Syaithân akan membiarkan orang mencari ilmu di dunia maya namun syaithân tidak akan pernah mau membiarkan orang mencari ilmu di dunia nyata, syaithân tahu bahwa orang yang mencari ilmu dengan hadir langsung di dalam majlis akan mendapatkan pujian dari Allâh Subhânahu wa Ta’âla: وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ “Allâh menyebut-nyebut mereka di kalangan para Malaikat di sisi-Nya.”Oleh karena itu syaithân hasad, …
Pertanyaan:Ustâdz mohon solusinya atas ucapan-ucapan Afiq pada Ustâdz dan yang dia publikasikan di channelnya soal tanya jawab, tidakkah lebih baik didiamkan saja? Jawaban:Mendiamkan orang yang sedang dalam keadaan tidur atau dalam keadaan tidak sadar itu lebih baik, namun kalau dia sedang siuman lalu kita mendiamkannya maka dia akan semakin berbuat.Pernah kita dapati orang yang mengaku sebagai salafî berbuat licik, yang …
Pertanyaan:Menyoal pertanyaan Afiq ke Ustâdz Shiddîq dan Ustâdz Harîts yang tadi disampaikan ke Ustâdz bahwa Ustâdz jarang berkomunikasi dengan Asâtidzah Ahlissunnah yang lain sebagaimana dia sebutkan di channel Al-Hujjahnya, dia sempat simpulkan bahwa Ustâdz barâ’ terhadap Ahlussunnah dan walâ’ dengan hizbiyyûn? Jawaban:Lâ haula walâ quwwata illâh Billâh, orang satu ini masih saja terus bermain di atas fitnahnya, bagaimana dia akan …
Pertanyaan:Bolehkah menelusuri ilmu di channel ilmu-ilmu yang dilihat penukilannya dari ilmu Salafî namun tidak mengetahui pemilik channelnya? Jawaban:Seorang Muslim hendaklah berhati-hati dalam menelusuri ilmu di berbagai media sosial terkhusus di channel telegram, betapa banyak orang menerlantarkan kebaikan dan berubah perilaku baiknya menjadi buruk disebabkan ilmu yang tidak jelas yang mereka peroleh dari berbagai media. Di antara para memilik channel ada …
Pertanyaan: Pertanyaan:Ustâdz mau menyoal masalah penulisan gelar Ustâdz yang dipermasalahkan oleh orang yang lagi siuman, dia menyebutkan bahwa Ustâdz Irham tidak tawâdhu’ karena seringkali menulis gelar Ustâdz di channelnya?. Jawaban:Subhânallâh, ini baru julukan Ustâdz yang ditulis sudah dipermasalahkan, bagaimana kiranya kalau julukan Syaikh yang dituliskan?.Alhamdulillâh tatkala nama kita dituliskan dengan julukan Ustâdz atau Muballigh kita biarkan itu, karena itu yang …
Termasuk dari sebab keberhasilan penuntut ilmu dan keberkahan pada ilmunya yaitu tatkala dia ke ustâdznya untuk menuntut ilmu maka dia selalu berdoa supaya Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ memberikan kebaikan kepada ustâdznya dan menutupi aib ustâdznya sebagaimana dia berdoa untuk dirinya sendiri, Ibnu Jamâ’ah Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaih menyebutkan adab yang bagus bagi penuntut ilmu terhadap gurunya: كَانَ بَعْضُ السَّلَفِ إِذَا …
Pertanyaan:Bolehkan bagi seseorang menjadikan ibunya sebagai pengurus cucunya dengan memberikan gaji yang cukup tinggi, dengan anggapan daripada memberikan gaji kepada orang lain? Jawaban:Tidaklah pantas bagi seseorang menugaskan ibunya untuk mengurus cucunya, meskipun memberikan gaji kepada ibunya dengan gaji yang besar, tidak wajar bagi seseorang menjadikan ibunya sebagai pengurus cucunya. Cukuplah sudah ibunya yang telah menyapih, mengasuh dan memelihara dirinya, jangan …
Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz bagaimana hukum memelihara burung kicauan? Jawaban:Berkata Anas bin Mâlik Radhiyallâhu ‘Anhu: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا، وَكَانَ لِي أَخٌ يُقَالُ لَهُ أَبُو عُمَيْرٍ قَالَ: أَحْسِبُهُ فَطِيمًا، وَكَانَ إِذَا جَاءَ قَالَ: «يَا أَبَا عُمَيْرٍ، مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ» نُغَرٌ كَانَ يَلْعَبُ بِهِ “Keberadaan Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam adalah manusia yang paling bagus akhlaknya. Dan aku …
Wanita yang sangat bersemangat terhadap ilmu dan menyibukkan diri dengannya lalu ia tidak sempat menuaikan hak suaminya maka ia tidak akan merasakan kelezatan îmân, berkata Nabî ‘Alaihish Shalâtu wa Salâm: وَلَا تَجِدُ امْرأَةٌ حَلاَوَةَ الْإِيمَانِ حَتَّى تُؤَدِّيَ حَقَّ زَوْجِهَا “Seorang wanita tidak akan merasakan kelezatan îmân sampai ia menunaikan hak suaminya.” Riwayat Al-Hâkim.Demikian pula wanita yang menyibukkan diri dengan shalat-shalat …
Maktabah Al-Khidhir yang ditempati saat ini, semoga Allâh Jalla Wa’alâ memberkahi tempat tersebut dan memberi balasan dengan sebaik-baik balasan kepada Ustâdzunâ Abû Ahmad Al-Khidhir beserta keluarganya حفظهم الله dan juga bagi orang yang baik hati sudah memberi keluangan untuk menempati tempat ini. Banyak cerita yang kami alami, walaupun kadangkalanya bosan datang menimpa diri tapi tahun demi tahun, bulan demi bulan …