WAZAN MAHMÚZ LÂM

Pertanyaan:Ustâdz ‘afwân izin bertanya mengenai dars di Durûsullughah: أَو مَهْمُوزَ اللَّامِ Saya masih kurang paham mengenai maksudnya Ustâdz. Jawaban:Mahmûz Lâm yaitu fi’l yang huruf akhirnya adalah huruf hamzah, contoh: هَنَّأَ artinya mengucapkan selamat.Kata ini mengikuti wazan: فَعَّلَ karena huruf akhirnya adalah hamzah, ketika ingin dijadikan mashdar maka hendaklah mengikuti wazan: تَفْعِلَةٌ Sehingga menjadi: تَهْنِئَةٌ Pada asalnya kata yang mengikuti wazan …

JANGAN LEWATKAN TAUHID DALAM MENGAJARI PARA MURID

Pertanyaan:Apa bantahan atas orang yang mengatakan bahwa orang yang banyak-banyak belajar tauhîd kalau diibaratkan listrik maka otaknya konslet? Jawaban:Ketahuilah bahwasanya orang yang belajar ilmu agama pasti dia akan dihadapkan dengan tauhîd, dari awal belajarnya hingga akhir belajarnya akan berhadapan dengan tauhîd, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا “Allâh telah mengajarkan kepada Ãdam nama-nama seluruhnya.” [Al-Baqarah: 31].Tentu yang …

KEUTAMAAN MEMBERI HADIAH

Pertanyaan:Apa benar Ustâdz Al-Khidhir keturunan Ahlul Bait karena katanya lebih senang makan hadiah daripada sedekah? Jawaban:Kami tidak pernah mengetahui kalau kami keturunan Ahlul Bait, hanya saja nenek moyang kami dahulu asli Huamual Maluku, ketika itu Huamual merupakan kerajaan Islâm yang berketurunan ‘Arab, wilayah kekuasaannya meliputi Maluku Selatan, namun karena ditaklukkan oleh Belanda maka wilayah kekuasaannya dipecah belah oleh Belanda, para …

BIMBINGAN SHALAT BAGI ORANG SAKIT BERAT

Pertanyaan:Maaf pagi-pagi mengganggu, barusan ada berita sahabat saya sedang sakit berat tidak bisa bangkit sekali. Apa yang harus dilakukan oleh puteranya? Tetap membimbingnya shalat tanpa wudhû atau bertayammum, atau cukup membimbingnya untuk berdzikir, dan doa pendek yang dibacakan apa? Jazâkallâhu khairan Ustâdz. Jawaban:Kalau keadaannya seperti itu, maka hendaklah puteranya atau yang menemaninya mentayammuminya, lalu membimbingnya untuk tetap shalat walau shalatnya …

KEISTIMEWAAN BERPEGANG KEPADA SUNNAH

📝 Pertanyaan:Dikatakan di dalam kitâb “Syarhu Ushûli I’tiqâdi Ahlis Sunnah” dari Ayyub bahwasanya beliau berkata: ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺻَﺎﺣِﺐَ ﺳُﻨَّﺔٍ ﻭَﺟَﻤَﺎﻋَﺔٍ فَلَا تَسْأَلْ عَنْ أَيّ حَالٍ كَانَ فِيْهِ “Jika keberadaan seseorang itu berpegang kepada sunnah dan jamâ’ah maka jangan kamu bertanya tentang bagaimana perihal yang dia berada padanya?”.Apa makna atsar tersebut? 📜 Jawaban:Makna dari perkataannya: ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺻَﺎﺣِﺐَ ﺳُﻨَّﺔٍ …

AMPUNAN ALLÂH YANG KUHARAPKAN

📱 Pertanyaan:Ada yang membandingkan ucapan Al-Fudhail bin ‘Iyâdh Rahimahullâh dengan apa yang dikatakan oleh Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh, bagaimana tanggapannya? 📲 Jawaban:Al-Imâm Al-Fudhail bin ‘Iyâdh Rahimahullâh mengatakan: لَوْ أَنَّ لِي دَعْوَةً مُسْتَجَابَةً مَا صَيَّرْتُهَا إِلا فِي الإِمَامِ “Kalau sesungguhnya aku memiliki suatu doa yang terkabulkan maka aku tidak akan menggunakannya kecuali untuk mendoakan pemimpin.”Di dalam suatu riwayat dengan lafazh: مَا …

KENALILAH MEREKA BERDUA, ENGKAU AKAN MENGENAL MAHALNYA AMPUNAN ALLÂH SUBHÂNAHU WA TA’ÂLÂ

Sesuatu yang paling termahal di dalam kehidupan dunia adalah ampunan Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ. ABÛ BAKR ASH-SHIDDÎQ RADHIYALLÂHU ‘ANHU Abû Bakr Ash-Shiddîq Radhiyallâhu ‘Anhu adalah orang terbaik pada umat ini setelah Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, beliau telah mendapatkan jaminan masuk Surga, namun ternyata beliau masih sangat membutuhkan ampunan, berkata ‘Âisyah Ash-Shiddîqah Radhiyallâhu ‘Anhâ: قَالَ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ وَكَانَ يُنْفِقُ …

NASEHAT BAGI MUSLIM DAN MUSLIMAH YANG DI-PHK

Pertanyaan:Ustâdz, apa yang Ustâdz nasehatkan kepada kaum Muslimîn yang di-PKH sampai banyak sekali yang minta-minta dengan beralasan tidak ada lagi pekerjaan? Jawaban:Kalau memang sudah tidak memiliki apa-apa lagi untuk bisa hidup kecuali hanya dengan cara meminta-minta maka ketika meminta hendaklah hanya sebatas untuk bisa hidup, dan jangan sekali-kali menjadikan minta-minta sebagai profesi atau pengganti pekerjaan, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa …

HARTA ISTERI BUKAN MILIK SUAMI

Pertanyaan:Ustâdz, ada seorang dâ’î mengatakan bahwa isteri yang memiliki harta tidaklah boleh baginya mempergunakan hartanya kecuali ada ijin dari suaminya? Apakah memang harta isteri itu harta suami? Jawaban:Jika isteri memiliki harta maka itu adalah harta miliknya sendiri, boleh baginya menggunakan sekehendaknya dalam perkara kebaikan sebagaimana boleh baginya bersedekah dengan hartanya sendiri walaupun tanpa izin dari suaminya, berkata ‘Âisyah Radhiyallâhu ‘Anhâ: …

MENJAGA LISAN DAN TULISAN

Pertanyaan:Apakah benar lafazh ini riwayat Al-Bukhârî: سَلَامَةُ الْإِنْسَانِ فِي حِفْظِ اللِّسَانِ “Keselamatan manusia itu tergantung pada penjagaan terhadap lisannya.” Jawaban:Kita tidak mengetahui bahwa Al-Bukhârî Rahimahullâh di dalam kitâb “Shahîh”nya meriwayatkan perkataan tersebut. Oleh karena itu hendaklah seseorang yang menjaga lisan dan tulisannya untuk tidak bermudah-mudahan menyebutkan suatu ungkapan atau suatu perkataan bahwasanya itu riwayat Al-Bukhârî sehingga tidak terjatuh ke dalam …