Pertanyaan:Ustâdz, saya mau nanya, saya punya saudara perempuan yang baru pula dari pondok pesantren, dia memakai cadar dan dia sangat tidak kuat dengan perkataan orang lain yang sering melecehkannya.Jadi yang saya tanyakan ke Ustâdz, bagaimana caranya untuk menjawab semua perkataan orang yang telah melecehkan atau yang telah menghina cadar saudari saya?Apakah saya harus melawannya, bagaimana pendapat Ustâdz? Jawaban:Semoga Allâh Subhânahu …
Pertanyaan:Dzikir dalam hati, apakah sama pahalanya dengan dzikir di ucapan dengan lisan? Jawaban:Dengan adanya perbedaan-perbedaan amalan kebaikan maka berbeda-berbeda pula pada pahalanya, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âla: وَلِكُلࣲّ دَرَجَـٰتࣱ مِّمَّا عَمِلُوا۟ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا یَعۡمَلُونَ “Setiap orang ada tingkatan-tingkatannya sesuai dengan apa yang mereka kerjakan. Dan tidaklah Rabbmu lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.” [Surat Al-An’âm: 132]. Adapun dzikir …
Tatkala kita mengingatkan orang-orang supaya takut dengan sebab keadaan sekarang ini, maka banyak yang berpaling, menjauh dan bahkan sampai memerintahkan untuk meninggalkan.Seandainya Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam masih hidup lalu menyaksikan langsung keadaan alam sekarang maka pasti beliau akan selalu mengingatkan untuk senantiasa takut sebagaimana takutnya beliau di saat melihat awan hitam, berkata ‘Âisyah Radhiyallâhu ‘Anhâ: وَكَانَ إِذَا رَأَى غَيْمًا …
Tatkala ada orang tulus mengatakan kepada orang yang merasa salafî tsâbit: “Ayo kita pergi membantu Ustâdz Abû Ahmad.” Langsung dijawab: “Oh tidak, Abû Ahmad harus ditinggalkan, dia bukan salafî tsâbit, karena dâ’î salafî tsâbit Ustâdz Shiddîq telah mengeluarkan fatwa untuk tinggalkan yang bersangkutan.” Dengan memohon pertolongan kepada Allâh, kita katakan: Alhamdulillâh kita hanya akan memohon pertolongan kepada Allâh Subhânahu wa …
Kita tidak membolehkan kaum Muslimîn di suatu negara untuk melakukan pemberontakan terhadap pemimpin Muslim di negara mereka, takala mereka tetap melakukan pemberontakan hingga berhasil merebut kekuasaannya lalu kepemimpinan dari kalangan mereka yang menjadi penguasa maka seluruh warga negara tersebut berkewajiban untuk menerima dan mengakui kekuasaannya serta mendengar dan mentaatinya.Ini masuk pada keumuman perkataan Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: إِنْ أُمِّرَ …
Suatu negara yang menjadi penguasanya adalah seorang Muslim yang keadaannya seperti Al-Hajjâj bin Yûsuf Ats-Tsaqafî itu lebih baik daripada suatu negara yang dikuasai oleh seorang demokratis, seorang liberalis, sekuleris atau seorang komunis. Al-Hajjâj membantai dan membunuh sebagian ‘ulamâ Ahlissunnah, diantara mereka beberapa orang shahabat dan tâbi’în. Walaupun Al-Hajjâj pemerintah yang zhâlim, akan tetapi Islâm dan berbagai syi’ârnya diagungkan, dimuliakan dan …
Alhamdulillâh kita ditolong dengan banyak sebab, di antaranya dengan sebab peremehan terhadap kita. Kita saja yang pernah rihlah menuntut ilmu sudah diremehkan lalu bagaimana dengan Muhammad Al-Mahdî Radhiyallâhu ‘Anhu kalau tiba-tiba muncul? Apakah akan diingkari dan diremehkan pula karena beliau belum pernah menuntut ilmu? Beliau bukan penuntut ilmu di Dârul Hadîts? Beliau bukan pula mahasiswa di Universitas? Beliau bukan pula …
Sangat mungkin bagi Allâh ‘Azza wa Jalla untuk menolong agama-Nya dengan siapa pun yang Dia kehendaki. Oleh kerena itu jangan pernah meremehkan kebaikan dan perjuangan orang lain terhadap Islâm ini. Tatkala pernah ada peremehan terhadap suatu kelompok dari umat Islâm yang dicap sebagai Ahlul Bid’ah, bahwasanya mereka tidak akan menaklukkan suatu negeri pun maka Allâh Subhânahu wa Ta’âla perlihatkan tanda …
Alhamdulillâh pelajaran tetap berjalan, walaupun yang hadir hanya kita berdua, yang penting kita mau bersabar, jangan kita merasa bosan atau kita merasa malas karena hanya berdua, banyaknya orang yang hadir bukanlah jaminan bahwa mereka semua memahami, namun kebanyakan mereka hanyalah meramaikan, kami sudah banyak memperhatikan hal ini, dahulu di Yaman sekitar 20 orang yang menghadiri majlis seorang guru kami ketika …
Pertanyaan:Apakah di saat seseorang menyakiti orang lain, maka dia akan dihukum oleh Allâh ‘Azza wa Jalla di kehidupan dunianya? Jawaban:Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ berkata: وَالَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوْا فَقَدِ احْتَمَلُوْا بُهْتَانًا وَّاِثْمًا مُّبِيْنًا “Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti orang-orang beriman laki-laki dan orang-orang beriman perempuan dengan tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat maka sungguh orang-orang yang menyakiti itu …