 1442 / 6 Agustus 2021)?. Jawaban:Alhamdulillâh yang khutbah di Masjid Al-Kautsar Tenggilis adalah Al-Akh Ãshif Al-Sundawî seorang santri Majâlis, menggantikan Ustâdz, karena Ustâdz mengisi khutbah di Masjid Baiturrahmân Kemang Pratama 3 Bekasi.Semoga Allâh menjadikan dakwah Islâm dan Sunnah ini semakin menyebar di kalangan masyarakat.Semoga kita diikutkan termasuk ke dalam umat …

HUKUM MEMBANGUN MASJID DI TANAH SENGKETA

Pertanyaan:Apa hukum membangun masjid di tanah sengketa seperti ada sebagian umat Muslim di Ambon ini? Jawaban:Hendaklah membangun masjid atau tempat dakwah di tanah yang bukan tanah sengketa, kalau dibangun di atas tanah sengketa akan menjadi beban pikiran, pusing memikirkannya. Apalagi kalau yang lawan sengketa memprovokasi dan menyebarkan isu tidak baik sehingga berkesan jelek terhadap dakwah, dianggap membangun di atas tanah …

KUDA DIGANTI DENGAN ANGIN

Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz saya mau tanya, apa maksud dari Perkataan Al-Hasan Al-Bashrî: “Tidak, demi Allâh. Janganlah engkau sibukan aku dari beribadah kepada Rabb-ku, inilah kesempatan terakhirmu.” Kemudian beliau memerintahkannya untuk disembelih.” Demikian pula yang dikatakan oleh Qatâdah. Untuk itu ketika beliau keluar tanpa menaiki berbagai kuda itu karena Allâh Ta’âlâ, maka Allâh menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik yaitu angin yang …

MEMPERJUANGKAN SUNANUL HUDÂ DI ZAMAN CORONA

Termasuk dari Sunanul Hudâ yang diterlantarkan oleh sebagian umat di zaman korona adalah mengumandangkan adzâan di masjid akan tetapi tidak menegakkan shalat berjamâ’ah di dalamnya, berkata ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallâhu ‘Anhu: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَّمَنَا سُنَنَ الْهُدَى وَإِنَّ مِنْ سُنَنِ الْهُدَى الصَّلاَةَ فِي الْمَسْجِدِ الَّذِي يُؤَذَّنُ فِيهِ “Sesungguhnya Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam mengajari kami tentang …