التوبة من الاستهزاء بالدين واجب، قال الشيخ ابن عثيمين: من قال كلمة الكفر ولو مازحا: فإنه يَكفُر ، ويجب عليه أن يتوب، وأن يعتقد أنه تاب من الردة، فيجدد إسلامه. [لقاءات الباب المفتوح (٦٠/ ١٢)] “Bertaubat dari melakukan pengolok-olokan terhadap agama adalah wājib, berkata Asy Syaikh Ibnul ‘Utsaimīn: “Barangsiapa mengatakan perkataan kekafiran meskipun dia dalam keadaan bercanda maka sungguh dia …
إن من صفات العبد التقي الغني الخفي الحرص على الإِخْلاَصِ في الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم والإكثار منها، قال النبي صلى الله عليه وسلم: «مَنْ صلَّى عليَّ من أُمَّتي صَلاةً مُخْلِصًا من قلبِهِ؛ صلَّى اللهُ عليهِ بِها عشرَ صَلَوَاتٍ، ورفعَهُ بِها عشرَ درجاتٍ، وكتبَ لهُ بِها عشرَ حَسَناتٍ، ومَحا عنهُ عشرَ سيئاتٍ». [رواه النسائي في الكبرى وأبو نعيم …
Pertanyaan:Ada tuntutan bahwa semua pengelola / orang yang berwenang / penangung jawab tempat umum seperti tempat ibadah (masjid/langgar) harus juga transparansi? Kendati pun itu masjid kelompok sendiri harus transparansi. Apakah dibenarkan secara hukum agama Ustādz?. Jawaban:Tatkala keadaan menuntut akan hal itu maka tidak masalah untuk transparansi, ketika diketahui ada yang korupsi maka tidak mengapa menggugatnya bahkan harus menggugatnya. Dahulu Salmān …
Pertanyaan:Hari tasyrîq adalah pada tanggal 11, 12, 13, bagaimana dengan puasa Ayyâmul bidh, apakah boleh diganti pada tanggal 14,15 dan16?. Jawaban: Puasa Ayyâmul bidh yang afdhalnya dilakukan pada tanggal 13, 14 dan 15 sebagaimana yang disebutkan oleh An Nawawî, dengan dalîl hadîts dari Abû Dzarr Radhiyyallâhu ‘anhu di dalam “Sunan At-Tirmidzî” dan hadîts dari Qatâdah bin Milhân Radhiyallâhu ‘Anhu di dalam …
Pertanyaan:Semoga Ustādz dan keluarga dijauhkan dari segala keburukan, kami ingin menanyakan suatu hal Ustādz, banyak saya temui seseorang melakukan amalan kebaikan sesuai nilai-nilai Islām, yang didasari ikut ikutan, rasa tidak enak dengan yang lain atau takut dijadikan omongan, takut dicela kalau tidak ikut, yang sifatnya amalan tersebut bukan kewajiban dalam syariat Islām. Bagaimanakah hukum amalan tersebut dalam Islām. Jazākumullāhu khairan. …
Pertanyaan:Apa ada perbedaan syirik sama kāfir?. Jawaban: الشرك أن تجعل لله ندا وهو خلقك “Syirik adalah kamu menjadikan tandingan bagi Allāh padahal Dia telah menciptakanmu.”Ini berdasarkan perkataan Nabī Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam saat beliau ditanya tentang paling besarnya dosa, maka beliau katakan: أن تجعلَ للهِ نِدًّا وهو خلقكَ “Kamu menjadikan tandingan bagi Allāh padahal Dia telah menciptakanmu.”Dan defenisi ini lebih …
Pertanyaan:Dan keterangan artikel di bawah ini apa juga berlaku kepada orang yang sengaja tidak shalat. Karena orang yang tidak shalat maka dia kāfir?.“Syarat Keabsahan Islām Memusuhi Pelaku Kesyirikan dan Membencinya. Syaikh Al ‘Allāmah Sulaimān bin Sahmān Rahimahullāh berkata: “Seseorang tidak akan lurus (sah) keislamannya meskipun ia mengesakan Allāh dan meninggalkan kesyirikan kecuali dengan memusuhi orang-orang musyrik, serta menyatakan permusuhan dan …
Pertanyaan:Ustādz, izin bertanya. Apakah pertanyaan seseorang kepada seorang Muslim: “Dimana Allāh”. Termasuk jenis larangan imtihān (mengetes)?. Jawaban:Kalau pertanyaan itu dijadikan sebagai kebiasaan, yaitu sering kali bertanya kepada orang-orang yang belum diketahui akidahnya maka jelas menyelisihi Sunnah, karena contoh di dalam Sunnah itu dilakukan oleh Nabī Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam sebatas yang kita ketahui itu hanya sekali, di saat beliau bertanya …
Pertanyaan:Apakah benar Ustādz, menamai anak dengan nama Fāthimah Az Zahrā’ tidak boleh?. Dan apa hukumnya memvonis setiap orang yang bernama Fāthimah Az Zahrā’ sebagai syī’ah?. Jawaban:Nama Fāthimah Az Zahrā’ adalah nama yang sebagian ‘ulamā memutlakkannya sebagai nama Ummul Hasan Fāthimah bintu Muhammad ‘Alaihimush Shalātu was Salām, di antara ‘ulamā yang kita maksudkan adalah Ibnu Hibbān, Al Khatīb, Ibnu ‘Abdil Bārr, …
Pertanyaan:Ustādz, kami bersama sebagian ikhwān di sini merencanakan mau bebaskan tanah yang luasnya cukup buat mushallā, tapi yang menjadi persoalan kami di lingkungan kami ada masjid yang biasa kami shalat. Apakah dibenarkan bila kami bikin mushallā Ustādz?. Jawaban:Sebaiknya jangan bikin Mushallā selama masjid di lingkungan kalian diimami seorang Muslim, selama dia benar shalatnya, selama tidak nampak padanya kesyirikan atau kekufuran …