CARA MUDAH DAN TIDAK MELUPAKAN HAFALAN AL-QUR’ÃN

Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz, mohon nasehat tentang bagaimana cara mudah menghapal Al-Qur’ãn? Adakah bimbingan ulamâ terkait cara mudah menghafal Al-Qur’ãn, menjaganya dan mengamalkannya, terkadang kami kesulitan dalam menghapal Al-Qur’ãn. Bârakallâhu fîkum. Jawaban:Tidak ada cara yang termudah dalam menghafal Al-Qur’ãn daripada sering dan terus menerus membacanya secara berulang-ulang. Adakah dari orang yang menjaga shalat 5 waktunya lupa terhadap bacaan surat Al-Fâtihah? Penyebab tidak …

MEREKA TIDAK AKAN PERNAH RIDHÂ

Insyâ Allâh akan semakin jelas hakekat para pembuat makar, mereka hampir saja berhasil dalam penyusunan makar, karena belum maksimal berhasil maka mereka belum berani mengakui kalau mereka penyusun makarnya, tapi nanti kalau mereka merasa telah berhasil maka mereka akan bercerita bahwa semua yang terjadi itu karena permainan mereka: وَمَكَرُوا۟ مَكۡرࣰا كُبَّارࣰا “Mereka membuat makar dengan makar yang paling terbesar.” [Surat …

MENGAMBIL HAK YANG DITAHAN OLEH ATASAN

Pertanyaan:Semoga Allâh memberikan penjagaan kepada Al-Ustâdz Abû Ahmad Al-Khidhir dan kepadamu, saya mau bertanya: Kakak saya dipecat dari pekerjaannya, karena salah menjual barang yang seharusnya dijual Rp 30.000, namun kakak saya jual Rp 22.500, hanya karena kesalahan satu potong barang, gaji dan tabungan kakak saya tidak dikeluarkan oleh bosnya sampai berbulan-bulan, yang jadi persoalan: Apa boleh kami mengambil hak kami …

BIOGRAFI SINGKAT ‘ÂISYAH ASH-SHIDDÎQAH RADHIYALLÂHU ‘ANHÂ

Beliau adalah ‘Âisyah bintu Abî Bakr ‘Abdullâh bin Abî Quhâfah ‘Utsmân bin ‘Âmir bin ‘Amr bin Ka’b bin Sa’d bin Tamîm bin Murrah bin Ka’b. Terhubung nasab beliau dengan nasab Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam pada Murrah bin Ka’b.Ibu beliau adalah Ummu Rûmân bintu ‘Âmir dari Banî Mâlik.Kunyah beliau adalah Ummu ‘Abdillâh.Julukan beliau adalah Ummul Mu’minîn, Humairâ’, Ath-Thayyibah, Ash-Shiddîqah dan …

AL-QUR’ÃN KALÂMULLÂH, BUKAN KHÂLIQ DAN BUKAN PULA MAKHLÛQ

Pertanyaan:Minta tolong Ustâdz, menjelaskan lagi perkataan Al-Imâm Muhammad bin Abî Zamîn Rahimahullâh, tadi belum terlalu memahami pada perkataannya: مِنْ قَولِ أَهْلِ السُّنَّةِ أَنَّ الْقُرْآنَ كَلَامُ اللّٰهِ وَتَنْزِيلُهُ، لَيسَ بِخَالِقٍ وَلَا مَخْلُوقٍ “Termasuk dari perkataan Ahlussunnah bahwa Al-Qur’ãn adalah Kalâmullâh dan yang diturunkan dari-Nya, bukanlah Al-Qur’ãn itu Khâliq (Yang Menciptakan) dan bukan pula makhlûq (yang diciptakan).” Jawaban:Termasuk dari ‘aqîdah Ahlissunnah wal …

AMALAN YANG MEMASUKKAN KE DALAM SURGA

Pertanyaan:Ustâdz, ada kenalan mengatakan kalau dulu orang mau masuk Surga sangat mudah, datang menemui Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam supaya masuk Surga langsung diberitahu amalan paling ringan, dia amalkan jadi masuk Surga. Di zaman sekarang kalau orang ingin masuk Surga, seperti dipersulit oleh orang-orang merasa paling benar Islâmnya, harus berbuat inilah itulah, macam-macamlah hingga menambah rumit kepadanya? Jawaban:Amalan apa saja …

SHALAT MELIHAT KE ARAH KIBLAT

Pertanyaan:Ustâdz semoga Allâh selalu menambahkan kebaikan kepada Ustâdz, saya mau bertanya Ustâdz: Riwayat Al-Bukhârî (713) dari Khabbâb Radhiyallâhu Anhu, seseorang bertanya kepadanya: “Apakah Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam membaca dalam shalat Zuhur dan ‘Ashar?” Beliau berkata: “Yâ.” Kami tanya: “Bagaimana kalian mengetahuinya?” Beliau berkata: “Dengan gerakan jenggotnya.”Apakah bisa di jadikan hujjah kalau saat shalat pandangan kita lurus ke depan bukan …

MENYIKAPI ORANG BODOH

Pertanyaan:Ustâdz, minta izin bertanya lagi, bagaimana baiknya menyikapi orang bodoh? Apakah perlu ditanggapi setiap ulahnya? Jawaban:Tidak perlu menanggapi orang bodoh, tapi biasanya kalau tidak ditanggapi dia akan tetap menampakkan dirinya seperti orang berilmu dan dia tidak akan merasa bodoh, sehingga dia akan terus berulah. Ketika nampak kebodohannya atau ditampakkan kebodohannya lalu dia merasa semakin lemah untuk berargumen maka dia akan …

ANTARA KRITIKAN DAN PUJIAN

Pertanyaan:Ustâdz izin bertanya, soal pernyataan seorang Ustâdz bahwa Imâm As-Suyûthî sebagai mubtadî’ lalu bagaimana dengan pujian-pujian banyak ulamâ buatnya? Jawaban:Penyebutan beliau sebagai mubtadî karena beliau memiliki berbagai kebid’ahan dan memiliki beragam khurafât, beliau berjalan di atas metode tasawwûf.Ketika seorang Ustâdz mentahdzîr umat dari penyimpangannya, baik pada masalah bid’ah-bid’ahnya atau pada ketergelincirannya di dalam berbagai masalah aqîdah lalu menyebutkannya sebagai mubtadî …

ADAB-ADAB MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL

📝 Pertanyaan:Saya ada titipan pertanyaaan dari teman, dia bertanya: Bagaimana adab penggunaan media sosial menurut Ustâdz? Syukrân Ustâdz. 📜 Jawaban:Media sosial hukum asalnya termasuk dari perkara yang mubah, dan dia akan berubah hukumnya tergantung pada penggunaannya, dengan demikian supaya menjaga dari terjatuh ke dalam perkara yang terlarang dan tercela maka kita akan sebutkan di antara adab-adabnya: 🔹 Menggunakannya pada perkara …