Pertanyaan:Apa hukumnya Ustadz mempekerjakan santri-santri, seperti bikin bangunan asrama dan masjid pesantren?. Dan kalau boleh tahu, bagaimana dulu proses pembangunan Ponpes Ustadz?. Jawaban:Hendaklah tidak mempekerjakan mereka karena yang namanya mempekerjakan, orang memahami ada upah darinya, namun cukup bagi pengurus pesantren untuk menganjurkan atau menghimbau supaya berta’awun bagi yang berkemauan, karena banyak kita dapati para santri terlebih di zaman ini, mereka …
Pertanyaan:Ahsanallahu ilaik, Ustadz, benarkah hadits ini termasuk hadist dhaif?: يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يَبْقَى مِنَ الْإِسْلَامِ إِلَّا اسْمُهُ، وَلَا يَبْقَى مِنَ الْقُرْآنِ إِلَّا رَسْمُهُ، مَسَاجِدُهُمْ عَامِرَةٌ وَهِيَ خَرَابٌ مِنَ الْهُدَى، عُلَمَاؤُهُمْ شَرُّ مَنْ تَحْتَ أَدِيمِ السَّمَاءِ، مِنْ عِنْدِهِمْ تَخْرُجُ الْفِتْنَةُ وَفِيهِمْ تَعُودُ “Hampir saja akan datang suatu masa di mana tidak tersisa dari Islam kecuali namanya, tidak …
Pertanyaan:Ada jaringan salafiyyun tsabitun bilang kalau Ustadz Al-Limbori dan pengikut-pengikutnya rujukan mereka ke ahlu bid’ah tidak seperti salafiyyun tsabitun hanya merujuk ke Ahlus Sunnah, apa sudah ada jawaban Ustadz?. Jawaban:Itulah keterlaluan mereka dalam kecerdikan, di saat kita menerima suatu kebenaran yang datang dari seseorang, terlebih kalau kita menukilkan kebenaran tersebut dengan menyebutkannya maka seketika kita dicap oleh mereka telah menjadikannya …
Pertanyaan:Ustadz, izin sampaikan persoalan, bukankah Syaikh Al-‘Utsaimin pernah mentahdzir Syaikh Al-Albani dan menyebutnya tidak punya ilmu sedikitpun karena ia membid’ahkan adzan awal hari Jum’at, tapi kenapa masih boleh ambil faidah dari Al-Albani?. Jawaban:Kita tidak mengetahui kalau Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin pernah secara sharahah membantah Syaikh Al-Albani dengan menyebutkan namanya, yang pernah kita ketahui Syaikh Ibnul ‘Utsaimin membantah seseorang dengan tanpa menyebutkan …
Pertanyaan:‘Afwan izin tanya lagi, dzikir pagi sudah cukup kan Ustadz untuk menghalangi orang-orang yang hasad dan benci sama usaha kita?. Karena beberapa di antara mereka ada yang menggunakan semacam sihir, agar usaha orang lain bangkrut, entah pakai semacam santet atau jimat atau sihir. Begitu atau ada doa lain yang shahih?. Jawaban:Dzikir pagi kalau dilihat dari sisi membentengi diri dari hasad …
Pertanyaan:Ahsanallahu ilaik, Ustadz. Kita mengetahui kalau seorang berbuat dosa, yang dosanya itu di publik, maka kalau dia taubat, ada kewajiban juga untuk menjelaskan ke publik ya Ustadz?. Ada waktu itu seseorang yang share konten istihza’ biddin, sudah ana nasihati agar dihapus, dia menerima dan menghapus kontennya. Namun terkait kewajiban menjelaskan ke publik ini, belum. Entah karena malu dan selainnya. Sedangkan …
Pertanyaan:Izin bertanya Ustadz: Apakah Jamaah boleh men-charge HP atau Gadget lainnya di Masjid?. Dalam hal-hal ini Pengurus Masjid membolehkan atau mengizinkan Jama’ah untuk mencharge HP atau Gadget lainnya. Jawaban:Ketika pengurus masjid mengizinkan maka tidak mengapa bagi jama’ah untuk men-charge HP atau Gadget mereka, dan kita mengira dengan tersedianya stop kontak di dalam masjid itu menunjukkan pembolehan, karena sama seperti tersedianya …
Pertanyaan:‘Afwan izin tanya Ustadz, Sunnah-sunnah terhadap jenazah apa saja?, boleh dibantu?. Apakah baca Yasin termasuk Sunnah?. Jawaban:Sunnah-sunnah terhadap jenazah yang Muslim sangatlah banyak, di antaranya:1). Menshalatkannya, semakin banyak orang yang menshalatkannya maka akan lebih baik, berkata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلًا لَا يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا شَفَّعَهُمْ اللَّهُ فِيهِ “Tidaklah …
Pertanyaan:Ustadz, ini ana mau bertanya. Ana kemarin dari hari Kamis sampai di tempat safar, lalu esok yaitu Ahad, ana akan balik ke kediaman ana di Medan. Apakah besok kami saat menuju Medan kami boleh jama’ dan qashr maghrib dan isya di tempat tinggal kami selama safar ini? Atau menunggu jalan terlebih dahulu menuju Medan baru kami bisa jama’ dan qashr?. …
Pertanyaan:Ustadz, mohon penjelasan tentang tahdzir, karena banyak orang salah paham, hingga dipahami menjelaskan kesalahan seseorang itu tahdzir yang artinya harus meninggalkannya?. Jawaban:Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam pada perkara tahdzir, beliau telah menyontohkan, ada yang bentuknya memperingatkan dari kesalahan berikut pelakunya, yaitu memperingatkan dari seseorang serta kesalahannya, seperti tahdziran terhadap syaithan yang disebutkan di dalam Al-Qur’an: إِنَّ ٱلشَّیۡطَـٰنَ لَكُمۡ عَدُوࣱّ فَٱتَّخِذُوهُ …