BUMI BERUPA HAMPARAN DAN KA’BAH ADALAH PUSATNYA

Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz, apakah benar bahwa Ustâdz berpendapat tenang bumi itu berupa hamparan bukan bulat?. Jawaban:Pendapat kami tentang bumi, bahwasanya bumi berupa hamparan bukan bulat. Bumi tidaklah bulat akan tetapi berupa hamparan, dan ini adalah pendapat yang benar, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: ٱلَّذِی جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ مَهۡدࣰا وَسَلَكَ لَكُمۡ فِیهَا سُبُلࣰا وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَاۤءِ مَاۤءࣰ “Allâh yang telah menjadikan bumi …

HUKUM MENGINGKARI ADANYA SIHIR

Pertanyaan:Ustâdz, apa hukumnya mengingkari sihir? Jawaban:Kalau seseorang mengingkari keberadaan sihir itu dalam keadaan belum ditegakkan hujjah kepadanya atau dalîl-dalîl tentang adanya sihir belum sampai kepadanya maka dia diberi udzur, bersamaan dengan itu wâjib baginya untuk bertanya kepada Ahlul ‘ilmi terhadap apa yang dia tidak ketahui: فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ “Bertanyalah kalian kepada orang-orang yang berilmu jika kalian …

KEADAAN SEORANG SALAFÎ

السلفي لا بد من مقارفته لشيء من الخطايا والذنوب لكن غالب حاله السلامة والعافية “Seorang Salafî mesti di antara perbuatannya adalah melakukan sesuatu dari kesalahan-kesalahan dan berbagai dosa, akan tetapi yang mendominasi dari keadaannya adalah selamat dan sehat dari berbagai kesalahan dan dosa.” Diterjemahkan dari status WA: Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh.

KESALAHAN FATAL DARI PEMBOLEHAN MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL

Tatkala ucapan selamat atas hari raya orang-orang yang berkeyakinan bahwa Allâh memiliki anak diucapkan kepada mereka maka ini adalah pemberian dukungan kepada mereka dengan lisân maqâl, pemotivasian kepada mereka untuk mengulangi merayakannya dan memberi tabsyîr (kabar gembira) kepada mereka dengan keselamatan. Padahal Al-Qur’ãn tidak mentabsyîr mereka, bahkan Al-Qur’ãn telah mentahdzîr mereka: وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًا “Dan untuk memperingatkan …

AGENDA YANG MERUSAK, KIAN NAMPAK

Dampak kesalahan teknologi akhir zaman:🪶 Terjadi kerusakan di muka bumi: ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِی ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَیۡدِی ٱلنَّاسِ لِیُذِیقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِی عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمۡ یَرۡجِعُونَ “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, Allâh menghendaki supaya mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” [Surat Ar-Rûm: 41]. 🪶 Terjadi kerusakan …

HUKUM UCAPAN SELAMAT NATAL

Pertanyaan:Ada seseorang meminta dalîl dari Al-Qur’ãn dan Al-Hadîts tentang larangan mengucapkan ucapan “Selamat Natal”. Jika bisa datangkan dalîlnya dari Al-Qur’ãn dan Al-Hadîts maka dia akan beri uang 50.000.000 (lima puluh juta). Jawaban:Tatkala orang yang bersangkutan menguji kita tentang dalîl maka kita akan mengujinya dengan adab dalam berdalîl. Apakah dia akan jujur dalam mempergunakan dalîl ataukah dia akan bakhîl terhadap apa …

PENGUASA ADALAH ORANG YANG MEMILIKI KEKUASAAN

Kita tidak membolehkan kaum Muslimîn di suatu negara untuk melakukan pemberontakan terhadap pemimpin Muslim di negara mereka, takala mereka tetap melakukan pemberontakan hingga berhasil merebut kekuasaannya lalu kepemimpinan dari kalangan mereka yang menjadi penguasa maka seluruh warga negara tersebut berkewajiban untuk menerima dan mengakui kekuasaannya serta mendengar dan mentaatinya.Ini masuk pada keumuman perkataan Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: إِنْ أُمِّرَ …

PENGUASA SEMANHÂJ DENGAN AL-HAJJÂJ LEBIH BAIK

Suatu negara yang menjadi penguasanya adalah seorang Muslim yang keadaannya seperti Al-Hajjâj bin Yûsuf Ats-Tsaqafî itu lebih baik daripada suatu negara yang dikuasai oleh seorang demokratis, seorang liberalis, sekuleris atau seorang komunis. Al-Hajjâj membantai dan membunuh sebagian ‘ulamâ Ahlissunnah, diantara mereka beberapa orang shahabat dan tâbi’în. Walaupun Al-Hajjâj pemerintah yang zhâlim, akan tetapi Islâm dan berbagai syi’ârnya diagungkan, dimuliakan dan …

AL-MAHDÎ UJIAN BAGI AHLUL ‘ILMI

Alhamdulillâh kita ditolong dengan banyak sebab, di antaranya dengan sebab peremehan terhadap kita. Kita saja yang pernah rihlah menuntut ilmu sudah diremehkan lalu bagaimana dengan Muhammad Al-Mahdî Radhiyallâhu ‘Anhu kalau tiba-tiba muncul? Apakah akan diingkari dan diremehkan pula karena beliau belum pernah menuntut ilmu? Beliau bukan penuntut ilmu di Dârul Hadîts? Beliau bukan pula mahasiswa di Universitas? Beliau bukan pula …