Pertanyaan:Benarkah Syaikh, kalau ‘Ulamâ Saudi mereka orang-orang takfîrî, karena bermudah-mudahan menta’yin orang yang melakukan syirik akbar sebagai kâfir musyrik, sedangkan orang tadi masih shalat, sedangkan Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda: “Selama mereka masih shalat”?. Jawaban:Perkataan Nabî ‘Alaihish Shalâtu wa Salâm: لاَ مَا صَلَّوْا “Jangan kalian perangi mereka, selama mereka masih shalat.” Ini berlaku atas pelaku dosa besar bukan …
Pertanyaan:Izin bertanya Ustâdz Hafizhakallâh, bolehkah menta’yîn pelaku syirkul akbar kâfir murtad, jika zhahirnya melakukan kekufuran akbar, sementara Al-Qur’ãn telah sampai kepadanya, mendengarkan hadits-hadîts, hidup di tengah-tengah kaum Muslimîn, dia bukan muallaf yang baru masuk Islâm, dia bukan orang gila, dia sudah bâligh dan melakukannya tanpa paksaan. Mohon penjelasannya Ustâdz Hafizhakallâh. Jawaban:Boleh bagi yang memiliki burhân untuk menghukumi kâfir atau musyrik …
Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz izin bertanya:Bolehkah puasa tanggal 1 sampai tanggal 10 Muharram atau puasa penuh di bulan Muharram berlandaskan dalîl berikut, Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ “Seutama-utama puasa setelah puasa Ramadhân adalah puasa pada Bulan Allâh: Muharram, dan seutama-utama shalat setelah shalat wâjib adalah shalat malam.” …
Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz, jika Ustâdz berkenan, ana minta dijelaskan mengenai hadîst 100 tahun akan ada ‘ulamâ yang memperbaharui agama?. Jawaban:Adapun perkataan Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا “Sesungguhnya Allâh akan membangkitkan pada umat ini pada penghujung setiap seratus tahun orang yang akan memperbaharui agama pada umat ini.”Maka lafazh …
Pertanyaan:Apakah Ustâdz Abû Ahmad membenarkan tindakan pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang melakukan pemenggalan terhadap Juhaimân dan para pengikutnya? Bukankah mereka masih Muslim, kenapa langsung dipenggal?. Jawaban:Walaupun mereka teranggap orang-orang Muslim, akan tetapi karena mereka melakukan pembunuhan terhadap orang-orang Muslim lainnya di Al-Harâm Makkah sebanyak 100 orang lebih maka hukuman bagi mereka adalah dibunuh pula, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: …
Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz, ana baru lihat video mengenai teror Makkah 1979 oleh Juhaimân, ana ada pertanyaan walaupun di video itu sudah dijelaskan, namun bukan seorang Ustâdz yang paham yang menjelaskan. Siapa sebenarnya Juhaimân itu?. Apakah benar dia berguru ke Asy-Syaikh Ibnu Bâzz?. Jawaban:Juhaimân bin Muhammad Al-‘Utaibî tidaklah memiliki riwayat sebagai penuntut ilmu agama di tempat pendidikan formal maupun non formal, dia …
Pertanyaan:Mohon bimbingannya Ustâdz, apa hukumnya isteri menolak ajakan suami untuk jimâ’? Dan bagaimana suami menyikapi isteri yang menolak seperti itu? Terima kasih Ustâdz atas waktunya. Jawaban:Isteri Anda membutuhkan nasehat, nasehatilah dengan lembut. Ingatkan tentang akibat menolak ajakan suami untuk jimâ’. Ingatkan bahwa apabila isteri menolak ajakan suaminya untuk jimâ maka dia akan mendapatkan akibatnya berupa la’nat dari Malaikat, berkata Nabî …
Santri:Ustâdz, apa itu manhaj?. Ustâdz:Manhaj adalah metode atau jalan yang jelas, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا “Bagi setiap umat di antara kalian, Kami telah jadikan syari’at (aturan) dan manhaj (jalan yang terang).” [Al-Mâ’idah: 48]. Santri:Apakah manhaj itu dapat dimaknakan aliran?. Ustâdz:Kalau aliran itu seolah-olah gambarannya hanya pada jalan atau metode yang dianggap menyimpang dan tergelincir, …
Pertanyaan:Ustâdz, apakah benar atas orang-orang yang bolehkan bid’ah-bid’ah dengan berdalîl di zaman Nabî tidak ada Mushallâ perempuan dan jum’atan juga tidak ada kecuali hanya di masjid Nabî?. Jawaban:Itu di antara dari berbagai syubhât yang membuka pintu berbagai kebid’ahan dan menyenangkan setiap mubtadi’. Di zaman Nabî ‘Alaihish Shalâtu was Salâm para wanita muslimah datang di masjid Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, …
Pertanyaan:Pak Ustâdz Muhammad Al-Khidhir, saya mau bertanya tentang nazar, bagaimana cara menebus nazar supaya bersih hutang-hutang nazar saya. Saya waktu itu pernah punya nazar, tapi saya lupa punya nazar apa? Tidak inget sama sekali. Apa saya harus kasih sepuluh makan anak pesantren saja, terus baca-baca Al-Fâtihah?. Jawaban:Alhamdulillâh tidak harus bagi Anda untuk memberi makan sepuluh orang anak faqîr miskîn, Anda …