MENYIKAPI TERORIS

Pertanyaan:Apa benar bahwa penyebab teror dan bom bunuh diri itu karena pengkâfiran?. Jawaban:Itu di antara argumen yang digembar-gemborkan oleh orang-orang yang ketakutan dituduh teroris dan argumen dari orang-orang yang mencari keridhaan para tokoh pelaku kesyirikan besar.Sudah sering kita terangkan bahwa seorang Salafî yang mengkâfirkan bukan berarti dia serentak menghalalkan darah dan harta orang yang dia kâfirkan, bukan pula serentak menyerukan …

MENYERANG KEBENARAN UNTUK MEMENANGKAN SUATU PAHAM

Pertanyaan:Irham Demak menyerang terus Ustâdz?. Jawaban:Itulah salah seorang yang jelek sikapnya terhadap kebenaran yang datang dari ‘Ulamâ Saudi seputar masalah murji’ah dan takfîr mu’ayyan. Orang semacam dia ingin cari keunggulan dalam menyuarakan pahamnya?!. Di matanya kalau orang sudah hizbî sudah berat diberi udzur, makanya di saat orang sekelompok dengan dia dianggap hizbî, diapun paling terdepan membela. Penghizbian harus mengikuti ketentuan …

KEBODOHAN ORANG YANG MENAMAI PELAKU SYIRIK BESAR SEBAGAI MUSLIM

Pertanyaan:Izin menyampaikan permasalahan tentang syubhat yang bunyinya: “Membid’ahkan saja sudah sangat besar, apalagi sampai mengkâfirkan, bersabda Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: إِذَا قَالَ الرَّجُلُ لأَخِيهِ يَا كَافِرُ فَقَدْ بَاءَ بِهِ أَحَدُهُمَا “Jika berkata seseorang kepada saudaranya: Wahai kâfir maka sungguh kembali salah satu dari keduanya kepadanya.”Yakni bisa benar dia kâfir atau yang mengkâfirkannya yang kâfir.Bagaimana menjawab syubhat tersebut?. Jawaban:Kalau yang …

JANGAN PERNAH RENDAHKAN KALIMAT TAUHÎD

Pertanyaan:Bagaimana kalau misalnya bola yang terdapat padanya Kalimat Tauhîd itu diperjual belikan tetapi bola yang terdapat padanya Kalimat Tauhîd sama sekali tidak ditendang-tendang?. Jawaban:Kalaupun seandainya itu tidak ditendang-tendang, apakah pantas Kalimat Tauhîd akan disejajarkan dengan selainnya?! Diikutkan ke dalam lingkaran bola tentu sangat memungkinkan kalimat itu akan berada di bagian terendah.Orang yang bertaqwâ tentu tidak akan membiarkan Kalimat Tauhîd itu …

SYAIKHUL ISLÂM TIDAK PERNAH MEMBOLEHKAN GAMBAR MAKHLUK BERNYAWA

Pertanyaan:Ustâdz, bagaimana dengan penyebutan bahwa Ustâdz berlebih-lebihan pada masalah mengharamkan foto orang, padahal yang mutlak haramkan foto adalah hizbiyyûn yang terpapar murji’ah, kaku pada masalah yang ada khilâf ‘Ulamâ tanpa beri udzur tapi masalah orang sembah kuburan diberi udzur dan diyakini sebagai waliyul amri mereka. Padahal yang membolehkan foto sudah banyak ‘ulamâ Sunnah yang bolehkan, lagian Imâm An-Najdî juga bolehkan …

JIKA HUJJAH TELAH TEGAK MAKA TIDAK ADA UDZUR LAGI UNTUK ORANG BODOH YANG BERBUAT SYIRIK

Pertanyaan:Bagaimana menanggapi sebagian pendapat dari ‘Ulamâ’ yang mengatakan adanya al-udzur bil jahl (memberi udzur karena bodoh) dan bahwasanya itu adalah khilâf di antara para ‘Ulamâ?. Jawaban:Perkataan ‘Ulamâ terhadap adanya al-‘udzru bil jahli pada pelaku kesyirikan itu berkaitan dengan orang jâhil yang belum sampai hujjah padanya, dia hidup di tempat terpencil yang tidak terjangkau oleh dakwah sama sekali. Kalau yang kaitannya …

KENALILAH KESALAHAN SEHINGGA TIDAK TERJADI PADAMU

Pertanyaan:Ustâdz, mengingat hak Allâh di atas segala-galanya, dengan tanpa mengurangi rasa hormat kepada ‘Ulamâ, saya izin bertanya tentang seorang ‘Ulamâ yang bernama Syaikh Prof. DR. Rabî’ Al-Madkhâlî yang dibantah oleh sebagian ‘Ulamâ soal pemikiran dan paham murji’ah. Tapi ada pengalihan dari para dâ’î yang fanatik kepadanya, bahwa yang membantahnya karena iri, dengki dan benci. Sebab dia banyak bantah Ahlul Bid’ah, …

TIDAK RIDHÂ DIGAMBAR SEBAGAIMANA TIDAK RIDHÂ DISEMBAH

Pertanyaan:Ustâdz, izin bertanya: Kenapa tidak didapati gambar Nabî Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam?. Bukankah dari zaman sebelum beliau sudah ada para penggambar, pengukir dan pemahat?. Jawaban:Tidak adanya gambar Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam karena beliau sangat banyak memperingatkan dari fitnah gambar makhluk bernyawa dan akibat dari membuatnya, bahwasanya itu merupakan penyerupaan dengan perbuatan Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ dalam masalah penciptaan. …

HUJJAH SEMAKIN TEGAK

Pertanyaan:Ustâdz, apakah bisa dibenarkan orang yang mengatakan: Nafyul ‘udzri bil jahli khatha’ (meniadakan memberi udzur kepada orang bodoh adalah kesalahan)?. Dari perkataan orang tadi mafhûmnya menghukumi Al-Imâm Muhammad bin ‘Abdil Wahhâb dan para pejuang tauhîd bersamanya adalah orang-orang yang melakukan kesalahan, karena tidak memberi udzur kepada para pelaku kesyirikan. Bagaimana membantah syubhat ini?. Jawaban:Justru yang menetapkan adanya al-‘udzru bil jahli …

MENGUCAPKANSALÂM HANYA KEPADA ORANG MUSLIM

Pertanyaan:Ustâdz, kalau orang sudah nyata-nyata melakukan syirik besar dan belum taubat. Apakah kita boleh ucapkan salâm kepadanya?. Jawaban:Jangan ucapkan salâm kepadanya, cukup ucapkan kata sapaan yang biasa berlaku di tengah masyarakat seperti ucapan permisi.Pernah kita masuk ke suatu kampung di pedalaman Bojonegoro Jawa Timur, kita lihat ada sesepu yang nampak Muslim karena bersarung dan bersongkok. Tatkala kita ucapkan salâm, jawabnya …