Pertanyaan:Mohon bimbingannya Ustâdz, apa hukumnya isteri menolak ajakan suami untuk jimâ’? Dan bagaimana suami menyikapi isteri yang menolak seperti itu? Terima kasih Ustâdz atas waktunya. Jawaban:Isteri Anda membutuhkan nasehat, nasehatilah dengan lembut. Ingatkan tentang akibat menolak ajakan suami untuk jimâ’. Ingatkan bahwa apabila isteri menolak ajakan suaminya untuk jimâ maka dia akan mendapatkan akibatnya berupa la’nat dari Malaikat, berkata Nabî …
Tentu orang mu’min sejati akan khawatirkan dirinya pada akhir-akhir Ramadhân ini, jangan-jangan dirinya belum mendapatkan ampunan Allâh. Maka dari itu, ada tiga amalan penting sebagai penghapus dosa sebelum berpisah dengan Ramadhân:1) Shalat malam dengan bersungguh-sungguh.2) Memperbanyak istighfâr pada waktu sahur.3) Bersedekah kepada orang miskîn yang meminta ataupun yang tidak meminta.Berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: كَانُوا۟ قَلِیلࣰا مِّنَ ٱلَّیۡلِ مَا یَهۡجَعُونَ …
Orang-orang Muslim yang tulus di saat hidup di dunia ini laksana sedang berjuang di perbatasan medan perang, mereka perlu untuk menggali parit atau membangun benteng supaya mereka berlindung di dalamnya. Tatkala musuh menyerang dan mampu menguasai perbatasan mereka maka apa yang mereka buat berupa parit atau benteng sudah tidak bermanfaat lagi bagi mereka, namun mereka tidak akan menyesali apa yang …
Surat Az-Zumar ayat 5 dalam Al-Qur’ãn seringkali dijadikan sebagai dalîl atas bentuk bolanya bumi, karena sebagian ayatnya berbunyi: يُكَوِّرُ الَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى الَّيْلِ “”Yukawwiru” malam atas siang dan “yukawwiru” siang atas malam.”Sehingga ini dipahami dengan arti “kûrah” yakni bola, yang berputar-putar mengelilingi benda berbentuk bola, yang mereka sebut bumi, matahari mengelilingi bumi yang berbentuk bola sehingga terjadi …
Pertanyaan:Firman Allâh Subhânahu wq Ta’âlâ: “Sesungguhnya orang orang munâfiq itu di tempat paling bawah neraka dan tidak ada baginya penolong. Kecuali orang orang yang bertaubat melakukan perbaikan dan berpegang teguh dan mengikhlaskan agamanya untuk Allâh maka mereka bersama orang orang yang beriman. Maka kelak Allâh akan memberikan orang orang yang beriman pahala yang besar.” (An-Nisâ’: 145-146).Apakah ayat tersebut juga mencakup …
Allâh Subhânahu wa Ta’âla berfirman: قُلْ لَّا يَسْتَوِى الْخَبِيْثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ اَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيْثِ ۚ فَا تَّقُوا اللّٰهَ يٰۤاُولِى الْاَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ “Katakanlah (wahai Nabî): “Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allâh wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat, agar kalian beruntung.” (Surat Al-Mâ’idah: 100). Bahwa sesuatu yang halâl lagi bermanfaat dan berjumlah …
Di dalam Al-Qur’ãn diterangkan: اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ وَّمِنَ الْاَرْضِ مِثْلَهُنَّ “Allâh yang menciptakan tujuh langit dan pada penciptaan bumi juga semisal itu.” (Ath-Thalâq: 12).Apa yang kita bayangkan saat dikatakan bumi berlapis tujuh, sebagaimana langit yang berlapis tujuh? Jika selama ini yang kita percayai adalah bumi dengan bentuk bolanya, maka yang dibayangkan oleh kita kurang lebihnya, lapisan itu adalah …
Al-Birunî merupakan seorang tokoh yang digadang-gadang sebagai ilmuwan Muslim di bidang matematika dan astronomi, yang sering menjadi rujukan orang yang berpemahaman bumi berbentuk bola, karena menurut kisahnya, beliau adalah orang pertama yang mengukur jari-jari bumi. Lalu, apakah Al-Birunî adalah seorang Ahli Tafsîr Al-Qur’ãn? Ternyata bukan, beliau dikenal sebagai seorang filsuf atau ahli filsafat. Dari info biografinya, masa mudanya tak banyak …
Pertanyaan:‘Afwân saya ada pertanyaan:1) Apa hukumnya taruhan dalam perlombaan?2) Siapa saja yang boleh bertaruh? Apakah penonton atau orang yang ikut lomba saja? Jazâkumullâhu khairan. Jawaban:Para ‘Ulamâ berbeda pendapat ketika menghukumi tentang taruhan dalam perlombaan, berkata Ibnu Qudâmah semoga Allâh merahmati kita dan beliau: ﻭَﺍﻟْﻤُﺴَﺎﺑَﻘَﺔُ ﻋَﻠَﻰ ﺿَﺮْﺑَﻴْﻦِ؛ ﻣُﺴَﺎﺑَﻘَﺔٌ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻋِﻮَﺽٍ، ﻭَﻣُﺴَﺎﺑَﻘَﺔٌ ﺑِﻌِﻮَﺽٍ. ﻓَﺄَﻣَّﺎ ﺍﻟْﻤُﺴَﺎﺑَﻘَﺔُ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻋِﻮَﺽٍ، ﻓَﺘَﺠُﻮﺯُ ﻣُﻄْﻠَﻘًﺎ ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِ ﺗَﻘْﻴِﻴﺪٍ …
Pertanyaan:Ustâdz ini maksudnya apa ya:“Bergembiralah sungguh kemudahan itu sudah dekat.” Jawaban:Maksudnya dengan adanya ujian berupa kesulitan dan kekurangan yang kita rasakan maka itu bertanda bahwa kemudahan dan kecukupan untuk kita semakin dekat, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَـنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَآءُ وَالضَّرَّآءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ …