Pertanyaan:Benarkah bahwa puasa 6 hari pada bulan Syawwâl itu tidak ada dalîlnya? Ada hadîts di kitâb Shahîh Muslim tapi katanya dha’îf, betulkah di Shahîh Muslim ada hadîts dha’îf? Jawaban:Di dalam “Shahîh Muslim” ada beberapa riwayat yang dikritik oleh sebagian ‘Ulamâ hadîts, namun kritikan mereka dikritik pula oleh ‘Ulamâ hadîts yang lainnya. Di antara hadîts yang mereka kritik adalah hadîts tentang …
Pertanyaan:Apakah dibolehkan menggabungkan niat puasa 3 hari setiap bulan, puasa Senin dan Kamis serta puasa 6 hari pada bulan Syawwâl? Jazâkumullâhu khairan. Jawaban:Hendaklah bagi seseorang memilih salah satu dari puasa tersebut, dia niatkan hanya satu puasa saja, kalau dia menginginkan untuk puasa 6 hari pada bulan Syawwâl maka dia niatkan hanya itu. Adapun puasa 3 hari setiap bulan atau puasa …
Pertanyaan:Mâsyâ Allâh waktu Pak Ustâdz khutbah tadi saya senang, namun tadi Pak Ustâdz sebutkan puasa 6 hari pada bulan Syawwâl keutamaannya semisal puasa sepanjang masa, tapi saya pernah baca buku menyebutkan keutamaan puasa 6 hari itu seperti puasa setahun, ma’af Pak Ustâdz, mana yang benar? Mohon pencerahannya? Jawaban:Penyebutan puasa 6 hari pada bulan Syawwâl dengan keutamaan puasa setahun itu berdasarkan …
📝 Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz ganggu waktunya, saya ada pertanyaan: Apakah puasa sunah Syawwâl 6 hari berturut-turut menyelisihi hadîts puasa Nabî Dâwud ‘Alaihis Salâm, tentang puasa sunah paling utama? Jazâkallâhu khairan wa Bârakallâhu fîkum. 📜 Jawaban:Puasa 6 hari di bulan Syawwâl bukanlah bertujuan untuk menyelisihi puasa Dâwud ‘Alaihish Shalâtu was Salâm yang akan dilakukan di bulan Syawwâl, karena kedua puasa tersebut termasuk …
Pertanyaan:Apa itu Jamâ’ah Al-Khidhir? Jawaban:Ada seorang dosen sebagai pengamat dakwah telah menamai setiap orang yang hadir di majlis kita sebagai Jamâ’ah Al-Khidhir. Dan kita tidak pernah membuat nama Jamâ’ah itu, karena kita hanya memiliki satu jamâ’ah yang Allâh telah menamai kita dengannya: هُوَ سَمَّىٰكُمُ ٱلۡمُسۡلِمِینَ مِن قَبۡلُ وَفِی هَـٰذَا “Allâh telah menamai kalian sebagai orang-orang Muslim dari dahulu dan demikian …
📝 Pertanyaan:Apakah boleh mengucapkan selamat hari raya ‘Îdul Fithri? 📜 Jawaban:Boleh mengucapkan ucapan selamat pada hari raya ‘Îdul Fithri, sebagai rasa senang dan rasa gembira, disebutkan dalam suatu hadîts: ﻟِﻠﺼَّﺎﺋِﻢِ ﻓَﺮْﺣَﺘَﺎﻥِ، ﻓَﺮْﺣَﺔٌ ﻋِﻨْﺪَ ﻓِﻄْﺮِﻩِ، ﻭَﻓَﺮْﺣَﺔٌ ﻋِﻨْﺪَ ﻟِﻘَﺎﺀِ ﺭَﺑِّﻪِ “Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan; kegembiraan ketika ber’îdul Fithri dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya.”Dan yang paling bagusnya ucapan adalah …
📝 Pertanyaan:Ustâdz apakah ada sunnah-sunnah sebelum melakukan shalat ‘Îdul fithri. 📜 Jawaban:Di antara sunnah-sunnah sebelum shalat ‘Îdul fithri adalah: 🔹 Bertakbir.Disunnahkan memulai bertakbir dari tenggelamnya matahari pada hari terakhir dari hari-hari Ramadhân sampai imâm berdiri mengimami shalat ‘Îdul Fithri, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: ﻭَﻟِﺘُﻜَﺒِّﺮُﻭﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ ﻫَﺪَﺍﻛُﻢْ ﻭَﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﺸْﻜُﺮُﻭﻥَ “Bertakbirlah kalian kepada Allâh atas petunjuk yang telah Dia …
Pertanyaan:Pak Ustâdz apa jawaban kita waktu hari raya ada yang ucapkan: “Mohon maaf lahir dan batin”? Jawaban:Tidak semua ucapan “mohon maaf” pada hari raya itu kita jawab, karena ketika kita ingin menelpon pada hari raya itu dalam keadaan kita tidak tahu kalau kehabisan pulsa maka operator juga mengucapkan yang semisal itu “mohon maaf” yakni pulsa Anda tidak mencukupi untuk melakukan …
📝 Pertanyaan:‘Afwân ada pertanyaan: Bagaimanakah hukum takbiran pada malam ‘Îdul Fithri? 📜 Jawaban:Takbiran pada malam ‘Îdul Fithri termasuk dari perkara yang disyari’atkan, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ “Hendaklah kalian menyempurnakan bilangan bulan Ramadhân lalu kalian bertakbir kepada Allâh atas petunjuk yang telah Dia berikan kepada kalian, dan supaya kalian bersyukur”. [Al-Baqarah: …
Pertanyaan:‘Afwân yâ Ustâdz, bagaimana hukum shalat di masjid yang mana masjid tersebut terdapat jarak kaki ma’mûm sekitar 1-2 jengkal, yâ Ustâdz? Jawaban:Hendaklah bagi seseorang melihat ke masjid lain yang shaffnya rapat, kalau memang tidak ada lagi maka tidak mengapa shalat di masjid tersebut sebagai penjagaan terhadap kebersamaan bersama jamâ’ah kaum Muslimîn. Sebelum fitnah virus corona ini kita sudah sering mendapati …