MANHAJ SALAF ANTARA BERBAKTI KEPADA ORANG TUA DAN BARÂ’

Pertanyaan:Ustâdz, bagaimana menjawab syubhat orang-orang bahwa mengkâfirkan orang itu besar dan berat perkaranya. Sampai ada orang cerdik bilang bahwa kalau nanti mengkâfirkan maka orang tua sendiri bisa dikafirkan.” Jawaban:Demikian pula menganggap Islâm seseorang itu juga besar dan berat perkaranya, bahkan jauh lebih besar dan berat perkaranya kalau sudah jelas-jelas nampak melakukan kekafiran atau kesyirikan besar lalu meragukannya, terlebih lagi kalau …

HAI UMAT HALLOWEEN BELUM SEBERAPA BILA DIBANDINGKAN KEMUNCULAN BERBAGAI THÂGHÛT

Dengan kemunculan Halloween di Kerajaan Saudi Arabia membuat umat sangat kaget, sehingga mereka semakin mempertanyakaan masa depan Kerajaan Saudi Arabia.Padahal kemungkaran besar itu belum seberapa keburukannya bila dibandingkan dengan masa mendatang yang telah disebutkan oleh Nabî Shallallâhu Alaihi wa Sallam: هُنَاكَ الزَّلاَزِلُ وَالْفِتَنُ، وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ “Di Najd terjadilah berbagai kegoncangan dan berbagai petaka, di sana pula muncul tanduk …

AKIBAT DARI TERPAPAR PAHAM MURJI’AH

Pertanyaan:Ustâdz, ada syubhat bilang begini: Kalau siapa yang tidak mengkâfirkan orang meninggalkan amalan wâjib seperti shalat maka dikatakan termasuk murji’ah, lalu bagaimana dengan sebagian Ulamâ Salaf yang tidak mengkâfirkan orang meninggalkan shalat karena malas, berarti juga mereka murji’ah?. Jawaban:Para ‘Ulamâ yang datang setelah zaman Shahabat, pembicaraan mereka pada masalah shalat bagi yang meninggalkannya bukan karena menentang kewajiban, antara kâfir dan …

BAGIMU KEPERCAYAANMU DAN BAGIKU KEPERCAYAANKU

Pertanyaan:Ustâdz, ada yang bilang kalau seseorang berislâm kâffah dengan membuktikan diri barâ dari syirik dan ahlinya serta mengkâfirkannya, itu tidak tepat diterapkan di Nusantara. Kalau di Saudi tepat saja karena hukum negaranya hukum Islâm. Bagaimana menanggapi ini?. Jawaban:Justru di Indonesia ini sudah tepat menerapkan pembuktian diri sebagai muslim sejati, bukankah di negeri ini ada kebebasan untuk berargumen dan berpendapat?! Bukankah …

PASTIKAN SIAPA WALIUL AMRIMU

Pertanyaan:Ustâdz, apakah mutlak waliul amri itu hanya pada negara yang berhukum dengan hukum Allâh, adapun negara yang berhukum dengan hukum thâghût tidak ada waliul amri padanya?. Jawaban:Alhamdulillâh di zaman Salaf telah ada waliul amri di tengah negara yang berhukum dengan hukum thâghût, di antaranya adalah Nabiullâh Yûsuf ‘Alaihish Shalâtu was Salâm, beliau berada di negara yang berhukum dengan hukum thâghût, …

KEWÂJIBAN BARÂ’ DARI KESYIRIKAN DAN PELAKUNYA

Pertanyaan:Apakah pengertian Islâm yang disebutkan di dalam “Al-Mabâdiul Mufîdah” sudah pas dan cukup sempurna?. Jawaban:Defenisi Islâm yang paling bagus dan sempurna adalah defenisi yang disebutkan oleh Syaikhul Islâm Muhammad bin ‘Abdil Wahhâb Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaih di dalam “Al-Ushûl Ats-Tsalâtsah”: وهُو الاستسلامُ لله بالتوحيد، والانقياد له بالطاعة، والبَرَاءَةُ مِنَ الشِّركِ وَأَهْلِهِ “Islâm adalah memasrahkan diri kepada Allâh dengan mentauhîdkan-Nya, tunduk …

KEWAJIBAN BER’AQÎDAH SHAHÎHAH

Pertanyaan:Ustâdz bolehkah saya tidak menghadiri majlis ilmu dâ’î yang terpapar murji’ah yang pernah ajarkan kitâb Nawâqidh Al-Islâm, tapi meyakini bahwa pengkafiran atas orang-orang yang melakukan kesyirikan itu hanya pengkafiran perbuatan mereka, tidak pada pengkafiran diri-diri mereka. Jadinya dia tidak nyatakan bara’ dari mereka, tapi malah bara’ dari Syaikh Al-Fauzân karena dianggap bervidio dan itu dosa?. Jawaban:Keputusanmu dalam bersikap ada padamu, …

BERAMAL KARENA MELAKSANAKAN HUKUM BUATAN BUKAN KARENA MELAKSANAKAN SYARI’AT

Pertanyaan:Kapan hukum suatu negara disebut hukum thâghût?. Jawaban:Tatkala suatu negara mengajak beribadah karena mengamalkan hukum buatannya, bukan karena mengamalkan hukum syari’at maka itulah hukum thâghût. Berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ يَزْعُمُوْنَ اَنَّهُمْ اٰمَنُوْا بِمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَاۤ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيْدُوْنَ اَنْ يَّتَحَاكَمُوْۤا اِلَى الطَّاغُوْتِ وَقَدْ اُمِرُوْۤا اَنْ يَّكْفُرُوْا بِهٖ وَيُرِيْدُ الشَّيْـطٰنُ اَنْ يُّضِلَّهُمْ ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا “Tidakkah …

SEBUAH SIFAT KHAWÂRIJ

Pertanyaan:Bagaimana menanggapi orang-orang yang memvonis termasuk khawârij kepada orang mengkâfirkan pelaku syirik yang nyata-nyata melakukannya? Jawaban:Justru kita sangat mengkhawatirkan orang-orang yang memvonis itu, mereka akan termasuk khawârij, karena mereka tidak menempatkan udzur pada tempatnya, mereka memberi berbagai udzur kepada pelaku kesyirikan yang menjadikan kuburan sebagai watsan dan mereka tidak memusuhinya, justru permusuhan mereka kepada orang muslim yang melakukan suatu dosa, …

ORANG MUSLIM TIDAK BERBUAT SYIRIK

Pertanyaan:Bagaimana menanggapi orang yang melakukan shalat lima waktu, juga melakukan puasa wâjib dan sunnah, tapi ia juga sering melakukan kesyirikan, bahkan ia melakukan ibadah puasa dan shalat yang dikhususkan agar mendapat keberhasilan ini dan itu, mohon nasehatnya?. Jawaban:Dia telah mencampuradukkan keimanan dan kesyirikan, dengan sebab kesyirikan yang dia lakukan maka terhapuslah îmân dan amal shâlihnya secara keseluruhan, berkata Allâh Subhânahu …