اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الْمُتَّقِينَ،اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَوْلِيَائِكَ الصَّالِحِينَ،اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ قُلْتَ فِيهِمْ: {وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ رَبَّهُمْ إِلَى ٱلْجَنَّةِ زُمَرًا} “Yā Allāh, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang bertakwa dan jadikanlah kami termasuk wali-wali-Mu yang shālih. Yā Allāh, jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang Engkau katakan tentang mereka: “Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dibawa ke dalam Surga berombong-rombongan.” Doa …
Pertanyaan:Ustādz, apakah benar Asy Syaikh Muhammad Nāshiruddīn Al Albānī murni di atas ‘aqīdah Tauhīd?. Jawaban:Untuk mamastikan jalan beliau di atas ‘aqīdah Tauhīd yang murni atau tidak maka di sini kita akan mengutipkan di antara dari perkataan beliau supaya dijadikan perbandingan, beliau berkata: المرجئة قد يلتقون معنا في عدم التكفير إلا بالجَحد “Murji’ah sejalan bersama kita tentang tidak mengkāfirkan kecuali karena melakukan …
Al Ustādz Abū Ahmad Muhammad Al Khidhir bin Sālim bin Syahdiah Al Limborī: إن الكراهة تزول عند وجود الحاجة “Sungguh perkara makrūh itu akan gugur ketika ada kebutuhan.”Bentuknya seperti keluarga mendiang menyiapkan makanan atau minuman bagi para pelayat, ini hukumnya makrūh dan ini akan menjadi mubāh ketika ada kebutuhan padanya, Al Imām Ibnu Qudāmah Al Maqdisī mengatakan: فأما صنع أهل …
Pertanyaan:Apa hukumnya berkumpul di keluarga mayit saat ta’ziyah (menyampaikan bela sungkawa), kemudian keluarga orang yang wafat menyuguhkan makanan dan minuman kepada orang-orang yang ta’ziyah?. Jawaban:Terdapat khilāf (perbedaan pendapat) di kalangan ‘ulamā, sebagian mereka menganggap tidak boleh karena itu termasuk niyāhah (perkabungan meratapi mayit), sebagian yang lain menganggap makrūh dan sebagian yang lain menganggap boleh.Mereka yang tidak membolehkan karena menganggap itu …
Di antara penyebab orang yang menuntut ilmu tidak bisa memperoleh dan mendapatkan keberkahan ilmu adalah menuntut ilmu bukan karena Allāh Subhanāhu wa Ta’ālā, berkata ‘Ulamā: ﻃَﻠَﺒْﻨَﺎ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﻟِﻐَﻴْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﺄَﺑَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮْﻥَ ﺇِلَّا ﻟِﻠَّﻪِ “Kami menuntut ilmu karena selain Allāh ternyata ilmu enggan kecuali hanya karena Allāh.”Berkata Ibrāhīm An Nakha’ī Rahimahullāh: ﻣَﻦِ ﺍﺑْﺘَﻐَﻰ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢِ ﻳَﺒْﺘَﻐِﻲ ﺑِﻪِ ﻭَﺟْﻪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ …
Pertanyaan:Bagaimana sikap kita terhadap orang yang mengklaim kita terlalu memikirkan dunia dan tidak qana’ah ketika kita sedang berniaga? Padahal tujuan kita berniaga itu bukan untuk kepentingan diri kita semata, karena hanya itu yang bisa kita lakukan (supaya rencana kita suatu saat terwujud) tanpa harus diketahui orang lain?. Jawaban:Sikap kita adalah tetap bersabar, karena Allāh Tabāraka wa Ta’ālā telah katakan: وَجَعَلْنَا …
Pertanyaan:Ijin Ustādz, mau sampaikan persoalan ayat ini: وَقَـٰتِلُوهُمۡ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتۡنَةࣱ وَیَكُونَ ٱلدِّینُ لِلَّهِۖ “Dan perangilah mereka sampai tidak ada fitnah (syirik) dan supaya beragama hanya kepada Allāh.”Apakah benar tafsīr fitnah (syirik) di sini adalah syirik hukum syar’iat bukan syirik ibadah, dengan dalīl bahwa Nabī Muhammad Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam dulu membiarkan dan tidak memerangi Ahli Kitāb di Madīnah …
Dalīl adalah ayat, Nabī Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam berkata: بلغوا عني ولو آية “Sampaikan oleh kalian dariku meskipun satu ayat.” Yakni walaupun satu dalīl, baik itu dalīl berupa ayat dari perkataan Allāh (Al Qur’ãn) atau pun dalīl berupa perkataan, perbuatan dan penetapan dari Nabī Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam (Al Hadīts).Dalīl juga bermakna alamat sebagaimana yang disebutkan Asy Syaikh Ibnu Ãjurrūm: …
Berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: كِتَـٰبࣱ فُصِّلَتۡ ءَایَـٰتُهُۥ قُرۡءَانًا عَرَبِیࣰّا لِّقَوۡمࣲ یَعۡلَمُونَ “Kitâb yang dijelaskan ayat-ayatnya berupa bacaan dalam bahasa Arab bagi kaum yang mengetahui.” [Surat Fushshilat: 3].Bila ada orang berani berbicara tentang Al Qur’ãn dan As Sunnah atau menarik hukum dari keduanya dalam keadaan dia tidak bisa bahasa Arab dan tidak mengerti serta tidak paham terhadap bahasa Arab maka …
Pertanyaan:Ustādz, sekarang Ana sedang mengikuti kajian Ustādz pada pelajaran At Tuhfah As Sālimiyyah fī Syarhi Matni Al Ãjurrūmiyyāh. Apakah dengan mengikuti kajian lewat channel telegram ini jadi boleh Ana mengakui Ustādz sebagai guru Ana walau Ana belum pernah jumpa Ustādz karena daerah berjauhan sekali?. Jawaban:Boleh bagi siapa pun yang hidup sezaman dengan seseorang untuk mengakuinya sebagai gurunya tatkala dia telah …