Pertanyaan:Ustâdz, saya ingin bertanya:Saya menang judi lotre, terus saya membeli barang dengan uang itu. Apakah barang yang saya gunakan itu harâm? Dan kalau misalnya saya membeli HP, apakah setiap saya menggunakan HP tersebut menjadi harâm dan tidak diberkahi? Sebaiknya diapakan benda-benda tersebut?Terima kasih sebelumnya Ustâdz. Jawaban:Barang yang engkau beli dari hasil judi adalah harâm bagimu. Allâh Subhânahu wa Ta’âla memerintahkan …
Pertanyaan:Pak Ustâdz saya mau bertanya lagi kalau boleh, apakah ada ajarannya berpuasa dan shalat mutlak pada permulaan bulan Rajab ini? Jawaban:Tanpa kita ragukan lagi bahwa bulan Rajab termasuk bulan Harâm, namun tidak semua bulan Harâm harus berpuasa padanya. Kita dianjurkan berpuasa sunnah pada bulan-bulan Harâm manakalah ada anjurannya, kalau tidak ada anjurannya maka jangan berpuasa, karena kaidah dalam beragama yaitu …
Pertanyaan:Bagaimana pendapat Ustâdz bilamana saya bernafkah lewat perantara orang lain supaya saya tidak pamer? Bagaimana bisa saya ikhlas disaat bernafkah? Jawaban:Lebih baik bagi engkau memberikan nafkah atau sedekah langsung kepada orang yang engkau niatkan, itu lebih meyakinkan tersampaikannya nafkah dan sedekah engkau kepada orang yang engkau niatkan tersebut, daripada lewat perantara-perantara, karena sudah banyak kita dapati orang yang memberi nafkah …
Pertanyaan:Ustâdz, apakah benar bahwa Nabî Al-Khidhir ‘Alaihish Shalâtu was Salâm masih hidup? Jawaban:Berkata Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: والله لقد جئتكم بها بيضاء نقية، لو كان موسى حيًا ما وسعه إلا اتباعي “Demi Allâh, sungguh benar-benar aku telah datangkan kepada kalian dengan agama yang putih lagi bersih, kalaulah keberadaan Mûsâ masih hidup maka tidak ada keluasan baginya kecuali mengikutiku.” Dari …
Pertanyaan:Ustâdz saya mau nanya lagi, bukankah segala perbuatan itu ada balasannya, baik itu sekecil biji zarrah. Kalau misalkan kita sudah melakukan dosa besar lalu kita sudah bertaubat dan Mâsya Allâh kita diampuni oleh Allâh, apakah kita masih menerima balasannya dengan dibersihkan di Neraka atau tetap diberikan azab? Jawaban:Kalau seseorang sudah bertaubat dari dosa yang dia kerjakan lalu Allâh mengampuninya maka …
Pertanyaan:Ustâdz bagaimana menjawab perkataan orang-orang Tarekat yang bilang bahwa Imâm Bonjol dan pasukan Padrinya merupakan kaum Tarekat dan Tasawuf dengan bukti kuburan-kuburan dan gambar-gambar? Jawaban:Jangankan kisah masyhûr yang mereka kaburkan, kisah teriwayatkan dengan sanadpun mereka ingin kaburkan. Kalau kuburan-kuburan dijadikan sebagai bukti maka apakah mereka akan mengklaim bahwa Nabî Shallallâhu Alaihi wa Sallam beraliran Tarekat dan Tasawuf karena kuburan beliau …
Pertanyaan:Kenapa di dalam kitâb “Al-Mabâdiul Mufîdah” yang namanya demokrasi dikatakan sebagai syirik akbar (syirik paling besar)? Jawaban:Demokrasi dianggap syirik karena telah menjadikan tandingan bagi Allâh Subhânahu wa Ta’âla dalam penetapan hukum, padahal Allâh Subhânahu wa Ta’âla telah katakan: وَلَا يُشْرِكُ فِيْ حُكْمِهٖۤ اَحَدًا “Tidaklah Allâh mengambil sesuatu apapun menjadi sekutu dalam menetapkan hukum-Nya.” (Al-Kahf: 26).Oleh karena itu jangan sampai seseorang …
Pertanyaan:Saya memiliki seorang teman yang LGBT, apakah saya boleh mengabarkan kepada orang tuanya? Jawaban:Jangan kamu ceritakan kepada orang tuanya, kecuali kalau kamu bisa mendatangkan empat orang saksi yang mereka benar-benar menyaksikan dan tidak seorang pun ragu atas persaksiannya. Jika kamu tidak bisa mendatangkan saksi maka wâjib bagimu untuk menutupi aibnya, berkata Nabî Shallallâhu Alaihi wa Sallam: وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ …
Pertanyaan:Izin bertanya ke Ustâdz, ada satu keluarga Ahlussunnah yang miskin, sudah berhak sekali menerima bantuan sembako dari pemerintah tapi syaratnya harus vaksin dulu baru boleh ambil sembakonya? Jawaban:Andai saja kita termasuk dari orang-orang yang lebih dari berkecukupan maka kita akan memberi sembako kepada siapa saja yang membutuhkan dengan tanpa ada syarat apapun. Kita hanya bisa berkata seperti ini karena ketidakmampuan …
Pertanyaan:Ustâdz izin nanya, apakah adab yang salah ketika didoakan mengucapkan Insyâ Allâh? Jawaban:Tidaklah pantas bagi seseorang ketika didoakan dia mengucapkan Insyâ Allâh (jika Allâh kehendaki), karena sungguh Nabî ‘Alaihish Shalâtu was Salâm telah katakan: إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلْيَعْزِمِ الْمَسْأَلَةَ، وَلاَ يَقُولَنَّ: اللَّهُمَّ إِنْ شِئْتَ “Jika salah seorang di antara kalian berdoa maka hendaklah dia bertekad kuat dalam permohonannya, jangan sekali-kali …