KEWAJIBAN MEMISAHKAN ANAK-ANAK DI SAAT TIDUR

Pertanyaan:Bagaimana saya menyikapi seorang laki-laki dewasa yang tidur bareng bersama adik perempuannya yang juga sudah berusia dewasa? Bukankah wanita itu tidak boleh satu kamar sama lawan jenisnya ketika sudah bâligh ya Pak Ustâdz? Saya bagaimana menyikapinya Pak Ustâdz?. Jawaban:Sampaikan bahwa Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam telah memberikan nasehat dan bimbingan, beliau berkata: مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، وَاضْرِبُوهُمْ …

HUKUM MENGUNGKIT ATAU MENGAMBIL KEMBALI PEMBERIAN

Pertanyaan:Seseorang memberikan dana atau sarana untuk dakwah yang dia berikan kepada orang lain, setelah itu dia mengambilnya kembali, apakah perbuatan seperti ini boleh? Jawaban:Bila seseorang sudah memberikan sesuatu kepada orang lain maka tidak boleh baginya untuk mengambilnya kembali dengan alasan bagaimana pun tetap tidak diperbolehkan, Rasûlullâh  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: مَثَلُ الَّذِي يَرْجِعُ فِي صَدَقَتِهِ، كَمَثَلِ الْكَلْبِ يَقِيءُ، ثُمَّ يَعُودُ …

PUTERAMU ITU TANGGUNGJAWABMU

Pertanyaan:Ustâdz ada dari anak jamâ’ah Salafiyyîn Tsâbitîn yang mondok bertahun-tahun tapi belakangan futur, hampir tidak ada bedanya lagi dengan anak muda orang awam. Kalau demikian keadaannya siapa yang disalahkan? Apakah orang tuanya ikut berdosa karena dia di dalam perbergaulan bebas? Jawaban:Jika anak tersebut sudah bâligh dan dia masih di bawah tanggungan orang tuanya maka dia mendapatkan dosa atas perbuatannya sendiri …

SUPAYA IKHLAS DALAM BERSEDEKAH

Pertanyaan:Bagaimana pendapat Ustâdz bilamana saya bernafkah lewat perantara orang lain supaya saya tidak pamer? Bagaimana bisa saya ikhlas disaat bernafkah? Jawaban:Lebih baik bagi engkau memberikan nafkah atau sedekah langsung kepada orang yang engkau niatkan, itu lebih meyakinkan tersampaikannya nafkah dan sedekah engkau kepada orang yang engkau niatkan tersebut, daripada lewat perantara-perantara, karena sudah banyak kita dapati orang yang memberi nafkah …

TUTUPI AIBMU DAN AIB KAWANMU

Pertanyaan:Saya memiliki seorang teman yang LGBT, apakah saya boleh mengabarkan kepada orang tuanya? Jawaban:Jangan kamu ceritakan kepada orang tuanya, kecuali kalau kamu bisa mendatangkan empat orang saksi yang mereka benar-benar menyaksikan dan tidak seorang pun ragu atas persaksiannya. Jika kamu tidak bisa mendatangkan saksi maka wâjib bagimu untuk menutupi aibnya, berkata Nabî Shallallâhu Alaihi wa Sallam: وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ …

JULUKAN BAGI TÂBI’ÎN

Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz, kalau gelar untuk semua At-Tâbi’în, bisa kita katakan Asy-Syaikh, Al-‘Allâmah atau Al-Imâm? Jawaban:Boleh memberi gelar syaikh kepada setiap orang dari kalangan Tâbi’în, karena gelar ini penggunaannya sudah umum dari zaman dahulu hingga zaman sekarang, penggunaannya kepada orang yang tergolong Ahlul ‘Ilmi ataupun yang tergolong Ahlul Khair ataupun orang yang ditokohkan. Dan gelar syaikh ini sudah biasa digunakan di …

ETIKA PENCINTA ILMU Pertanyaan:Aku ingin tanya, mohon admin Majâlis sampaikan ke Ustâdznya, aku sudah ikuti banyak channel tahu dari teman-temannya, dan aku tanya tentang admin-adminnya. Banyak ternyata adminnya hanya jadi penjelajah media sosial, bukan orang paham ilmu. Bagaimana sikap aku? Jawaban: Media sosial benar-benar menjadi ujian bagi pecinta ilmu, dan akan menjadi fitnah bagi mereka yang tidak membolehkan mengambil ilmu …

JANGAN PERNAH MENGHAPUS PAHALA INFÂQMU

Pertanyaan:Izin tanya Ustâdz, adakah penghapus amalan selain syirik? Jawaban:Menyesali pemberian atau mengungkitnya merupakan penghapus pahala dari pemberiannya, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âla: یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لَا تُبۡطِلُوا۟ صَدَقَـٰتِكُم بِٱلۡمَنِّ وَٱلۡأَذَىٰ كَٱلَّذِی یُنفِقُ مَالَهُۥ رِئَاۤءَ ٱلنَّاسِ “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian merusak sedekah kalian dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan penerimanya, seperti orang yang menginfâqkan hartanya karena riya’ kepada manusia.” [Surat …

SALAFÎ SEJATI PANDAI MENGINTROSPEKSI DIRI

Pertanyaan:Seorang saudara salafî tsâbit mencari info tentang psikolog karena mendapati anaknya yang bandel dan susah dibimbing, ingin membawanya ke psikolog. Benarkah anak begitu perlu dibawa ke psikolog? JawabanSebelum dia mencarikan psikolog untuk menanyakan keadaan anaknya yang bandel, maka hendaklah dia mengoreksi akhlâq dan manhâjnya. Mungkin saja dia terlalu berlebihan dalam bermanhâj, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ، هَلَكَ …

INTROSPEKSI DIRI TATKALA TIDAK LAGI MENANGIS

Berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: ﻋَﻴْﻨَﺎﻥِ ﻟَﺎ ﺗَﻤَﺴُّﻬُﻤَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ: ﻋَﻴْﻦٌ ﺑَﻜَﺖْ ﻣِﻦْ ﺧَﺸْﻴَﺔِ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﻭَﻋَﻴْﻦٌ ﺑَﺎﺗَﺖْ ﺗَﺤْﺮُﺱُ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ “Dua mata yang api Neraka tidak akan pernah menyentuhnya, yaitu: Mata yang menangis karena takut kepada Allâh dan mata yang begadang karena sedang jaga di jalan Allâh.” Riwayat At-Tirmidzî dari ‘Abdullâh bin ‘Abbâs Radhiyallâhu ‘Anhumâ, dari Nabî Shallallâhu ‘Alaihi …