Pertanyaan:Apa benar Ustâdz Al-Khidhir keturunan Ahlul Bait karena katanya lebih senang makan hadiah daripada sedekah? Jawaban:Kami tidak pernah mengetahui kalau kami keturunan Ahlul Bait, hanya saja nenek moyang kami dahulu asli Huamual Maluku, ketika itu Huamual merupakan kerajaan Islâm yang berketurunan ‘Arab, wilayah kekuasaannya meliputi Maluku Selatan, namun karena ditaklukkan oleh Belanda maka wilayah kekuasaannya dipecah belah oleh Belanda, para …
Pertanyaan:Maaf pagi-pagi mengganggu, barusan ada berita sahabat saya sedang sakit berat tidak bisa bangkit sekali. Apa yang harus dilakukan oleh puteranya? Tetap membimbingnya shalat tanpa wudhû atau bertayammum, atau cukup membimbingnya untuk berdzikir, dan doa pendek yang dibacakan apa? Jazâkallâhu khairan Ustâdz. Jawaban:Kalau keadaannya seperti itu, maka hendaklah puteranya atau yang menemaninya mentayammuminya, lalu membimbingnya untuk tetap shalat walau shalatnya …
📝 Pertanyaan:Dikatakan di dalam kitâb “Syarhu Ushûli I’tiqâdi Ahlis Sunnah” dari Ayyub bahwasanya beliau berkata: ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺻَﺎﺣِﺐَ ﺳُﻨَّﺔٍ ﻭَﺟَﻤَﺎﻋَﺔٍ فَلَا تَسْأَلْ عَنْ أَيّ حَالٍ كَانَ فِيْهِ “Jika keberadaan seseorang itu berpegang kepada sunnah dan jamâ’ah maka jangan kamu bertanya tentang bagaimana perihal yang dia berada padanya?”.Apa makna atsar tersebut? 📜 Jawaban:Makna dari perkataannya: ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺻَﺎﺣِﺐَ ﺳُﻨَّﺔٍ …
📱 Pertanyaan:Ada yang membandingkan ucapan Al-Fudhail bin ‘Iyâdh Rahimahullâh dengan apa yang dikatakan oleh Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh, bagaimana tanggapannya? 📲 Jawaban:Al-Imâm Al-Fudhail bin ‘Iyâdh Rahimahullâh mengatakan: لَوْ أَنَّ لِي دَعْوَةً مُسْتَجَابَةً مَا صَيَّرْتُهَا إِلا فِي الإِمَامِ “Kalau sesungguhnya aku memiliki suatu doa yang terkabulkan maka aku tidak akan menggunakannya kecuali untuk mendoakan pemimpin.”Di dalam suatu riwayat dengan lafazh: مَا …
Pertanyaan:Ustâdz, apa yang Ustâdz nasehatkan kepada kaum Muslimîn yang di-PKH sampai banyak sekali yang minta-minta dengan beralasan tidak ada lagi pekerjaan? Jawaban:Kalau memang sudah tidak memiliki apa-apa lagi untuk bisa hidup kecuali hanya dengan cara meminta-minta maka ketika meminta hendaklah hanya sebatas untuk bisa hidup, dan jangan sekali-kali menjadikan minta-minta sebagai profesi atau pengganti pekerjaan, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa …
Pertanyaan:Ustâdz, ada seorang dâ’î mengatakan bahwa isteri yang memiliki harta tidaklah boleh baginya mempergunakan hartanya kecuali ada ijin dari suaminya? Apakah memang harta isteri itu harta suami? Jawaban:Jika isteri memiliki harta maka itu adalah harta miliknya sendiri, boleh baginya menggunakan sekehendaknya dalam perkara kebaikan sebagaimana boleh baginya bersedekah dengan hartanya sendiri walaupun tanpa izin dari suaminya, berkata ‘Âisyah Radhiyallâhu ‘Anhâ: …
Pertanyaan:Apakah benar lafazh ini riwayat Al-Bukhârî: سَلَامَةُ الْإِنْسَانِ فِي حِفْظِ اللِّسَانِ “Keselamatan manusia itu tergantung pada penjagaan terhadap lisannya.” Jawaban:Kita tidak mengetahui bahwa Al-Bukhârî Rahimahullâh di dalam kitâb “Shahîh”nya meriwayatkan perkataan tersebut. Oleh karena itu hendaklah seseorang yang menjaga lisan dan tulisannya untuk tidak bermudah-mudahan menyebutkan suatu ungkapan atau suatu perkataan bahwasanya itu riwayat Al-Bukhârî sehingga tidak terjatuh ke dalam …
Pertanyaan:‘Afwân saya mau bertanya seputar qurbân, siapa yang diwajibkan untuk berqurbân? Jawaban:Orang yang diwajibkan berqurbân adalah orang yang berkemampuan, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ مَا ٱسۡتَطَعۡتُمۡ “Bertakwalah kalian kepada Allâh sesuai dengan apa yang kalian mampui.” [Surat At-Taghâbun: 16].Ketika seseorang berkemampuan maka tidak ada pantas baginya untuk meninggalkan berqurbân, berkata Asy-Syâfi’î Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaih: لَا أُرَخِّصُ فِي …
Pertanyaan:Adakah tanda bagi seorang muslim diterima amal kebaikannya? Jawaban:Tanda dan ciri seorang muslim diterima amalan shâlihnya adalah setelah dia melakukan amalan shâlihnya itu dia termotivasi untuk melakukannya lagi, dia bertekad dan berupaya untuk melakukan kembali hingga terus menerus melakukannya. Tidaklah Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam melakukan suatu amal shâlih secara kontinyu kecuali karena amalan shâlih tersebut memang diterima dan dicintai …
Pertanyaan:Saya berharap semoga suatu saat saya bisa ikut berjihâd Fî Sabîlillâh seperti Ahlussunnah yang pernah jihâd ke Ambon melawan RMS dan Ahlussunnah yang berjihâd di Dammâj melawan Hûtsî. Apakah harapan saya itu salah dan dapat dianggap mengangan-angankan perang? Jawaban:Kamu bukan mengangan-angankan perang, namun itu sebagai suatu harapan supaya kamu mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perang sebagai bentuk berjihâd fî Sabîlillâh sehingga …