Orang yang paling bertaqwâ dan paling berhati-hati dari perkara syubhat adalah Nabiuttaubah Muhammad ‘Alaihish Shalâtu was Salâm, namun tatkala beliau diberi hadiah maka beliau menerimanya kecuali di saat beliau ihrâm, beliau berkata kepada Ashha’b bin Jatsâmah Radhiyallâhu ‘Anhu: أَمَا إِنَّا لَمْ نَرُدَّهُ عَلَيْكَ إِلاَّ أَنَّا حُرُمٌ “Sungguh kita tidaklah mengembalikan hadiah itu kepadamu melainkan karena kami sedang ihrâm.” Riwayat Al-Bukhârî. …
Syaithân akan membiarkan orang mencari ilmu di dunia maya namun syaithân tidak akan pernah mau membiarkan orang mencari ilmu di dunia nyata, syaithân tahu bahwa orang yang mencari ilmu dengan hadir langsung di dalam majlis akan mendapatkan pujian dari Allâh Subhânahu wa Ta’âla: وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ “Allâh menyebut-nyebut mereka di kalangan para Malaikat di sisi-Nya.”Oleh karena itu syaithân hasad, …
Pertanyaan:Kenapa Ustâdz tidak memilih di Bekasi untuk membangun ma’had? Jawaban:Kita belum memiliki lahan di Bekasi dan kita juga belum berkemampuan untuk membeli lahan di Bekasi ini: لَا یُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا مَاۤ ءَاتَىٰهَاۚ سَیَجۡعَلُ ٱللَّهُ بَعۡدَ عُسۡرࣲ یُسۡرࣰا “Allâh tidak membebani suatu jiwa kecuali sesuai dengan apa yang telah Dia berikan kepadanya. Allâh akan menjadikan kemudahan setelah kesulitan.” [Surat Ath-Thalâq: …
Pertanyaan:Ustâdz mohon solusinya atas ucapan-ucapan Afiq pada Ustâdz dan yang dia publikasikan di channelnya soal tanya jawab, tidakkah lebih baik didiamkan saja? Jawaban:Mendiamkan orang yang sedang dalam keadaan tidur atau dalam keadaan tidak sadar itu lebih baik, namun kalau dia sedang siuman lalu kita mendiamkannya maka dia akan semakin berbuat.Pernah kita dapati orang yang mengaku sebagai salafî berbuat licik, yang …
Pertanyaan:Menyoal pertanyaan Afiq ke Ustâdz Shiddîq dan Ustâdz Harîts yang tadi disampaikan ke Ustâdz bahwa Ustâdz jarang berkomunikasi dengan Asâtidzah Ahlissunnah yang lain sebagaimana dia sebutkan di channel Al-Hujjahnya, dia sempat simpulkan bahwa Ustâdz barâ’ terhadap Ahlussunnah dan walâ’ dengan hizbiyyûn? Jawaban:Lâ haula walâ quwwata illâh Billâh, orang satu ini masih saja terus bermain di atas fitnahnya, bagaimana dia akan …
Kalau tidak memiliki kekuasaan untuk menjadi penguasa muslim yang adil maka jadilah muslim yang penyayang terhadap sesama muslim atau jadilah muslim yang memiliki ‘iffah, yaitu tidak meminta-minta untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dengan sebab itu kamu akan menjadi penghuni Surga, berkata Nabî ‘Alaihish Shalâtu was Salâm: وَأَهْلُ الْجَنَّةِ ثَلاَثَةٌ ذُو سُلْطَانٍ مُقْسِطٌ مُتَصَدِّقٌ مُوَفَّقٌ وَرَجُلٌ رَحِيمٌ رَقِيقُ الْقَلْبِ لِكُلِّ ذِي قُرْبَى …
Pertanyaan:Bolehkah menelusuri ilmu di channel ilmu-ilmu yang dilihat penukilannya dari ilmu Salafî namun tidak mengetahui pemilik channelnya? Jawaban:Seorang Muslim hendaklah berhati-hati dalam menelusuri ilmu di berbagai media sosial terkhusus di channel telegram, betapa banyak orang menerlantarkan kebaikan dan berubah perilaku baiknya menjadi buruk disebabkan ilmu yang tidak jelas yang mereka peroleh dari berbagai media. Di antara para memilik channel ada …
Pertanyaan: Pertanyaan:Ustâdz mau menyoal masalah penulisan gelar Ustâdz yang dipermasalahkan oleh orang yang lagi siuman, dia menyebutkan bahwa Ustâdz Irham tidak tawâdhu’ karena seringkali menulis gelar Ustâdz di channelnya?. Jawaban:Subhânallâh, ini baru julukan Ustâdz yang ditulis sudah dipermasalahkan, bagaimana kiranya kalau julukan Syaikh yang dituliskan?.Alhamdulillâh tatkala nama kita dituliskan dengan julukan Ustâdz atau Muballigh kita biarkan itu, karena itu yang …
Pertanyaan:Ustâdz apakah ada doa khusus agar bisa mendapatkan anak yang shâlih? Jawaban:Allâh Subhânahu wa Ta’âla telah mengajarkan doa khusus supaya hamba-Nya memiliki anak yang shâlih, di antaranya yaitu: رَبِّ هَبۡ لِی مِنَ ٱلصَّـٰلِحِینَ “Wahai Rabbku berikanlah untukku anak-anak yang shâlih.” [Surat Ash-Shaffât: 100].Di antaranya pula yaitu: رَبِّ هَبۡ لِی مِن لَّدُنكَ ذُرِّیَّةࣰ طَیِّبَةًۖ إِنَّكَ سَمِیعُ ٱلدُّعَاۤءِ “Wahai Rabbku berikanlah untukku …
Termasuk dari sebab keberhasilan penuntut ilmu dan keberkahan pada ilmunya yaitu tatkala dia ke ustâdznya untuk menuntut ilmu maka dia selalu berdoa supaya Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ memberikan kebaikan kepada ustâdznya dan menutupi aib ustâdznya sebagaimana dia berdoa untuk dirinya sendiri, Ibnu Jamâ’ah Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaih menyebutkan adab yang bagus bagi penuntut ilmu terhadap gurunya: كَانَ بَعْضُ السَّلَفِ إِذَا …