MENYIKAPI RIWAYAT ISRÂÎLIYÂT

Pertanyaan:Bagaimana kita menyikapi perkataan para Ashhâbus Siyar itu Ustâdz? Bolehkah kita yakini? Jawaban:Ashhâbus Siyar jika mereka meriwayatkan suatu kisah maka kita melihat kepada isi kisahnya, apabila isi kisahnya tidak benar maka kita ingkari dan apabila isi kisahnya benar maka kita terima, karena Ashhâbus Siyar terkadang meriwayatkan secara mursal namun jalur periwayatannya berbilang, yaitu suatu riwayat bersesuaian dan bercocokan dengan riwayat …

KRONOLOGI WAFATNYA ASY-SYAIKH KAMÂL AL-‘ADNÎ RAHIMAHULLÂH

Pertanyaan:Kronologi wafatnya guru Ustâdz Asy-Syaikh Kamâl Al-Adnî itu bagaimana? Apakah beliau wafat seperti guru Ustâdz Asy-Syaikh Sa’îd bin Da’âs? Jawaban:Syaikhunâ Abû ‘Abdillâh Kamâl Al-‘Adnî wafat sama seperti wafatnya Syaikhunâ Abû Hâtim Sa’îd bin Da’âs Al-Yâfi’î Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaihim, keduanya wafat karena sebab dibunuh oleh kaum Syî’ah-Râfidhah.Asy-Syaikh Abû ‘Abdillâh Kamâl setelah mendengar bahwa Asy-Syaikh Abû Hâtim Sa’îd telah wafat maka …

HIKMAH MENCINTAI ORANG MISKÎN

Pertanyaan:Apa menurut pendapat Ustâdz, kenapa Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berdoa supaya dirizkikan kecintaan kepada orang-orang miskîn?Jazâkallâhu khairal Jazâ’. Jawaban:Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berdoa supaya mencintai orang-orang miskin karena mayoritas para pengikut setia beliau adalah dhu’afâ’ yaitu orang-orang faqîr dan miskîn, sebagaimana yang disebutkan oleh Hiraklius kepada Abû Sufyân Radhiyallâhu ‘Anhu: وَسَأَلْتُكَ أَشْرَافُ النَّاسِ اتَّبَعُوهُ أَمْ ضُعَفَاؤُهُمْ فَذَكَرْتَ أَنَّ …

MENGENAL DZUL KIFLI ‘ALAIHISH SHALÂTU WAS SALÂM

Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz, izin bertanya, barusan saya baca artikel yang menyebutkan bahwa Nabî Dzul Kifli adalah putera Nabî Ayyûb dan nama aslinya adalah Basyar. Apakah ini shahîh Ustâdz? Bagaimana kisah Nabî Dzul Kifli ‘Alaihish Shalâtu was Salâm yang shahîh menurut Al-Qur’ãn dan As-Sunnah?Jazâkumullâhu khairan wa Bârakallâhu fîkum. Jawaban:Kita tidak mengetahui ada riwayat yang shahîh menyebutkannya, hanya saja telah masyhûr perkataan Ashhâbus …

MENGENANG BACAAN ASY-SYAIKH SA’ÎD TERHADAP SURAT SHÃD

Pembacaan Surat Shãd oleh Asy-Syaikh Abû Hâtim Sa’îd bin Da’âs Al-Yâfi’î Rahimahullâh waktu beliau mengimami shalat tarâwih. Beliau Rahimahullâh wafat pada hari Rabu tanggal 4 Juni 1433, beliau termasuk dari kalangan ‘ulamâ Ahlussunnah wal Jamâ’ah yang dibunuh oleh Syî’ah Râfidhah. Dia membunuh di saat dia melewati kampung Qaflah ‘Udzar di Hasyid provinsi’ Amrân dan jenazah beliau dikebumikan di Shan’â Yaman.

HIKMAH SENANTIASA BERDOA

Pertanyaan:Kita kadang merasa bahwa doa kita belum juga dikabulkan, Ustâdz nasehatkan apa untuk kita? Jawaban:Segala doa yang kita panjatkan ada hikmahnya, ketika kita merasa bahwa doa yang kita panjatkan tidak kunjung dikabulkan maka hendaklah kita ketahui bahwa kita diinginkan supaya terus bedoa, karena doa adalah ibadah, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ “Doa adalah ibadah.”Hendaklah kita bersyukur …

MEMBACA AL-FÂTIHAH DENGAN DUA QIRÂ’AH DI DALAM SHALAT

Pertanyaan:Ada seseorang mengimami shalat, pada bacaan Al-Fâtihah ayat ke-4 kadang dia membaca مَلِكِ dan kadang membaca مَالِكِ, mana yang benarnya Ustâdz? Jawaban:Kedua-duanya benar, karena termasuk dari qirâ’ât mutawâtirah.Adapun مَالِكِ dengan mad yang mengikuti wazan isim fâ’il maka ini merupakan qirâ’ah ‘Âshim, Kisâ’î, Ya’qûb dan Khalaf.Adapun مَلِكِ dengan qashr maka ini merupakan qirâ’ah Nâfi’, Ibnu Katsîr, Ibnu ‘Âmir dan yang lainnya.Kedua-duanya …

KEUTAMAAN AL-AGHAR AL-MUZANÎ RADHIYALLÂHU ‘ANHU DAN HADÎTSNYA

Beliau adalah Al-Aghar bin Yasâr Al-Muzanî, beliau termasuk Shahabat dari kalangan Muhâjirîn. Ahlul Bashrah telah meriwayatkan hadîts Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam darinya, demikian pula Abû Burdah bin Abî Mûsâ dan ‘Abdullâh bin ‘Umar Radhiyallâhu ‘Anhum telah meriwayatkan pula darinya, berkata Muslim di dalam “Shahîh”nya (no. 7034): حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ …

HIKMAH MENGETAHUI KEBAIKAN DAN KEMUNGKARAN

Pertanyaan:Ustâdz ada sebagian teman yang punya pandangan bahwa kita sebagai thâlibul ‘ilmi tidak perlu membahas tentang masalah yang berkaitan dengan pemerintahan ini, karena masih banyak kitâb ‘ulamâ yang belum kita baca, jadi kita hanya fokus baca kitâb saja. Bagaimana pandangan yang benar? Jawaban:Perkara yang berkaitan dengan pemerintah terkhusus di negeri kita, ini sudah terbuka sekali, kebaikan dan kemungkaran pemerintah tersiarkan …