MEMBUAT PATUNG DAN MENGGAMBAR MAKHLUK BERNYAWA

Pertanyaan:Bolehkah bagi seseorang membuat patung macan atau harimau lalu memajangnya di kebun miliknya, karena dengan sebab itu hewan atau binatang perusak tanaman takut mendekat ke kebun? Bagaimana dengan fatwâ orang ‘âlim yang membolehkan karena ada kemaslahatannya?. Jawaban:Semoga Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ memaafkan kita dan memaafkan orang ‘âlim tersebut. Sangat tidak cukup pembolehannya hanya sebatas melihat kemaslahatan dunia saja, namun hendaklah …

TIDAK LEPAS DARI PERTOLONGAN ALLÂH SUBHÂNAHU WA TA’ÂLÂ

Sama sekali kita tidak akan pernah bisa berbuat jika tanpa pertolongan Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ, jangankan perkara usaha dan pekerjaan, perkara beribadahpun kita sangat membutuhkan pertolongan Allâh ‘Azza wa Jalla. Kita tidak akan bisa menuntut ilmu, kita tidak akan bisa menghafal dan kita tidak akan bisa memahami, bahkan kita tidak akan bisa menghadiri majlis ilmu jika tanpa pertolongan Allâh Tabâraka …

SENYUMAN DAN KEKHAWATIRAN NABÎ SHALLALLÂHU ALAIHI WA SALLAM

Berkata ‘Âisyah Radhiyallâhu ‘Anhâ: مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَاحِكًا حَتَّى أَرَى مِنْهُ لَهَوَاتِهِ، إِنَّمَا كَانَ يَتَبَسَّمُ “Tidaklah aku melihat Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam tertawa sampai aku melihat kepada suara-suara tertawanya, hanya saja beliau tertawa dengan senyuman.” Riwayat Al-Bukhârî (no. 4828).Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam paling banyak senyum, namun tatkala beliau melihat awan datang maka wajah …

PENJAGAAN TERHADAP ILMU

Penjagaan terhadap ilmu ada dua bentuk:Pertama: Penjagaan dengan hafalan, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: بَلۡ هُوَ ءَایَـٰتُۢ بَیِّنَـٰتࣱ فِی صُدُورِ ٱلَّذِینَ أُوتُوا۟ ٱلۡعِلۡمَ “Sebenarnya Al-Qur’ãn itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu.” [Surat Al-Ankabût: 49]. Kedua: Penjagaan dengan tulisan, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: ائْتُونِي بِكِتَابٍ أَكْتُبُ لَكُمْ كِتَابًا لاَ تَضِلُّوا بَعْدَهُ “Berikanlah kepadaku …

MU’MIN YANG BAIK

Ciri mu’min yang baik tatkala mengetahui mu’min yang lain menyimpang dari kebenaran maka dia akan bersedih, bahkan sampai menangis, semoga Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ mengokohkan kita di atas kebenaran. Itulah hakekat mu’min yang disebutkan oleh Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: إِذَا اشْتَكَى عُضْوًا تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى “Jika dia mengeluh karena sakit pada suatu anggota tubuhnya maka akan …

BERNADZAR UNTUK MENTHALÂQ

Pertanyaan:Saya mau bertanya Ustâdz, pernah suatu hari ketika saya bertengkar sama isteri terus terucap: “Kalau saya jual rumah ini kita cerai saja dengan nada keras dan berdoa juga menengadahkan ke dua tangan saya.” Anak yang besar sampai menangis melihat kami bertengkar. Sekarang rumah kami mau dijual karena mau pindah rumah beda Kabupaten, supaya tidak kontrak rumah. Apakah yang kami lakukan …

SEDEKAH BAGI YANG KURANG AMALANNYA

Muslim meriwayatkan di dalam “Shahîh”nya: عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ ضَعُفْتُ عَنْ بَعْضِ الْعَمَلِ قَالَ: تَكُفُّ شَرَّكَ عَنِ النَّاسِ فَإِنَّهَا صَدَقَةٌ مِنْكَ عَلَى نَفْسِكَ “Dari Abû Dzarr, beliau berkata: Wahai Rasûlullâh, apa pendapatmu jika aku melemah pada sebagian amalan? Beliau berkata: “Kamu menahan gangguanmu terhadap orang lain, karena itu adalah sedekah darimu untuk dirimu.” Sedekah yang …

BERAKHLAK DENGAN AKHLAK NABÎ SHALLALLÂHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Bermuamalah dengan manusia dengan kemuliaan-kemuliaan akhlak, yakni menampakkan akhlak-akhlak yang mulia. Yang dimaksud di sini adalah akhlak Nabî Shallallâhu Alaihi wa Sallam, beliau dari kecil sudah terkenal akhlaknya sangat bagus. Awal dakwah beliau adalah dakwah Tauhîd, beliau ikutkan pula dakwah kepada akhlak, disebutkan oleh saudara Abû Dzar: رَأَيْتُهُ يَأْمُرُ بِمَكَارِمِ الأَخْلاَقِ “Aku melihat beliau menyeru kepada kemulian-kemulian akhlak”.Ini padahal awal-awal …

DISUNNAHKAN SHALAT QABLIYYAH DAN BA’DIYYAH MAGHRIB

Pertanyaan:Shalat maghrib ada sunnah qabliyyahnya tidak? Juga sunnah ba’diyyah maghrib ada apa tidak? Jawaban:Termasuk dari sunnah adalah shalat qabliyyah maghrib, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ- قَالَهَا ثَلاَثًا قَالَ فِي الثَّالِثَةِ- لِمَنْ شَاءَ “Di antara setiap adzân dan iqâmah ada shalat”, beliau mengatakannya tiga kali, yang ketika kalinya beliau katakan: “Bagi siapa yang ingin shalat.” Riwayat …