IKUT SHALAT GERHANA ATAU DIAM

Pertanyaan:Ustâdz, apakah dibenarkan sikap orang yang pada santai dan berbincang-bincang dengan temannya, di saat orang-orang sedang ikut shalat gerhana? Alasannya dia tidak ikut karena tidak terlihat gerhana sebab mendung, bagaimana sikap yang baik?. Jawaban:Kalaupun tidak dia lihat gerhana terjadi maka tidakkah sebaiknya dia diam atau takut, kejadian berupa awan hitam atau mendung hendaklah dia takutkan, berkata ‘Âisyah Radhiyallâhu ‘Anhâ tentang …

MENGUCAPKANSALÂM HANYA KEPADA ORANG MUSLIM

Pertanyaan:Ustâdz, kalau orang sudah nyata-nyata melakukan syirik besar dan belum taubat. Apakah kita boleh ucapkan salâm kepadanya?. Jawaban:Jangan ucapkan salâm kepadanya, cukup ucapkan kata sapaan yang biasa berlaku di tengah masyarakat seperti ucapan permisi.Pernah kita masuk ke suatu kampung di pedalaman Bojonegoro Jawa Timur, kita lihat ada sesepu yang nampak Muslim karena bersarung dan bersongkok. Tatkala kita ucapkan salâm, jawabnya …

‘ULAMÂ TIDAK RIDHÂ GAMBAR MEREKA DISEBAR

Pertanyaan:Ustâdz, bagaimana menasehati orang yang bermudah-mudahan sekali berfoto-foto dengan beralasan: “Ulamâ sudah banyak tersebar vidio dan foto mereka”?. Jawaban:Hendaklah bagi setiap orang tidak menjadikan alasan dengan beredarnya foto atau vidio ‘Ulamâ untuk membenarkan perbuatannya dalam bergampang-gampangan membuat gambar makhluk bernyawa, karena bisa jadi ‘Ulamâ tidak meridhâi tersebarnya gambar-gambar mereka. Apalagi keadaan di zaman sekarang, di mana-mana alat pembuat gambar makhluk …

MANHAJ SALAF ANTARA BERBAKTI KEPADA ORANG TUA DAN BARÂ’

Pertanyaan:Ustâdz, bagaimana menjawab syubhat orang-orang bahwa mengkâfirkan orang itu besar dan berat perkaranya. Sampai ada orang cerdik bilang bahwa kalau nanti mengkâfirkan maka orang tua sendiri bisa dikafirkan.” Jawaban:Demikian pula menganggap Islâm seseorang itu juga besar dan berat perkaranya, bahkan jauh lebih besar dan berat perkaranya kalau sudah jelas-jelas nampak melakukan kekafiran atau kesyirikan besar lalu meragukannya, terlebih lagi kalau …

HAI UMAT HALLOWEEN BELUM SEBERAPA BILA DIBANDINGKAN KEMUNCULAN BERBAGAI THÂGHÛT

Dengan kemunculan Halloween di Kerajaan Saudi Arabia membuat umat sangat kaget, sehingga mereka semakin mempertanyakaan masa depan Kerajaan Saudi Arabia.Padahal kemungkaran besar itu belum seberapa keburukannya bila dibandingkan dengan masa mendatang yang telah disebutkan oleh Nabî Shallallâhu Alaihi wa Sallam: هُنَاكَ الزَّلاَزِلُ وَالْفِتَنُ، وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ “Di Najd terjadilah berbagai kegoncangan dan berbagai petaka, di sana pula muncul tanduk …

AKIBAT DARI TERPAPAR PAHAM MURJI’AH

Pertanyaan:Ustâdz, ada syubhat bilang begini: Kalau siapa yang tidak mengkâfirkan orang meninggalkan amalan wâjib seperti shalat maka dikatakan termasuk murji’ah, lalu bagaimana dengan sebagian Ulamâ Salaf yang tidak mengkâfirkan orang meninggalkan shalat karena malas, berarti juga mereka murji’ah?. Jawaban:Para ‘Ulamâ yang datang setelah zaman Shahabat, pembicaraan mereka pada masalah shalat bagi yang meninggalkannya bukan karena menentang kewajiban, antara kâfir dan …

JANGAN MENGHARDIK ORANG YANG MINTA-MINTA

Pertanyaan:Ustâdz, izin nanya: Apa betul kalau setiap orang minta-minta itu hizbî dan tidak boleh diberi, karena tergolong menolong dalam dosa, katanya dalîlnya itu firman Allâh Ta’âlâ: “Jangan kalian tolong menolong dalam dosa dan permusuhan”?. Jawaban:Orang yang meminta-minta itu berbeda-beda, jika tidak jelas dan tidak nampak dia meminta-minta sebagai profesi dirinya atau untuk bergantung pada meminta-minta maka hukum asalnya kita memberinya …

CARA MEMINTA MAAF KEPADA ORANG YANG SUDAH WAFAT

Pertanyaan:Ustâdz, bagaimana cara minta maaf kepada orang yang sudah meninggal? Mohon penjelasannya. Jawaban:Kalau kesalahan yang diperbuat kepadanya itu berupa mengambil hartanya atau pernah hutang kepadanya maka hendaklah menggantinya dengan menyerahkan ke ahli waritsnya, berkata Nabî Shallallâhu Alaihi wa Sallam: عَلَى اَلْيَدِ مَا أَخَذَتْ حَتَّى تُؤَدِّيَهُ “Berkewajiban atas tangan terhadap apa yang diambil hingga mengembalikannya.” Riwayat Ahmad dan Ashhâbussunan.Apabila tidak mengetahui …

BAGIMU KEPERCAYAANMU DAN BAGIKU KEPERCAYAANKU

Pertanyaan:Ustâdz, ada yang bilang kalau seseorang berislâm kâffah dengan membuktikan diri barâ dari syirik dan ahlinya serta mengkâfirkannya, itu tidak tepat diterapkan di Nusantara. Kalau di Saudi tepat saja karena hukum negaranya hukum Islâm. Bagaimana menanggapi ini?. Jawaban:Justru di Indonesia ini sudah tepat menerapkan pembuktian diri sebagai muslim sejati, bukankah di negeri ini ada kebebasan untuk berargumen dan berpendapat?! Bukankah …

KEUTAMAAN ZAID

Pertanyaan:Ustâdz, Kenapa dalam bahasa Arab kebanyakan menggunakan contoh dengan nama Zaid?. Jawaban:‘Ulamâ bahasa Arab menggunakan nama Zaid sebagai contoh dalam ilmu bahasa Arab karena nama Zaid terdiri dari tiga huruf, dan asal kata isim dan fi’il dalam bahasa Arab terdiri tiga huruf. Juga nama Zaid dijadikan contoh ke dalam ilmu bahasa Arab karena Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ telah menyebutkannya di …