Pertanyaan:Bagaimana menjawab penolakan yang dilakukan oleh seorang syaikh salafiyyîn tsâbitîn yang bernama Abû Fairûz atas pembagian ‘ulamâ kibâr, bahwasanya itu tidak ada dalîlnya?. Jawaban:Barangkali karena dia tahu dirinya termasuk dari ashâghir (masyâyikh kecil), ditambah lagi keadaannya sebagai mubtadi’ lagi ‘âdzir makanya dia menolak penamaan ‘ulamâ kibâr, Ath-Thabrânî di dalam “Al-Mu’jamul Kabîr” meriwayatkan dari Ibnu Mas’ûd Radhiyallâhu ‘Anhu: لا يَزَالُ النَّاسُ …
Penempatan istilah “tsâbit” saja mereka sudah keliru dan salah, bagaimana kemudian mengaku sebagai orang-orang tsâbit atau yang mereka tenarkan sebagai salafiyyûn tsâbitûn?! Kalau tsâbit (kokoh) di atas al-‘udzru bil jahli memang benar merekalah ahlinya, tapi kalau kokoh di atas ‘aqîdah shahîhah maka haihâta haihât.Kalau mereka beralasan kokoh sebagaimana Al-Imâm Ahmad bin Muhammad bin Hanbal Rahimahullâh, maka ketahuilah perkara beliau ketika …
Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz, ingin sampaikan titipan pertanyaan. Akhî, kenapa Ustâdz Al-Khidhir tidak mau hadir setiap ada daurah kumpul para asâtidzah?.Tambahan pertanyaan, ada yang bilang begini: “Siapa yang tidak mau menghadiri daurah Nasional di Jember tanpa ada udzur berarti dia seorang hizbî.” Apakah dibenarkan kaidah tersebut?. Jawaban:Pengalaman yang kita dapatkan di Yaman saat diminta kumpul dengan seorang syaikh yaitu kita dituntut untuk …
Permasalahan yang dipaparkan bahwa Abû Ahmad yuhibbuzhuhûr (senang ingin tampil atau senang popularitas), ini yel-yel sudah cukup lama, sejak kita masih di Yaman, dan kita mengira di antara mereka yang menyuarakan yel-yel ini sudah tamat riwayat. Dan ternyata ada lagi yang mencoba mengarang riwayat baru dengan meneriakan yel-yel ini maka urusannya dengan ‘Âlimil Ghaib wasy Syahâdah: فَسَتَذۡكُرُونَ مَاۤ أَقُولُ لَكُمۡۚ …
Pertanyaan:Jujur ingin tahu Ustâdz, kenapa ada ‘ulamâ’ mencabut perkataannya, padahal itu kebenaran, padahal diakui itu kebenaran?. Jawaban:Telah kita terangkan pada kajian “Ushûlus Sittah” bahwa ‘ulamâ ada tiga:1) ‘Ulamâ daulah (‘ulamâ pemerintah atau ‘ulamâ negara).2) ‘Ulamâ ummah (‘ulamâ kaum atau umat).3) ‘Ulamâ Millah (‘ulamâ agama).‘Ulamâ daulah akan berkata atau berfatwâ sesuai keinginan daulah, apa yang dimaukan oleh daulah selalu menuruti dan …
Pertanyaan: سئل سماحة الشيخ ابن باز رحمه الله: بعض الناس يقول: المعين لا يكفر؟. فأجاب: هذا من الجهل، إذا أتى بمكفر يكفر. “Ditanya Samâhatusy Syaikh Ibnu Bâzz semoga Allâh merahmatinya: Sebagian orang mengatakan: Secara perorang tidak dikâfirkan? Maka beliau menjawab: “Ini termasuk kebodohan, jika dia melakukan terhadap suatu pembatal keislâman maka dikâfirkan.”. Ustâdz, orang-orang pada mempertanyakan tentang referensi fatwâ tersebut?. …
Sungguh Abû Yûsuf Isrâîl (yakni Ya’qûb) ‘Alaihimash Shalâtu was Salâm dahulu putera-puteranya memintanya untuk memohonkan ampunan bagi mereka: “Beliau bersabda: Aku akan memohonkan ampun untuk kalian kepada Rabbku, sungguh Dia adalah Al-Ghafûr (Maha Pengampun) lagi Ar-Rahîm (Maha Penyayang).”Padanya penjelasan bahwa tawassul masuk dalam perkara ‘âqîdah, karena orang yang bertawassul meyakini bahwa tawassul memiliki pengaruh terhadap apa yang diinginkannya.Dan pada dalîl …
Pertanyaan:Ustâdz Abû Ahmad, Qadarullâh ibu saya sedang sakit beberapa hari yang lalu dan sakit beliau belum sembuh Ustâdz. Bolehkan saya meminta do’a dari Ustâdz buat ibu saya? Agar supaya diberi sehat dan hidayah oleh Allâh, dan adakah do’a dari bahasa ‘Arab beserta terjemahan artinya agar saya bisa mendoakan ibu saya Ustâdz?. Jawaban:Dengan sakitnya ibu Anda maka itu bertanda kebaikan untuk …
Perkataannya: ((Tidaklah ada di antara kalian pada hari ini seorangpun yang berada di atas agama Ibrâhîm ‘Alailhis Salâm selain aku)), menunjukkan atas bahwasanya hujjah telah sampai kepada mereka, bahwasanya mereka di atas agama kekâfiran yaitu agama Jâhiliyah dan tidaklah mereka di atas agama Ibrâhîm ‘Alaihish shalâtu was Salâm. Sungguh Zaid bin ‘Amr bin Nufail semoga Allâh meridhainya mengkafirkan mereka dan …
Pertanyaan:“‘Abdullâh Jurbû’ sesat dan Muhammad Khidhir Al-Limborî bodoh dan sesat. Hendaknya yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir.”(Ditulis) Abû Zakariyâ ‘Abdurrahmân bin Taufîq.‘Afwân Ustâdz, bagaimana menurut antum dengan status pengajar di pondok Klaten tersebut?. Jawaban:Dia sedang masa-masa tumbuh, jadi seperti itulah keadaannya. Kasihan akan mempermalukan dirinya sendiri kalau dia masih punya rasa malu: إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ …