KEUTAMAAN BERSEDEKAH DALAM KEADAAN MENANGIS

Berkata Ka’b Al-Ahbâr Radhiyallâhu ‘Anhu: لأن أبكى من خشية الله فتسيل دموعي على وجنتي أحب إلى من أن أتصدق بوزني ذهبا “Sungguh dengan aku menangis karena takut kepada Allâh lalu mengalir air mataku hingga membasahi kedua pipiku itu lebih aku cintai daripada aku menginfaqkan emas seberat tubuhku.” Lebih dicintai lagi kalau menggabungkan keduanya, yaitu bersedekah dalam keadaan menangis karena Allâh …

MENUTUP TELINGA DARI OCEHAN

Pertanyaan:Ustâdz, saya mau nanya, saya punya saudara perempuan yang baru pula dari pondok pesantren, dia memakai cadar dan dia sangat tidak kuat dengan perkataan orang lain yang sering melecehkannya.Jadi yang saya tanyakan ke Ustâdz, bagaimana caranya untuk menjawab semua perkataan orang yang telah melecehkan atau yang telah menghina cadar saudari saya?Apakah saya harus melawannya, bagaimana pendapat Ustâdz? Jawaban:Semoga Allâh Subhânahu …

AKIBAT MENYAKITI ORANG-ORANG BERIMAN

Pertanyaan:Apakah di saat seseorang menyakiti orang lain, maka dia akan dihukum oleh Allâh ‘Azza wa Jalla di kehidupan dunianya? Jawaban:Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ berkata: وَالَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوْا فَقَدِ احْتَمَلُوْا بُهْتَانًا وَّاِثْمًا مُّبِيْنًا “Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti orang-orang beriman laki-laki dan orang-orang beriman perempuan dengan tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat maka sungguh orang-orang yang menyakiti itu …

EMPAT SIFAT MULIA, ADAKAH PADAMU DAN PADA BANGSAMU?

قَالَ الْمُسْتَوْرِدُ الْقُرَشِيُّ عِنْدَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: تَقُومُ السَّاعَةُ وَالرُّومُ أَكْثَرُ النَّاسِ. فَقَالَ لَهُ عَمْرٌو أَبْصِرْ مَا تَقُولُ. قَالَ أَقُولُ مَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَئِنْ قُلْتَ ذَلِكَ إِنَّ فِيهِمْ لَخِصَالاً أَرْبَعًا إِنَّهُمْ لأَحْلَمُ النَّاسِ عِنْدَ فِتْنَةٍ وَأَسْرَعُهُمْ إِفَاقَةً بَعْدَ مُصِيبَةٍ وَأَوْشَكُهُمْ كَرَّةً بَعْدَ فَرَّةٍ وَخَيْرُهُمْ لِمِسْكِينٍ …

BELAJAR DARI PENGALAMAN

Saran untuk membuat ketentuan dalam menerima penuntut ilmu, dengan mempersyaratkan harus salafî atau orang yang sudah dikenal atau ada rekomendasi dari orang yang dikenal. Kita tidak mempersyaratkan ini, siapapun yang mau datang, baik itu orang Badui Banten, orang Badui Arab, orang yang mengaku Salafî, orang yang dianggap hizbî atau buta huruf sekalipun maka kita akan terima. Kita tidak khawatirkan kalau …

ANTARA HUJAT DAN NASEHAT

Pertanyaan:Sahri memuat status tentang Ustâdz, sebagian isinya Ustâdz tidak menerima nasehat? Jawaban:Kalau kita dikatakan oleh mereka bahwa kita tidak menerima nasehat dari Afiq maka kita tidak mengingkari pengakuannya memberi nasehat ke kita, karena pada umumnya: الدِّينُ النَّصِيحَةُ “Agama adalah nasehat.”Namun nasehat macam apa yang diberikan ke kita?!Tatkala Rasûlullâh ‘Alaihish Shalâtu was Salâm tidak menerima pernyataan Dzulkhuwaishirah: يَا رَسُولَ اللَّهِ اعْدِلْ …

WASPADALAH DARI BERBICARA TENTANG SESEORANG

📝 Pertanyaan:Bismillah… Ustâdz, apakah benar ada kesepakatan ‘ulamâ kibar tentang 10 poin, yang jika 10 poin ini tidak ada pada diri seseorang maka dia tidak bisa divonis sebagai Ahlul Bid’ah? 📜 Jawaban:Kami tidak mengetahui ada kesepakatan para ‘ulamâ kibâr seperti itu? Dan juga kami tidak mengetahui siapa saja ‘ulamâ yang dikibarkan menurut pendapat orang yang berkomentar seperti itu?Betapa banyak ‘ulamâ …

PENGAJAR ILMU DAN PENCARI ILMU

Perumpamaan orang yang mengajarkan ilmu atas orang yang mencari ilmu seperti permisalan awan dan tanah, orang berilmu akan menyampaikan ilmu ke orang yang mencari ilmu sebagaimana awan akan menurunkan air hujan ke tanah. Semakin merendah orang yang mencari ilmu maka dia akan semakin memperoleh ilmu yang banyak atau akan mudah baginya untuk memahami dan menyerapnya sebagaimana keberadaan tanah yang rendah …

KEHIDUPAN HAKIKI BERSAMA ORANG BERILMU

Kehidupan hakiki adalah kehidupan bersama orang berilmu, kehidupan tanpa orang berilmu bagaikan kehidupan tanpa arti. Berkata Nabiurrahmah ‘Alaihish Shalâtu was Salâm: إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا، اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا “Jika tidak tersisa orang berilmu maka manusia menjadikan rujukan para tokoh yang bodoh, mereka ditanya lalu mereka berfatwâ tanpa ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan.” …

JANGAN PERNAH MENOLAK HADIAH

Orang yang paling bertaqwâ dan paling berhati-hati dari perkara syubhat adalah Nabiuttaubah Muhammad ‘Alaihish Shalâtu was Salâm, namun tatkala beliau diberi hadiah maka beliau menerimanya kecuali di saat beliau ihrâm, beliau berkata kepada Ashha’b bin Jatsâmah Radhiyallâhu ‘Anhu: أَمَا إِنَّا لَمْ نَرُدَّهُ عَلَيْكَ إِلاَّ أَنَّا حُرُمٌ “Sungguh kita tidaklah mengembalikan hadiah itu kepadamu melainkan karena kami sedang ihrâm.” Riwayat Al-Bukhârî. …