Semua orang tentu akan dapati Lailatul Qadr sesuai kadar kesungguhan mereka, karena Lailatul Qadr waktunya dari tenggelam matahari hingga terbit fajar. Namun apakah amalan mereka diterima di saat Lailatul Qadr itu?. Ini yang menjadi tugas bagi setiap orang yang menginginkan Lailatul Qadr. Para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum sangat takut kalau amalan-amalan mereka tidak diterima, padahal mereka dalam beramal itu penuh imanan …
Hargailah kebaikan seseorang selama dia tidak memusuhimu walaupun hanya dengan mendoakan hidayah, meskipun keadaan seseorang itu adalah mubtadi’, munafik atau musyik sekalipun, selama dia masih bisa berbuat baik kepadamu maka hargailah, karena sungguh kebaikan yang dia lakukan itu akan bermanfaat untuk dirinya atau untuk anak-anaknya. Pernah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menghargai kebaikan seorang anak yahudi, beliau datang ke rumahnya …
Jika orang-orang berpaling dari kita karena kebanyakan orang yang ikut bersama kita adalah orang-orang miskîn maka barangkali mereka tidak ingin untuk bersama Nabiurrahmah Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, karena sungguh beliau mencintai orang-orang miskîn yang mengikuti dan menerima dakwahnya, beliau berharap dengan sebab itu, nanti di akhirat beliau tetap bersama mereka. Ibnu Mâjah di dalam “Sunan”nya dan ‘Abdu bin Humaid …
Jangan jadikan rekomendasi seseorang sebagai sandaran utamamu dalam mencari ilmu, karena hari ini dia dapat merekomendasikanmu dengan kawannya atau kenalannya, namun esok harinya dia akan menyesali, atau antara dia dan orang yang dia rekomendasikan akan terjadi kesenjangan. Maka jadikanlah rekomendasinya hanya sebagai rute, kamu berjalan sesuai dengannya atau tidak, itu pilihanmu. Yang terpenting bagimu adalah menjadikan Muqallibal Qulub sebagai sandaran …
Pertanyaan:Ucapan Abû Fairûz dari hasil konsultasinya dengan Syaikh Al-Hajûrî dan syaikh-syaikh Yaman lainnya soal al-‘udzru bil jahli bahwa kalau ditiadakan bisa-bisa kâfirkan orang tua sendiri. Bagaimana menanggapi syubhatnya ini Ustâdz?. Jawaban:Itu menunjukkan kekokohan mereka di atas manhaj dan ‘aqîdah pendahulu mereka Dâwud bin Jirjîs Al-‘Irâqî, para pendahulu yang shâlih tidaklah berkeyakinan dengan keyakinan semacam keyakinan aliran Salafiyyûn Tsâbitûn itu, karena …
Sudah kita sebutkan berkali-kali bahwa penerapan manhaj yang dilakukan oleh salafiyyûn tsâbitûn tidak akan pernah berakhir, mudah sekali saling menjuluki di antara mereka sebagai ahli ahwâ lantaran suatu perkara yang mereka perselisihkan. Demikian pula saling tahdzîr mentahdzîr di antara mereka lantaran perkara yang tidak sampai diributkan oleh para Salaf, semisal menyebut nama seseorang disertai gelar atau julukannya, menurut mereka ini …
Pertanyaan:Ustâdz Abû Ahmad, Qadarullâh ibu saya sedang sakit beberapa hari yang lalu dan sakit beliau belum sembuh Ustâdz. Bolehkan saya meminta do’a dari Ustâdz buat ibu saya? Agar supaya diberi sehat dan hidayah oleh Allâh, dan adakah do’a dari bahasa ‘Arab beserta terjemahan artinya agar saya bisa mendoakan ibu saya Ustâdz?. Jawaban:Dengan sakitnya ibu Anda maka itu bertanda kebaikan untuk …
Pertanyaan:Perpecahan sekarang ini masalah manhaj yâ Ustâdz, terus bagaimana menilai manhaj orang yang mengatakan: “Beliau itu sudah ditahdzîr?!” Sekarang manhaj ini sedang ramai-ramainya disuarakan, sampai-sampai dilaksanakan: “Tinggalkan dia, jangan ambil ilmunya”. Bagaimana ini Ustâdz menjawabnya?. Jawaban:Kalau diambil secara mutlak pendapat “Fulân sudah ditahdzîr, dia ini sudah ditahdzîr” maka seseorang tidak akan bisa beragama dengan benar, dia tidak akan bisa memperoleh …
Pertanyaan:Pak Ustâdz, ane ijin bertanya:Bagaimana cara menyadarkan atau menyikapi ayah ane yang beda keyakinan dan beliau melarang ane untuk mengerjakan shalat dan mengamalkan atau membaca Al-Qur’ãn.Mohon pencerahannya pak Ustâdz. Jawaban:Cara menyadarkannya yaitu kamu tetap berbuat baik kepadanya di kehidupan dunia ini, terus berbakti kepadanya pada perkara kebaikan dan jangan sekali-sekali mentaatinya dalam kesyirikan dan kemaksiatan, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: …
Pertanyaan:Ada salah satu ikhwân bertabayyun (mencari kejelasan), apakah benar Ustâdz Al-Khidhir memiliki yayasan dalam membangun pondok pesantrennya, karena memang ada tahdzîran-tahdzîran ke Ustâdz pada masalah ini dari sejak memulai bangun pesantren hingga saat ini?. Jawaban:Orang-orang yang menyebarkan berita-berita dengan maksud untuk menjelekkan kita, yang di antaranya bahwa kita memiliki yayasan sehingga kita dapat membangun Pondok Pesantren Majaalis ini maka sungguh …