Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz, ana baru lihat video mengenai teror Makkah 1979 oleh Juhaimân, ana ada pertanyaan walaupun di video itu sudah dijelaskan, namun bukan seorang Ustâdz yang paham yang menjelaskan. Siapa sebenarnya Juhaimân itu?. Apakah benar dia berguru ke Asy-Syaikh Ibnu Bâzz?. Jawaban:Juhaimân bin Muhammad Al-‘Utaibî tidaklah memiliki riwayat sebagai penuntut ilmu agama di tempat pendidikan formal maupun non formal, dia …
Santri:Ustâdz, apa itu manhaj?. Ustâdz:Manhaj adalah metode atau jalan yang jelas, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا “Bagi setiap umat di antara kalian, Kami telah jadikan syari’at (aturan) dan manhaj (jalan yang terang).” [Al-Mâ’idah: 48]. Santri:Apakah manhaj itu dapat dimaknakan aliran?. Ustâdz:Kalau aliran itu seolah-olah gambarannya hanya pada jalan atau metode yang dianggap menyimpang dan tergelincir, …
Pertanyaan:Ustâdz, apakah benar atas orang-orang yang bolehkan bid’ah-bid’ah dengan berdalîl di zaman Nabî tidak ada Mushallâ perempuan dan jum’atan juga tidak ada kecuali hanya di masjid Nabî?. Jawaban:Itu di antara dari berbagai syubhât yang membuka pintu berbagai kebid’ahan dan menyenangkan setiap mubtadi’. Di zaman Nabî ‘Alaihish Shalâtu was Salâm para wanita muslimah datang di masjid Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, …
Pertanyaan:Pak Ustâdz Muhammad Al-Khidhir, saya mau bertanya tentang nazar, bagaimana cara menebus nazar supaya bersih hutang-hutang nazar saya. Saya waktu itu pernah punya nazar, tapi saya lupa punya nazar apa? Tidak inget sama sekali. Apa saya harus kasih sepuluh makan anak pesantren saja, terus baca-baca Al-Fâtihah?. Jawaban:Alhamdulillâh tidak harus bagi Anda untuk memberi makan sepuluh orang anak faqîr miskîn, Anda …
Pertanyaan:Apakah benar bahwa orang sudah mati bisa melihat dan mendengar orang-orang yang masih hidup?. Jawaban:Tidak ada dalîl dari Al-Qur’ãn dan As-Sunnah yang menjelaskan bahwa orang mati dapat melihat-lihat kepada orang yang masih hidup, sama saja orang mati itu di kubur atau tidak dikubur. Tidak ada dalîl menyebutkan bahwa yang mati dapat melihat-lihat orang yang masih hidup. Ada pendapat dari ‘aqlânî …
Pertanyaan:Selamat pagi, mohon maaf saya mau nanya, saya sudah menikah dengan seseorang yang mempunyai kakak perempuan. Apakah saya salah jika saya mempunyai rasa cemburu dan khawatir karena suami saya sering sekali disuruh-suruh sama kakak perempuannya, kakak perempuan ini selalu bergantung kepada suami saya, apa saja selalu ke suami sampai saya sering bertengkar dengan suami karena suami selalu membela kakak perempuannya. …
Pertanyaan:Saya mau bertanya Ustâdz, kalau orang sering kali pinjam uang, bilangnya bayar bulan depan, tapi selalu tidak tepati janjinya, ditagih selalu saja ada alasannya. Apakah orang seperti ini diikhlaskan saja?. Jawaban:Apabila kamu mudah mengikhlaskan hutangnya kepadamu maka kamu akan mendapatkan keutamaan namun dia akan terus di atas kebiasaannya, bisa jadi dia akan hutang dengan berharap orang yang memberinya hutang akan …
Pertanyaan:‘Afwân Ustâdzî, ana mau bertanya mengenai hadîts: ما من أيام العمل الصالح فيهن خير وأحب إلى الله من هذه الأيام العشر “Tidak ada dari hari-hari yang amalan shâlih pada hari-hari tersebut yang khair (lebih baik) dan lebih dicintai oleh Allâh daripada hari-hari yang kesepuluh (awal-awal Dzulhijjah) ini.”Di hadîts ini terdapat tulisan “khair”, apa ada riwayat hadîts seperti ini Ustâdzî? dan …
Pertanyaan:Apakah berqurbân untuk Ayah yang sudah meninggal tanpa wasiat boleh? Jawaban:Tidak kita ketahui ada dalîl sharîh yang menerangkan pembolehannya. Di zaman para salaf, mulai dari putera Ãdam yang pertama kemudian ‘Ibrâhîm ‘Alaihish Shalâtu was Salâm hingga Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam dan para shahabatnya, mereka selalu berqurbân untuk diri mereka sendiri atau untuk keluarga mereka yang masih hidup, karena untuk …
Pertanyaan:Izin bertanya Ustâdz, bolehkah kita mengkonsumsi daging qurbân yang dibagikan oleh kelompok orang yang beraliran tasawwuf shûfî?. Jawaban:Kalau para shûfî yang dimaksud adalah para shûfî yang tidak ghulûw, para shûfî yang hanya melakukan kebid’ahan dan tidak sampai melakukan kesyirikan dan juga mereka masih dikenal sebagai Ahlul kiblat yaitu mereka menjaga shalat lima waktu maka qurbân dan sesembelihan yang mereka bagikan …