Pertanyaan:Kebanyakan ikhwan takutkan anak-anak dari pengaruh pergaulan di lingkungan tempat tinggal, dengan sebab itu mereka usahakan bisa mendekat ke markiz Sunnah. Yang mau ditanyakan di sini, bagaimana solusi bisa menjaga anak?. Apakah harus hijrah ke markiz Sunnah?. Adakah solusi selain harus mendekat ke markiz Sunnah?. Jawaban:Teringat dengan suatu atsar munqathi’ yang diriwayatkan oleh Malik dan Ahmad dari Yahya bin Sa’id, …
Semua kita pasti akan menghadapi berbagai masalah yang tentu mengharuskan kita untuk mencari solusi dan jalan keluarnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan bimbingan kepada kita: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ “Wahai orang-orang beriman minta tolonglah kalian kepada Allah dengan bersabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar.” [Surat Al-Baqarah 153]. Khalilullah …
Pertanyaan:Benarkah Ustadz bahwa pendahulu umat kristiani pada melaksanakan shalat?. Jawaban:Bila kita melihat kepada agama yang dibawa oleh Nabiullah ‘Isa ‘Alaihish Shalatu was Salam maka kita akan dapati bahwa para pengikut beliau ketika itu mendirikan shalat sebagaimana beliau shalat, demikian pula Ummu ‘Isa Maryam Ash-Shiddiqah ‘Alaihimash Shalatu was Salam mendirikan shalat, karena itu merupakan perintah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala: يَٰمَرْيَمُ …
Dua perangai mulia bagi seorang mukmin:◽️ Jika dia memperoleh kesenangan maka dia bersyukur.◽️ Jika dia mendapatkan kesusahan maka dia bersabar.Berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ “Luar biasa pada perkara seorang mukmin, sungguh seluruh perkaranya …
Tiga kalimat intisari hidup bermasyarakat: 1) Senantiasa bertakwa kepada Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ. 2) Menutup lembaran lama yang jelek dan membuka lembaran baru yang baik. 3). Tetap bergaul bersama manusia dengan akhlak yang mulia. Berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحسنةَ تَمْحُهَا، وخَالقِ النَّاسَ بخُلُقٍ حَسَنٍ “Bertakwalah kamu kepada Allâh di mana saja kamu …
Orang yang putus asa untuk hidup, lalu membunuh dirinya sendiri karena menyangka bahwa itu adalah pengakhiran untuk hidup, padahal itu bukanlah pengakhiran untuk hidup namun itu adalah peralihan kepada kehidupan yang sesungguhnya: لَيسَ مَنْ مَاتَ فَاسْتَرَاحَ بِمَوتٍ ****إِنَّمَا الْمَوْتُ مَيِّتُ الْأَحْيَاءِ “Tidaklah orang yang mati itu beristirahat dengan kematian ** Hanyalah kematian itu adalah kematian untuk kembali hidup” Dan Allah …
Pertanyaan:Ini ada pertanyaan, namun alangkah bagusnya jika disisipi nasehat yang barangkali menjadi batu loncatan. Penanya katakan:Ustadz selain di Bekasi, apakah ada pengajaran di tempat lain yang sama dengan Antum. Terkhusus di Sampit Kalimantan Tengah, adakah murid antum di sana?. Ana nyari tempat belajar untuk anak Ana. ‘Afwan. Jawaban:Di tempat-tempat lain Insya Allah akan ada yang sama, hanya saja kita tidak …
Pertanyaan:Ustadz Khaidir, goresan pena Ana mau bertanya na’am, kitab-kitab apa yang harus kami pelajari terlebih dahulu untuk para pemula thullabul ‘ilmi?. Karena di tempat kami susah ada kajian ilmiah, lantas itulah kami mau bertanya apa hukumnya mengambil ilmu dari Youtube, radio, karena tidak ada tempat kajian Ahlus Sunnah di tempat kami, yang banyak di sana ahlul bid’ah dan ahlul hawa, …
Ditanyakan ke Al Ustadz Muhammad Al Khidhir Rahimahullah tentang hukum orang yang meninggalkan shalat, Ustadz mengatakan: “Sepakat para ‘ulama tentang kafirnya orang yang meninggalkan shalat karena menentang kewajibannya, yang menjadi perbedaan pendapat tatkala meninggalkannya karena malas atau karena sibuk dengan dunia. Namun pendapat paling kuat dan benarnya, yang bersepakat padanya para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum tentang kafirnya orang yang meninggalkan shalat, …
Sempat kita bertanya-tanya: “Kenapa ya dulu selama kita di Limboro tidak pernah merasakan “urat kejepit”, setelah di Bogor ini kita sempat merasakan “urat kejepit”?. Ternyata jawabannya, karena dulu kita di Limboro seberat bagaimanapun bekerja dan sekeras apapun pekerjaan kita masih menyempatkan mandi di laut, minimalnya sebelum Jum’atan kita berenang di laut. Setelah di Bogor ini kita baru terpikirkan tentang manfaat …