Pertanyaan:Apakah benar Ustâdz Khidhir membolehkan memuji orang sesat, karena orang-orang sebelah meributkan masalah ini?. Jawaban:Kalau mereka memutlakkan ketidakbolehan memuji orang yang sudah dianggap sesat maka konsekwensinya tidak boleh bagi mereka memuji sebagian ‘ulamâ mereka, kalau mereka menganggap Syaikh Al-Albanî sebagai ‘ulamâ mereka maka konsekwensinya mereka tidak boleh memujinya, karena sungguh Samâtusy Syaikh Shâlih Al-Fauzân dan ‘ulamâ selainnya telah menganggapnya termasuk …
Pertanyaan:Ustâdz, apa sebenarnya hukum memuji orang yang ditahdzîr? Apakah benar kalau orang sudah sesat tidak boleh memujinya dan apabila memujinya maka yang memuji pantas ditahdzîr dan ditinggalkan?. Mohon jawaban serta dalîlnya!. Jawaban:Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam pernah memuji pamannya Abû Thâlib karena termasuk orang yang disegani oleh orang-orang kâfir Quraisy, dan Al-Baihaqî meriwayatkan dari Hisyâm bin ‘Urwah dari ayahnya, bahwa …
Pertanyaan:Bagaimana menjawab syubhât bahwa ‘ulamâ’ kibâr saja hanya menyebutkan kaidah bahwa orang yang tidak mengkâfirkan orang-orang kâfir maka hukumnya dia semisal dengan mereka, tapi ‘ulamâ kibâr tidak melakukan vonis dia kâfir?. Jawaban:‘Ulamâ yang tidak memvonis terang-terangan dengan menyebutkan seseorang kâfir karena di antaranya mempertimbangkan madharat atau mafsadah, dan ini sesuai dengan manhaj Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam dalam menyikapi ‘Abdullâh …
Pertanyaan:Mau bertanya tentang atsar yang kaitannya dengan orang bertaubat dari kesesatannya tapi malah berpindah ke kesesatan yang lebih parah, itu atsar siapa?. Jawaban:Bahwa atsar yang ditanyakan tersebut adalah suatu perkataan yang pernah dikatakan oleh ‘Abdullâh bin Qâsim Rahimahullâh: ما كان عبدُ على هوى فتركه إلا إلى ما هو شر منه “Tidaklah ada seorang hamba di atas suatu kesesatan lalu dia …
Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz, ana juga minta rekomendasi kitâb mengenai ‘aqîdah, setelah Ushûl Tsalâsah, Qawâidul Arba’, dan Ushûl Sittah, Insyâ Allâh akan menjadi tambahan ilmu ana untuk menjaga diri dari pemahaman yang keliru?. Jawaban:Kita sangat rekomendasikan setelah kitâb-kitâb tersebut: 1) Nawâqidul Islâm beserta syarhnya, baik yang disyarh oleh Al-Imâm Ibnu Bâzz Rahimahullâh, Samâtusy Syaikh Shâlih Al-Fauzân Hafizhahullâh atau yang disyarh oleh Asy-Syaikh …
Pertanyaan:Ustâdz Abû Ahmad Muhammad Khidhir, semoga Allâh Ta’âlâ selalu menjaga Ustâdz.Izin bertanya Ustâdz, berkaitan dengan permasalahan tawassul. Bagaimana hukum jika ada seseorang bertawassul dengan kedudukan seseorang yang dianggapnya shâlih sebagai perantara kepada Allâh?. Jawaban:Kalau orang shâlih tersebut masih hidup, lalu seseorang datang kepadanya bertawassul dengan doanya atau dia bertawassul dengannya dalam berdoa kepada Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ maka ini boleh, …
Pertanyaan:Ustâdz Abû Ahmad Muhammad Khidhir, izin bertanya Ustâdz. Di daerah saya ada mesjid yang di sana kebanyakan orangnya penyembah kuburan (petilasan), jika ‘Îdul Adhhâ mereka sebelum menyembelih sapi mengalungkan kain putih berhias bunga, entah untuk apa tujuannya?. Yang mau saya tanyakan, bagaimana sikap saya jika diberi sesembelihan mereka? Terutama sikap kepada keluarga yang belum mengerti hukum tentang sembelihan mereka?Jazâkallâhu khairan …
Pertanyaan:Benarkah Ustâdz bagi yang puasa ‘Arafah harus hari ini karena sesuai jamâ’ah haji sedang wuqûf di ‘Arafah pada hari ini?. Jawaban:Kalau misal suatu saat nanti akan muncul penguasa zhâlim atau penguasa bodoh lalu menetapkan bagi jamâ’ah haji untuk melakukan wuqûf ‘Arafah bukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, apakah di saat itu juga akan harus menyesuaikan dengan keberadaan jamâ’ah haji tersebut?!. Kita …
Pertanyaan:Ustâdz, apa maksud murtad?. Jawaban:Murtad adalah orang yang keluar dari Islâm, dia asalnya mengaku Muslim atau dia di atas fitrah sebagai Muslim lalu dia melakukan suatu pembatal dari pembatal-pembatal Islâm, dia melakukan kesyirikan kepada Allâh, sujud ke kuburan atau menyembelih untuk jin, menyembelih untuk penghuni kubur, menyembelih untuk selain Allâh maka ketika itu langsung dia murtad, dia kâfir keluar dari …
Pertanyaan:Ustâdz, mau izin bertanya soal rukun Tauhîd itu ada berapa?. Jawaban: التوحيد ركنان: النفي والإثبات، نفي الألوهية عن غير الله تعالى وإثباتها لله “Rukun Tauhîd ada dua, yaitu: An-nafyu dan al-itsbât, meniadakan sesembahan selain Allâh dan menetapkannya hanya kepada Allâh.”Berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى “Barangsiapa yang kufur terhadap thâghût dan beriman …