MENEGAKKAN HUJJAH KEPADA ORANG YANG TIDAK MAU MENGANGKAT KEPALA

Pertanyaan:Ustâdz, apakah pelaku syirk akbar yang tidak diberi udzr bil jahl hanya kepada orang yang mengetahui Al-Qur’ãn, membacanya dan memahaminya?. Sedangkan yang tidak mengetahui, yang tidak membaca dan yang tidak memahami Al-Qur’ãn maka diberi udzr bil jahl?!. Jawaban:Di antara syubhat orang-orang terpapar paham irjâ’ di zaman ini dalam menghukumi musyrik terhadap pelaku syirk akbar yaitu orangnya harus ‘alimal hujjah (mengetahui …

HUJJAH ATAS YANG TIDAK TAHU

Pertanyaan:Ustâdz, ada syubhat menyebutkan: “Bahwa yang menjelaskan dan membantah ‘aqîdah murji’ah sekarang ini orang-orangnya masih bikin dosa membuat gambar makhluk bernyawa, padahal awal mula kesyirikan itu timbul dari gambar makhluk bernyawa maka tinggalkan mereka dan jangan dengarkan perkataan mereka.”Ustâdz, bagaimana menanggapi syubhat macam ini?. Jawaban:Itu salah satu upaya untuk mengalihkan dan menjauhkan manusia dari suatu kebenaran, kalau alasan mereka ingin …

HUKUM SUJUD KEPADA ORANG HIDUP

Pertanyaan:Ustâdz, minta tanggapannya atas perkataan hizbiyyûn bahwa penyembah kubur tidak langsung kâfir, buktinya Nabî tidak kâfirkan Mu’âdz yang sujud kepada Nabî karena jâhil. Jawaban:Sangat aneh dan mengherankan dengan keberadaan mereka yang mengaku sebagai orang-orang Salafî, namun berani menganggap Shahabat yang mulia Mu’âdz Radhiyallâhu ‘Anhu sebagai orang jâhil, lalu menyamakannya pula dengan orang jâhil yang sujûd kepada kuburan: مَثَلُ ٱلۡفَرِیقَیۡنِ كَٱلۡأَعۡمَىٰ …

OBYEKTIF DALAM MENYIKAPI KEBENARAN DAN KEBATILAN

Pertanyaan:Apa sanggahan Ustâdz pada orang yang menyebutkan bahwa jamâ’ah Ustâdz masih selingkuh dengan As-Sewwed yakni masih menerima fâidah As-Sewwed, sedangkan dia salah satu dâ’î penyebar ‘aqîdah murji’ah di Indonesia?. Jawaban:Jangankan ikhwah, kita saja kalau seandainya didatangkan suatu faîdah yang bersumber dari Al-Ustâdz Muhammad As-Sewwed Waffaqahullâh dan itu adalah kebenaran maka tentu kita akan terima, kita akan sampaikan begitulah fâidah kebenaran …

HUKUM RAJAH

Pertanyaan:Saya ingin bertanya mengenai hukum rajah?. Jawaban:Rajah ada yang tulisannya jelas dan ada yang tidak jelas tulisannya, kedua-duanya teranggap syirik, sama saja keberadaannya digantung di rumah, diikat di tubuh, dijahitkan ke bagian tubuh, diselipkan di dompet, dibawa kemana-mana atau disimpan di suatu tempat, semuanya adalah syirik, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ “Barangsiapa menggantungkan tamîmah …

WASÂIL DA’WAH TAUQÎFIYYAH, RASÛL TIDAK AKAN SALAH PADANYA

Pertanyaan:Ustâdz, apa bisa dibenarkan perkataan bahwa Nabî pernah salah dalam wasâil da’wah?. Jawaban:Perkataan bahwa Nabî pernah salah dalam wasâil da’wah merupakan perkataan yang berlebihan dan menyeleweng, kita khawatirkan orang yang mengatakannya akan mendapatkan fitnah, karena itu perkataan yang teranggap muncul belakangan, sementara di zaman salaf telah jelas ibarat mereka dalam perkataan, di antaranya: الأنبياء معصومون عن الكبائر دون الصغائر “Para …

ALLÂH MENGAMPUNI SETIAP ORANG BERDOSA YANG MAU BERTAUBAT

Pertanyaan:Saya mau tanya, saya pernah berdoa kepada patung orang Hindu karena diarahkan dan sedikit dipaksa, di hati saya antara sadar dan tidak. Juga masih bertanya-tanya tapi juga sambil berdoa. Apakah dosa musyrik saya dapat diampuni?. Jawaban:Dosa apa saja yang seorang hamba telah lakukan, tatkala dia bertaubat dengan sebenar-benar taubat maka pasti Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ akan ampuni. Dahulu sebagian para …

MAYIT MASIH UTUH, TIDAK MESTI KARÂMAH

Pertanyaan:Ustâdz, belakangan ini sudah ada beberapa mayit ditemukan di dalam kuburan masih utuh, di suatu daerah ada jenazah sampai 10 tahunan lebih lamanya di dalam kubur tapi masih utuh. Ada juga mayit seorang kyai didapati di kuburnya masih utuh, membuat pengikutnya semakin meyakini kalau ajaran bid’ah yang biasa diamalkan oleh kyai mereka itu benar, sampai mereka bertambah giat mengamalkan bid’ah-bid’ah …

MEMBEDAH SYUBHAT HIZBIYYAH

Pertanyaan:Ustâdz, ada tiga pernyataan dari sebagian hizbiyyûn yang sangat kaku dalam bersikap barâ’ terhadap Ahli Tauhîd namun tidak barâ’ pada ahli syirk dengan alasan ‘udzr bil jahl:1). Kalau zaman dahulu sudah paham hujjah maka mereka langsung dikâfirkan, adapun di zaman sekarang tidak paham hujjah maka tidak boleh dikâfirkan.2). Tidak boleh kâfirkan pelaku syirk akbar karena banyak ‘ulamâ’ mereka membuat pengkaburan.3). …

JANGAN PERNAH MENGUCAPKAN SELAMAT PADA HARI RAYA NON MUSLIM

Pertanyaan:Ustâdz, apakah benar mengucapkan selamat hari raya non Muslim itu boleh bagi pemerintah dan pejabat-pejabat secara khusus, tidak pada selain mereka?. Jawaban:Setiap orang kalau mengakui dirinya sebagai Muslim maka tentu akan meyakini bahwa hukum-hukum syari’at berlaku pula atas dirinya. Bagaimanapun kedudukan dirinya di mata manusia, setinggi apapun jabatan dan pangkatnya di dunia ini, tetap dia berkewajiban untuk mengakui dirinya sebagai …