Pertanyaan:Di Zaman ini fitnah semakin bertambah dahsyat, maka bagaimana cara mengatasinya? Jawaban:Mengatasinya dengan cara: Pertama: Menyibukan diri dengan ‘ibâdah. Berkata Rasûlullâh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: «الْعِبَادَةُ فِي الْهَرْجِ كَهِجْرَةٍ إِلَيَّ» “Beribadah di waktu fitnah itu seperti hijrah kepadaku” (HR. Muslim dan Ibnu Mâjah dari Ma’qil bin Yasâr). Kedua: Menyibukkan diri dengan mengamalkan sunnah-sunnah Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam. Berkata Al-Imâm Ahmad Rahimahullâh: …
ETIKA PENCINTA ILMU Pertanyaan:Aku ingin tanya, mohon admin Majâlis sampaikan ke Ustâdznya, aku sudah ikuti banyak channel tahu dari teman-temannya, dan aku tanya tentang admin-adminnya. Banyak ternyata adminnya hanya jadi penjelajah media sosial, bukan orang paham ilmu. Bagaimana sikap aku? Jawaban: Media sosial benar-benar menjadi ujian bagi pecinta ilmu, dan akan menjadi fitnah bagi mereka yang tidak membolehkan mengambil ilmu …
Pertanyaan:Izin tanya Ustâdz, adakah penghapus amalan selain syirik? Jawaban:Menyesali pemberian atau mengungkitnya merupakan penghapus pahala dari pemberiannya, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âla: یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لَا تُبۡطِلُوا۟ صَدَقَـٰتِكُم بِٱلۡمَنِّ وَٱلۡأَذَىٰ كَٱلَّذِی یُنفِقُ مَالَهُۥ رِئَاۤءَ ٱلنَّاسِ “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian merusak sedekah kalian dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan penerimanya, seperti orang yang menginfâqkan hartanya karena riya’ kepada manusia.” [Surat …
Pertanyaan:Seorang saudara salafî tsâbit mencari info tentang psikolog karena mendapati anaknya yang bandel dan susah dibimbing, ingin membawanya ke psikolog. Benarkah anak begitu perlu dibawa ke psikolog? JawabanSebelum dia mencarikan psikolog untuk menanyakan keadaan anaknya yang bandel, maka hendaklah dia mengoreksi akhlâq dan manhâjnya. Mungkin saja dia terlalu berlebihan dalam bermanhâj, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ، هَلَكَ …
Pertanyaan:Ustâdz, saya mau nanya, saya punya saudara perempuan yang baru pula dari pondok pesantren, dia memakai cadar dan dia sangat tidak kuat dengan perkataan orang lain yang sering melecehkannya.Jadi yang saya tanyakan ke Ustâdz, bagaimana caranya untuk menjawab semua perkataan orang yang telah melecehkan atau yang telah menghina cadar saudari saya?Apakah saya harus melawannya, bagaimana pendapat Ustâdz? Jawaban:Semoga Allâh Subhânahu …
Pertanyaan:Dzikir dalam hati, apakah sama pahalanya dengan dzikir di ucapan dengan lisan? Jawaban:Dengan adanya perbedaan-perbedaan amalan kebaikan maka berbeda-berbeda pula pada pahalanya, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âla: وَلِكُلࣲّ دَرَجَـٰتࣱ مِّمَّا عَمِلُوا۟ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا یَعۡمَلُونَ “Setiap orang ada tingkatan-tingkatannya sesuai dengan apa yang mereka kerjakan. Dan tidaklah Rabbmu lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.” [Surat Al-An’âm: 132]. Adapun dzikir …
Pertanyaan:Apakah di saat seseorang menyakiti orang lain, maka dia akan dihukum oleh Allâh ‘Azza wa Jalla di kehidupan dunianya? Jawaban:Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ berkata: وَالَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوْا فَقَدِ احْتَمَلُوْا بُهْتَانًا وَّاِثْمًا مُّبِيْنًا “Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti orang-orang beriman laki-laki dan orang-orang beriman perempuan dengan tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat maka sungguh orang-orang yang menyakiti itu …
Pertanyaan:Ustâdz, penggunaan kalimat: من ثبت نبت “Siapa yang kukuh maka dia akan tumbuh.”Itu pada urusan apa? Jawaban:Pada urusan agama secara umum, dan pada perkara menuntut ilmu secara khusus. Pada perkara agama, berkata Ibnul Qayyim Rahimahullâh: إن الدِّين مَدارُه على أصلينِ: العزم والثبات “Sesungguhnya agama poros perputarannya pada dua landasan, yaitu kemantapan dan kekokohan.”Beliau menyebutkan dalîlnya dari perkataan Nabî ‘Alaihish Shalâtu …
Pertanyaan:Puasa sunnah apa saja pada bulan Muharram ini? Jawaban:Puasa khusus di bulan Muharram ini adalah puasa Tâsû’â dan Âsyûrâ’, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam tentang puasa Tâsû’â: فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ “Jika kita berada pada tahun depan maka Insyâ Allâh kita akan puasa Tâsû’â.”Yaitu puasa yang dilakukan pada tanggal sembilan Muharram.Nabî Shallallâhu ‘Alaihi …
Pertanyaan:Apa benar Ustâdz Khidhir dalam waktu dekat akan ‘uzlah? Jawaban:Insyâ Allâh kita akan tinggal di tempat terpencil yang jauh dari keramaian kota, namun bukan berarti kita akan menjauhi atau memisahkan diri dari kaum Muslimîn. Kita akan senantiasa keluar dakwah, kita akan tetap datang ke masjid-masjid untuk menyampaikan khutbah maupun ceramah, selama masjid masih terbuka untuk kita maka kita akan datangi. …