SEORANG MUSLIM BAGAIMANAPUN KEADAANNYA ITU LEBIH BAIK DARIPADA NON MUSLIM

Kita sangat terheran-heran dengan sebagian dâ’î akhir zaman yang banyak berkomentar terhadap urusan orang banyak, terkadang dari mereka memuji-muji Cina karena mereka sangat benci dengan musuh-musuh Cina, terkadang memuji-muji Ortodoks karena mereka tidak suka dengan sebagian negara yang dikuasai dan dipimpin oleh seorang Muslim, padahal suatu negara yang dikuasai oleh pemerintah Muslim itu lebih baik daripada dikuasai oleh orang kâfir …

ANTARA RAGU DAN YAKIN DI SAAT SHALAT

Pertanyaan:Pak Ustâdz, kami terpaksa harus di rumah saja karena faktor usia, rentan covid. Ada beberapa hal yang saya tanyakan, karena keudzuran (Alhamdulillâh, saya sudah usia 78 tahun):1) Saya terkadang lupa atau ragu-ragu jumlah raka’at.2) Lupa doa saat shalat.3) Baru 6 ayat kemudian lupa sama sekali kelanjutannya, lanjut shalat atau ganti surat?4) Ragu-ragu sudah tahiyât awal atau belum?5) Kalau sujud sahwi …

ANTARA USAHA DAN UJIAN

Pertanyaan:‘Afwân ‘Ustâdz saya mau bertanya. Apa bedanya jika seseorang itu diberikan jalan untuk mendapatkan sesuatu (memang mendapatkan takdir tersebut, dan jika seseorang itu dihalangi untuk mendapatkan sesuatu (tidak ditakdirkan untuk itu)? Karena banyak kasus, misalnya dalam dunia usaha, banyak pengusaha sukses yang awalnya mendapatkan cobaan dan rintangan dalam merintis usahanya, seolah pada saat awal merintis seperti bukan jalan hidupnya. Tapi …

HUKUM MEMUKUL ISTERI

Pertanyaan:Izin bertanya, bolehkah seseorang ditahdzir lantaran dia memukul isterinya? Jawaban:Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam telah mentahdzîr dari Abû Jahm dengan maksud supaya Fâthimah bintu Qais tidak menikah dengannya, beliau berkata: أَمَّا أَبُو جَهْمٍ فَلاَ يَضَعُ عَصَاهُ عَنْ عَاتَقِهِ “Adapun Abû Jahm maka tidaklah dia meletakkan tongkatnya dari bahunya.” Yakni biasa memukul wanita.Oleh karena itu Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam memperingatkan …

SHALAT DALAM KEADAAN MENGGENDONG BAYI

Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz Hafizhakallâh, ada titipan pertanyaan: “Biasanya ketika saya hendak berangkat shalat berjamâ’ah ke masjid, anak saya rewel dan ibunya tidak bisa mengatasi untuk mendiamkannya dikarenakan ibunya sedang mengidam dan sangat lemas hanya bisa terbaring. Apakah ini termasuk udzur sehingga saya shalat di rumah agar anak saya tidak rewel? Jazâkallâhu khairan wa Bâraka fîkum. Jawaban:Hendaklah dia tetap berangkat ke masjid …

KEKHUSUSAN PUASA MUHARRAM

Pertanyaan:Puasa apa saja yang menjadi kekhususan pada bulan Muharram? Jawaban:Puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram itu yang menjadi kekhususan pada bulan Muharram, sebagaimana disebutkan di dalam riwayat Muslim dari ‘Abdullâh bin ‘Abbâs Radhiyallâhu ‘Anhumâ: ﺣِﻴﻦَ ﺻَﺎﻡَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻮْﻡَ ﻋَﺎﺷُﻮﺭَﺍﺀَ ﻭَﺃَﻣَﺮَ ﺑِﺼِﻴَﺎﻣِﻪِ، ﻗَﺎﻟُﻮﺍ: ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻧَّﻪُ ﻳَﻮْﻡٌ ﺗُﻌَﻈِّﻤُﻪُ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩُ ﻭَﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯ . ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ …

HUKUM PUASA KAMIS BERTEPATAN TAHUN BARU

Pertanyaan:Apakah besok satu Muharram diperbolehkan puasa sunnah Kamis? Jawaban:Diperbolehkan puasa bagi yang kebiasaannya melakukan puasa Senin dan Kamis, karena Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berkata: إِلاَّ أَنْ يَكُوْنَ رَجُلٌ كَانَ يَصُوْمُ صَوْمَهُ فَلْيَصُمْ ذَلِكَ الْيَوْمَ “Kecuali kalau keberadaan seseorang itu dia berpuasa dengan puasanya maka hendaklah dia berpuasa pada hari tersebut”. Adapun yang kebiasaannya tidak berpuasa Senin Kamis lalu dia …

PUASA SUNNAH PADA BULAN MUHARRAM

Pertanyaan:Puasa sunnah apa saja pada bulan Muharram ini? Jawaban:Puasa khusus di bulan Muharram ini adalah puasa Tâsû’â dan Âsyûrâ’, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam tentang puasa Tâsû’â: فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ “Jika kita berada pada tahun depan maka Insyâ Allâh kita akan puasa Tâsû’â.”Yaitu puasa yang dilakukan pada tanggal sembilan Muharram.Nabî Shallallâhu ‘Alaihi …

TEMPAT MEMBACA DOA ISTIKHÂRAH

Pertanyaan:Apakah doa shalat istikhârah itu dibaca setelah rukû sebagaimana doa qunut witir? Jawaban:Doa istikhârah dibaca setelah salâm, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadîts yang diriwayatkan oleh Al-Bukhârî dari Jâbir bin ‘Abdillâh ‘Anhumâ: فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ يَقُولُ “Hendaklah dia shalat dua raka’at kemudian dia mengucapkan doa…”Ini menunjukkan bahwa pembacaan doanya setelah pelaksanaan shalat dua raka’at tersebut. Dijawab oleh:Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh …